NovelToon NovelToon

Nama Author: WANA SEBAYA

Grandmaster Yang Terlupakan

5.0 |

Nama Author: WANA SEBAYA

Lin Qian adalah sosok misterius yang menyembunyikan kekuatan dahsyatnya di balik kehidupan sederhana sebagai pemilik Pusat Seni Bela Diri di Kota Yunzhou. Di matanya, kehidupan fana adalah pelarian dari dunia persilatan yang penuh intrik dan pertumpahan darah.
Namun ketenangan itu terusik ketika murid kesayangannya, Han Yu, hampir tewas akibat konspirasi licik Han Bojin dari Kamar Dagang Yunzhou. Kejadian itu memaksa Lin Qian keluar dari bayang-bayang ketenangan dan menunjukkan secuil kekuatan sesungguhnya—kekuatan yang bahkan membuat seorang Kaisar Bela Diri sekelas Ye Bei berlutut ketakutan hanya dalam hitungan detik.
Kini, berbagai pihak mulai melirik keberadaan Lin Qian. Ada yang ingin berlindung di bawah naungannya, ada yang ingin memanfaatkannya, dan ada pula yang—karena ketidaktahuan—berani mengusiknya.
Semuanya akan segera menyadari satu kebenaran yang sama:
Ada langit di atas langit. Dan langit itu bernama Lin Qian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Grandmaster Yang Terlupakan
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 1219 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
Bab 1 : Grandmaster Fana
2
Bab 2 : Kitab Tai Chi, Hadiah Guru
3
Bab 3 : Mencurigai Sosok Kuno
4
Bab 4 : Aura Tersembunyi & Serigala Iblis Jadi Lauk
5
Bab 5 : Pisau Dapur & Standar Sang Senior
6
Bab 6 : Penjaga Pintu Baru
7
Bab 7 : Tempaan Api & Kesalahpahaman Mulia
8
Bab 8 : Perpisahan & Senjata Penyelamat
9
Bab 9 : Siapa yang Kau Remehkan & Hukuman Ringan
10
Bab 10 : Papan Catur Sang Senior & Pisau yang Tak Ternilai
11
Bab 11 : Dendam Murid & Satu Ayunan Golok
12
Bab 12 : Patriark Pelit & Matahari Buatan Lin Qian
13
Bab 13: Orang Tua Berkhayal & Rencana Jahat
14
# Bab 14 : Garpu Rumput dan Sumpah di Bawah Langit
15
# Bab 15 : Pisau Dapur Menggemparkan Dunia
16
# Bab 16: Perubahan Nasib dan Kamar Dagang Baofeng
17
# Bab 17 : Kesuksesan Besar dan Kecantikan yang Merindukan
18
# Bab 18: Puisi Indah dan Kerinduan Akan Kampung Halaman
19
# Bab 19 : Kalimat Emas dan Rahasia yang Terlalu Jauh
20
Bab 20: Seratus Ribu Koin dan Orang Pelit yang Menyesal
21
Bab 21: Kartu Emas dan Mata-Mata dari Gunung Bersalju
22
Bab 22: Debu yang Tersisa & Firasat Buruk di Puncak Gunung
23
Bab 23: Sosok di Balik Jubah Putih & Hutang yang Dibayar dengan Tulang
24
Bab 24: Tidak Layak Berdiri di Sini & Anjing yang Lebih Setia dari Manusia
25
Bab 25: Kain Lusuh yang Menyimpan Duka & Penghinaan yang Tak Termaafkan
26
Bab 26: Kain Lap di Pagar & Amarah yang Tak Bisa Dibendung
27
Bab 27: Kesalahan yang Mematikan & Tamu-Tamu Berpenampilan Ganjil
28
Bab 28: Niat Baik yang Tak Boleh Disia-siakan & Laporan yang Menyesatkan
29
Bab 29: Gunung yang Tak Terlihat & Dunia yang Runtuh dalam Satu Kata
30
Bab 30: Majikan Sejati & Pelajaran yang Harganya Dua Lengan
31
Bab 31: Rencana Sang Patriark yang Kalah
32
# Bab 32: Dua Wanita dan Satu Pertemuan Tak Terduga
33
# Bab 33: Puncak Kejayaan yang Rapuh
34
# Bab 34: Malam Makan Malam yang Penuh Rencana
35
Bab 35: Dua Bidadari dan Satu Meja
36
Bab 36: Apakah Kita Perlu Alat Peraga?
