Kehangatan masih mengalir di ruang tengah mansion Megantara pagi itu. Di atas sofa panjang utama, Nicktan mempertahankan posisi duduknya dngan tangan kanan yang kini melingkar protektif di belakang sandaran sofa Elea. membarikade sang istri secara fisik dari pandangan usil Luke maupun Ardan.
Luke yang duduk bersila di atas karpet bulu tepat di depan mereka sengaja menaik-turunkan alisnya. "Gak usah ditarik-tarik terus kerah kaosnya, Kak Nick. Satu ruangan ini udah megang bukti konkret kalau leher lo udah dikerok sama Kak Elea semalam. Akui aja, kulkas Megantara udah roboh di atas ranjang haha."
"Bocil gausah sok tau," Nicktan memilih memasang ekspresi lempeng, mengabaikan atmosfer riuh dengan gaya tenang. Namun, ia tidak bisa memanipulasi reaksi fisiknya. pipinya memerah panas.
"Baru ronde pertama semalam aja tanda merah di leher lo udah seheboh ini, Nick," ledek Ardan santai dengan tawa matangnya. "Gue cuma mau ngingetin, malam ini masih ada ronde kedua, ketiga, dan seterusnya. Tolong piyama lo dikancing sampai dagu nanti malam, biar kuping Om Azeus gak pengeng lagi denger lo berdua tancap gas sampai pagi."
Tawa riuh langsung meledak hebat mengguncang seisi ruangan. Tuan Kenzo, Paman Mike, hingga Kakek Bramantyo terbahak-bahak melihat cucu tunggalnya mati kutu. Di samping Nicktan, Elea justru ikut tertawa tanpa dosa, menyandarkan kepala di bahu suaminya tanpa rasa malu atas mahakarya bercak merah keunguan yang ia cetak di leher Nicktan semalam.
Nicktan memalingkan wajah judesnya, menolak memberikan ruang bagi mereka untuk menertawakan harga dirinya. matanya melirik tajam ke arah Luke lalu beralih mengunci posisi Ardan dngan sorot mata dingin.
"Makan tuh camilan, jangan banyak bacot lo berdua," ketus Nicktan rendah dngan suara bariton yang tajam dan serba lempeng.
Meskipun kalimat pembalasannya terdengar pendek, penekanan nya sukses membungkam sirkel anak muda itu sesaat. Luke mendengus geli sembari menyuap kue, sementara Ardan mengangkat kedua tangan dngan tawa yan…
NICKTAN: Si Pembalap Dingin
430. Karma Atas Dosa Masalalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 436 Episodes
Comments