Dewa Judi
"Di hadapan mataku, tak ada kartu yang bisa bersembunyi. Di mejaku, aku adalah sang takdir."
Hidup Kenzo Wijaya (23 tahun) hancur seketika setelah ayahnya dijebak utang judi sebesar 5 miliar rupiah oleh sindikat mafia kejam pimpinan Bos Hendra "Si Ular". Saat disekap dan dipukuli hingga sekarat di ruang bawah tanah kasino, Kenzo dihadapkan pada ancaman pemotongan jari dan kematian.
Tepat di ambang keputusasaan, sebuah suara mekanik misterius bergema di kesadarannya:
[DING! Sistem Rahasia Dewa Judi Telah Diaktifkan! Membuka Mata Kemahatahuan (Eye of Omniscience)]
Monster Elemental (Edisi Terbaru)
Dunia ini sudah hancur lebih dari setengahnya. Aku tidak tahu siapa yang memulai, dan jujur tidak ada yang peduli lagi soal itu. Monster-monster muncul di mana-mana, dengan nama yang mereka ciptakan sendiri, seolah ingin diakui sebelum mereka mati lagi besok. Hewan-hewan pun berubah. Beberapa jadi pendukung manusia, menguatkan elemental yang sudah ada. Tapi ada juga yang punya kekuatan sendiri, berdiri sejajar, bukan sekadar alat bantu. Manusia? Jangan tanya. Kebanyakan dari mereka hanya memburu elemental orang lain, merebutnya demi tambahan kekuatan. Tidak peduli siapa yang harus jatuh asal mereka bisa berdiri lebih tinggi. Aku tidak tahu pasti bagaimana caranya mengembalikan dunia ini ke bentuk yang lebih baik. Tapi aku percaya, selama masih ada manusia yang punya akal sehat, harapan itu belum benar-benar habis.
Jatuhkan Talakmu, Gus
"Satu tahun aku menjaga kehormatan pernikahan ini. Satu tahun aku bersabar menanti kesiapanmu menyentuhku. Namun, di hari jadi pernikahan kita, Allah justru menyentakku dengan kebenaran yang mengoyak dada. Kau tidak menyentuhku bukan karena belum siap, Gus...tapi karena hatimu telah kau habiskan untuk santrimu sendiri."
Demi menjadi istri berbakti bagi Gus Reyhan, Adskhania Nayara melepas impian besarnya menjadi seorang dokter psikiater. Dia mengabdi di pesantren, dicintai mertua, dan dihormati para santri. Namun, predikat 'Ning' ternyata hanya mahkota berduri. Tepat di usia pernikahan yang pertama, Naya mendapati fakta bahwa suaminya telah menikah siri dengan seorang santriwati.
Di hadapan Sang Mertua yang menangis menahan malu atas kelakuan putranya, Naya berdiri tegak dengan sisa-sisa harga dirinya yang hancur. Tidak ada lagi air mata untuk penolakan yang sia-sia.
Dengan lantang, di atas kesuciannya yang masih utuh, Naya bersuara: "Di depan Abi dan Umi, jatuhkan talakmu, Gus!"
Rumah yang menghitung
*1. Surat Warisan* Aku tidak pernah kenal nenekku. Ibuku hanya bilang, "Nenekmu itu pendiam. Dia tinggal sendiri di rumah kayu di pinggir hutan. Jangan tanya macam-macam." Waktu ibu meninggal tah
0
0
THE LAST SPELL
Penyihir Terburuk yang Menantang Sang Jenius Di dunia tempat kekuatan sihir menentukan harga diri seseorang, seorang murid tanpa bakat berani menantang jenius terhebat di akademi. Bukan untuk membuk
0
0
Sunyi Di Ujung Pengabdian
Bagian 1: Kamar Beraroma Minyak Kayu Putih Lampu kamar ibu tak pernah benar-benar padam sejak tiga tahun lalu. Cahayanya selalu temaram, membiaskan bayangan botol-botol obat, selang oksigen portabel,
0
1
Tebing Jurang
Sore di penghujung bulan Oktober menua dengan cepat. Debu-debu tipis menari di udara saat Arga menggeser lemari kayu tua di sudut loteng. Cahaya matahari barat yang berwarna jingga pekat menembus cela
0
1