37
# Bab 37: Permainan Kartu di Atas Meja
38
# Bab 38: Ingin Mencuri Ayam, Malah Kehilangan Beras
39
# Bab 39: Formasi Yin Surgawi dan Pengkhianat Licik
40
# Bab 40: Pintu Kecil Terbuka dan Pedang Maut dari Langit
41
Bab 41: Tamparan untuk Segalanya
42
# Bab 42: Dia Adalah Dewa dan Aku Hanya Lewat Saja
43
# Bab 43: Tengkorak Nakal dan Darah Harus Dibalas
44
# Bab 44: Dalang di Balik Layar dan Amarah yang Meledak
45
Bab 45: Pasukan Tak Tertandingi dan Duduk Tenang Saja
46
Bab 46: Tombak Mencolok dan Hancurnya Geng Peledak Langit
47
Bab 47: Ketika Langit Runtuh di Atas Kepala Orang Serakah
48
Bab 48: Pisau Itu Milikku & Bahkan Tidak Meletakkan Keranjang Bayam
49
# Bab 49: Hanya Pertunjukan Tanpa Isi & Perubahan Sikap yang Mengejutkan
50
# Bab 50: Jalur Hidup Geng Peledak Langit & Rencana Licik Long Qianxie
51
Bab 51: Kapal Bajak Laut yang Tak Bisa Ditolak"
52
Bab 52 ; Genangan Air Berbahaya
53
Bab 53 — Sekop dan Obat Ajaib
54
Bab 54 — Kaisar Iblis Berpura-pura Mati
55
Bab 55 — Perintah Pembunuhan di Pegunungan Mufu
56
Bab 56 — Manusia Fana yang Menampar Balik
57
Bab 57 — Jubah Biru yang Tidak Bernoda
58
Bab 58 — Sup Ular dan Raja Elang yang Pingsan
59
Bab 59 — Sistem Terkutuk dan Kaisar Iblis di Pohon
60
Bab 60 — Senior yang Hanya Mengumpulkan Ramuan
61
Bab 61 — Tolong Bawakan Daging Bakar Itu
62
Bab 62 — Cincin Spasial dan Dua Senjata Ilahi
63
Bab 63 — Mencari Manusia Fana
64
Bab 64: Kura-kura Itu dan Kesempatan yang Tak Terduga
65
Bab 65: Kantung yang Hilang dan Ketukan di Balik Formasi
66
Bab 66: Manusia Biasa yang Menembus Formasi
67
Bab 67: Yun Xue dan Tulang yang Hilang
68
Bab 68: Pelayan yang Menakutkan dan Tuntutan Aneh
69
Bab 69: Alkemis Nomor Satu yang Malang
70
Bab 70: Pencarian Besar dan Perang yang Tak Direncanakan
71
Bab 71: Kaisar Iblis yang Terlalu Terburu-buru dan Skeleton yang Malang
72
Bab 72: Guan Mingshu yang Menyesal dan Cangkul Tingkat Suci
73
Bab 73: Tugas Khusus untuk Alkemis Nomor Satu
74
Bab 74: Meridian Ras Dewa
75
Bab 75: Terobosan Besar dan Masa Lalu Yun Lan
76
Bab 76: Anjing yang Tidak Bisa Dibeli
77
Bab 77: Katak di Dasar Sumur
78
Bab 78: Musim Semi Ao Lan
79
Bab 79: Badai di Klan Serigala Iblis
80
Bab 80: Kaisar yang Tidak Tahu Malu
81
Bab 81: Niat Zither dan Dua Tamu yang Tidak Diundang
82
Bab 82: Serangan Mendadak dari Segala Sisi
83
Bab 83: Hotpot dan Terobosan
84
Bab 84: Mundur Sebelum Terlambat
85
Bab 85: Dunia Lain, Masa Muda Itu
86
Bab 86 — Sampah yang Mengguncang Langit
87
Bab 87 — Penyelamat yang Tidak Dipercaya
88
Bab 88 — Keripik Pedas untuk Menyelamatkan Klan
89
Bab 89 — Setengah Bungkus yang Mengubah Perang
90
Bab 90 — Harta Karun di Lubang Kotoran
91
Bab 91 — Dilarang Berkelahi di Depan Sini
92
Bab 92 — Tempat Seperti Apa Ini
93
Bab 93 — Membunuh Dua Burung, Salah Sasaran
94
Bab 94: Ladang Para Dewa dan Jebakan yang Sempurna
95
