Kedua kaki Nicktan sudah bersiap mengambil langkah lebar, berat tubuhnya condong ke depan dengan kepalan tinju yang mengeras sempurna di sisi paha. Amarahnya yang meledak membuat aura di sekeliling set jalanan sepi itu mendadak drop menjadi sangat mencekam. Nick benar-benar hendak menerjang tubuh Tristan detik itu juga jika saja Ardan tidak muncul secepat kilat dari pinggir set.
Ardan langsung memotong jalur langkah Nick, menubrukkan badannya sendiri di depan dada sang aktor utama sembari berpura-pura merapikan kerah jaket kulit hitam milik Nick yang sedikit bergeser akibat gerakan kasar tadi. Di bawah sorot lampu reflektor dan puluhan pasang mata kru yang mulai tegang di tepi jalan, Ardan mendekatkan wajahnya lalu berbisik sangat pelan dengan nada penuh penekanan.
"Tenangin diri lo, Nick! Jangan gila, ini di depan banyak orang!" bisik Ardan, matanya melotot memberi peringatan keras agar sahabat itu tidak merusak seluruh jalannya produksi hari pertama.
Melihat kepanikan yang terjadi, Elea yang masih terduduk di atas aspal langsung mengulas sebuah senyuman kecil yang teramat tenang. Kehadiran Velix yang sudah bersiap melangkah dari arah tenda manajemen pun langsung ia tahan dengan isyarat tangan halus.
"Aku enggak apa-apa," kata Elea tenang dengan suara lembutnya yang khas, memutus ketegangan yang mendera set syuting.
Damar yang masih dilingkupi rasa bersalah segera mengulurkan kedua tangannya ke depan. "Aduh, Elea, beneran maaf banget ya. Sini, gue bantu," ucapnya dengan raut wajah panik. Tangannya tentu saja langsung meraih dan menarik pergelangan tangan Elea dengan hati-hati untuk membantunya bangkit berdiri tegak kembali.
Nicktan mengembuskan napasnya dengan sangat berat dan kasar, mencoba sekuat tenaga menekan lonjakan adrenalin di dalam dadanya agar kondisi sensitif jantungnya tetap stabil di bawah batas aman. Mata elangnya berkilat menusuk, menatap lekat pergerakan tangan Damar yang bersentuhan dengan kulit Elea.
"Akting yang bener lo!" kata Nicktan dingin, su…
NICKTAN: Si Pembalap Dingin
176. Batasan Profesionalitas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 438 Episodes
Comments