Pagi di Los Angeles terasa kering dan berangin. Nicktan duduk di sofa sebuah unit penthouse mewah di The Ritz-Carlton Residences, Downtown LA. Pandangannya tidak lepas dari layar ponsel, sementara di balkon, Ardan sedang mondar-mandir dengan ponsel yang menempel di telinga, bicaranya terdengar cepat dan penuh nada negosiasi.
Nick mencoba menghubungi nomor Elea untuk kesekian kalinya melalui panggilan seluler biasa. Tersambung, namun tetap tidak diangkat. Nick mendengus, jemarinya lincah menekan aplikasi pelacak lokasi yang sudah ia siapkan sejak di Jakarta. Titik koordinat itu akhirnya muncul, berhenti di sebuah area medis di Beverly Hills.
"Ketemu," gumam Nick, sudut bibirnya terangkat tipis.
Tepat saat Nick berdiri ingin menghampiri Ardan, manajernya itu memberikan kode acungan tangan, isyarat agar Nick diam. Ardan sedang dalam percakapan serius dengan kepala manajemen tim GT3 di Jakarta.
"Iya, Pak Hendra, saya tahu jadwal tes minggu ini krusial. Tapi Nick benar-benar butuh adaptasi iklim di California agar tidak drop lagi seperti kemarin. Mohon pengertiannya, pihak sponsor di sini juga sudah setuju untuk sesi latihan privat," ucap Ardan dengan nada meyakinkan, meski keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
Nick mendengus bosan, ia menyilangkan tangan di dada sambil bersandar di ambang pintu balkon, menunggu Ardan menutup telepon.
"Oke, Pak. Terima kasih. Saya akan kirim laporan log latihannya nanti sore. Siap," Ardan menutup telepon dan langsung mengembuskan napas lega yang panjang. "Gila lo, Nick! Hampir aja kontrak lo melayang. Untung gue jago ngibul!"
"Udah selesaikan bacotnya? Sekarang lacak titik ini. Gue mau tahu ini rumah sakit apa," perintah Nick dingin, menyodorkan ponselnya.
Ardan mengecek layar tersebut. "Cedars-Sinai Medical Center. Rumah sakit elit, Nick. Oke, ayo jalan. Gue udah sewa mobil buat kita di bawah."
Nick keluar dari mobil sewaan mereka dengan terburu-buru begitu sampai di lobi rumah sakit. Langkahnya lebar, pikirannya hanya terfokus pa…
NICKTAN: Si Pembalap Dingin
64. Bayangan Yang Hidup Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 432 Episodes
Comments