Bab 95: Hutang Skeleton dan Gua yang Mengguncang Hanyang
96
Bab 96: Wu Chang'an yang Penakut dan Penolakan Lu Tianhe
97
Bab 97: Wu Chang'an di Perut Bumi dan Pintu Batu yang Terbuka
98
Bab 98: Tiga Harta Suci dan Bencana di Makam
99
Bab 99: Sang Kerangka Kaya Mendadak dan Pertanyaan yang Menggelisahkan
100
Bab 100: Peringatan Terakhir dan Jalan Biasa
101
Bab 101: Puncak Kebanggaan dan Rebutan Benda Suci
102
Bab 102: Warisan Orang Suci
103
Bab 103: Partitur dari Jalan Biasa
104
Bab 104: Jebakan Sepuluh Ribu Tahun
105
Bab 105: Empat Orang di Depan Pintu
106
Bab 106: Sang Ahli yang Tak Tertandingi
107
Bab 107: Tuan dari Aula Bela Diri
108
Bab 108: Tetangga yang Keras Kepala
109
Bab 109: Guru yang Ragu-Ragu
110
Bab 110: Kunjungan Tanpa Sutra
111
Bab 111: Pertemuan yang Tidak Terduga
112
Bab 112: Mangsa yang Salah
113
Bab 113: Neraka di Pegunungan Mufu
114
Bab 114: Orang Gila di Tengah Pertempuran
115
Bab 115: Guru dan Murid Muncul di Saat yang Tepat
116
Bab 116: Bermalam di Bawah Pohon Song Ke
117
Bab 117: Bersin Dewa dan Kantung yang Berpindah Tangan
118
Bab 118: Rombongan Menuju Hanyang
119
Bab 119: Kedatangan yang Mengguncang Hanyang
120
Bab 120: Jangan Ganggu Tidur Tuanku
121
Bab 121: Sampah di Mata Kami
122
Bab 122: Berlutut di Hadapan Kakek Wang
123
Bab 123: Kaisar Yao untuk Sarapan
124
Bab 124: Tidur di Bawah Pertempuran Kaisar Yao
125
Bab 125: Hanya di Hadapan Anjing Aku Bisa Rileks
126
Bab 126: Kesengsaraan Surgawi yang Melarikan Diri
127
Bab 127: Sup yang Tumpah dan Tamu yang Tidak Diharapkan
128
Bab 128: Harga Meremehkan Tamu
129
Bab 129: Penculikan yang Salah Sasaran
130
Bab 130: Kekacauan di Sekte Pedang Surgawi
131
Bab 131: Permainan Catur yang Sudah Mati
132
Bab 132: Sekte Pedang Surgawi Membayar Hutang
133
Bab 133: Para Penggemar Fanatik dari Hanyang
134
Bab 134: Melamar dengan Lima Ratus Ribu Koin Emas
135
Bab 135: Rencana di Balik Pintu Tertutup
136
Bab 136: Pengantin yang Dirampas
137
Bab 137: Tengkorak di Balik Kerudung Merah
138
Bab 138: Raja Bela Diri yang Melarikan Diri
139
Bab 139: Perjalanan Musim Semi
140
Bab 140: Seperti Teman Lama
141
Bab 141: Labu Kecil untuk Teman Lama
142
Bab 142: Negeri Kekacauan
143
Bab 143: Anak Keberuntungan
144
Bab 144: Malam yang Indah
145
Bab 145: Wanita yang Memijat Kaki
146
Bab 146: Ternyata Akulah Si Adik — Dan Dia Hanya Manusia Biasa
147
Bab 147: Saudara Abadi dan Tamu yang Tak Diundang
148
Bab 148: Dendam Kecapi dan Papan Catur yang Sombong
149
Bab 149: Tidak Ada Jalan Keluar — dan Hati Dao yang Hancur
150
Bab 150: Sang Dukun, Murid yang Kelelahan, dan Tamu Tak Terduga
151
Bab 151: Guru, Murid, dan Orang-Orang Aneh di Jalan
152
Bab 152: Ikan Asin, Sutra Berlian, dan Pelarian di Malam Hari
153
Bab 153: Bintang Pembawa Malapetaka dan Jalan Memutar ke Pegunungan
154
Bab 154: Murid Pergi, Tuan Melanjutkan ke Sepuluh Ribu Gunung
155
Bab 155: Dasar Wanita Sialan, Cepat Naik!
156
Bab 156: Dua Pilihan dan Racun Ular
157
Bab 157: Reruntuhan, Hutang, dan Babi Hutan Buta
158
Bab 158: Jejak Pedang yang Mengguncang Pikiran
159
Bab 159: Manik-Manik Cantik dan Ular Abadi
160
Bab 160: Batu Bata, Sup Ular, dan Dua Juta Koin
161
Bab 161: Ketika Dewa Bela Diri Bergantung pada Manusia Biasa
162
Bab 162: Pria Berjubah Putih yang Penuh Kejutan
163
Bab 163: Pulang ke Rumah
164
Bab 164: Mimpi Mendirikan Sekte
165
Bab 165: Tukang Batu dan Secangkir Teh
166
Bab 166: Sup yang Mengubah Segalanya
167
Bab 167: Babi yang Memakan Harimau
168
Bab 168: Fitur Baru dan Pukulan yang Mengguncang Langit
169
Bab 169: Irigasi Abadi dan Tawanan Tak Terduga
170
Bab 170: Panen dari Langit
171
Bab 171: Bukti yang Berbicara Sendiri
172
Bab 172: Merpati, Gagak, dan Rahasia yang Tak Tersegel
173
Bab 173: Seratus Juta Bayangan dan Sebuah Pulau Baru
174
Bab 174: Standar Batu Bata dan Beruang yang Berbakat
175
Bab 175: Paman Baru dan Keponakan yang Tak Terduga
176
Bab 176 : Perspektif dan Dendam yang Tersimpan
177
Bab 177: Saudara Ketiga, Momen Ini Telah Tiba
178
Bab 178: Bagaimana Mungkin Aku Bersekongkol Denganmu
179
Bab 179: Sebuah Pintu Masuk yang Memukau
180
Bab 180: Aku Hanya Bercanda
181
Bab 181: Aku Benar-Benar Dipaksa Melakukannya
182
Bab 182: Hei Yu yang Setia
183
Bab 183: Di Sini, Kami di Sini
184
Bab 184: Tidak Mengetahui Kekuatan Mereka
185
Bab 185: Menantang Kekuatan Surga
186
Bab 186: Tujuan Orang Ini Sebenarnya Adalah...
187
Bab 187: Apa Ini Sebenarnya
188
Bab 188: Berkah dari Dewa
189
Bab 189: Hari Bekerja
190
Bab 190: Nasib Sial Berulang
191
Bab 191: Selamat Tinggal, Tuan
192
Bab 192: Ingin Memulai Perkelahian?
193
Bab 193: Hanya Tumpukan Sampah Ini
194
Bab 194: Dewi Bunga Dongsheng
195
Bab 195: Bayangan yang Mengintai
196
Bab 196: Siapa Sebenarnya Pria Berjubah Putih Itu
197
Bab 197: Teknik Ramalan Dunia
198
Bab 198: Pulau yang Hampir Rampung
199
Bab 199: Wanita yang Tak Pernah Ada
200
Bab 200: : Sekuntum Bunga untuk Nona Yun
201
Bab 201: Perpisahan yang Abadi
202
Bab 202: Piyama yang Terlupakan
203
Bab 203: Mata Formasi yang Sial
204
Bab 204: Tujuh Sampah, Satu Pisau Dapur
205
Bab 205: Organisasi Bernama Rao
206
Bab 206: Yang Berpakaian Putih Itu Adalah Aku
207
Bab 207: Halo yang Tidak Berguna
208
Bab 208: Tuan yang Tinggal di Kuil Bobrok
209
Bab 209: Warisan Cinta dan Kejutan di Lembah Yixian
210
Bab 210: Lembah yang Katanya Berbahaya
211
Bab 211: Sisa Sup yang Sangat Bergizi
212
Bab 212: Sekte Qingniu yang Hampir Bubar
213
Bab 213: Iblis Bernama Lin Qian
214
Bab 214: Kita Adalah Orang yang Sama, dan Hubungan Kita Sangat Baik
215
Bab 215: Aku Membawakanmu Pil Obat, dan Aku Benar-Benar Sepotong Sampah
216
Bab 216: Melacak Ye Neng, dan Mereka Telah Muncul
217
Bab 217: Penyesalan dan Patah Hati
218
Bab 218: Bayangan Benua dan Tiga Koin Emas Diamankan
219
Bab 219: Kebingungan Ketua Sekte Zhu dan Serangan Jantung Mendadak
220
Bab 220: Selera yang Cukup Aneh, dan Alam Lingxu
221
Bab 221: Metode yang Teguh, dan Murid Magang Bertambah Dua
222
Bab 222: Paku Penekan Jiwa Kembali, dan Bimbingan Sang Guru
223
Bab 223: Permainan Antara Dua Orang, dan Sekalipun Ia Datang Secara Pribadi
224
Bab 224: Inilah Kekuatan Tuan, dan Apakah Tuan Salah Perhitungan
225
Bab 225: Cahaya yang Tidak Bisa Dipadamkan
226
Bab 226: Gulungan Hancur dan Undangan Maut
227
Bab 227: Ukiran Kayu yang Tak Terhitung Jumlahnya
228
Bab 228: Pria Bagaikan Angin
229
Bab 229: Identitas yang Diabaikan
230
Bab 230: Tuan Agung yang Terus-Menerus Diabaikan
231
Bab 231: Pulang dengan Luka, Berdiri dengan Bangga
232
Bab 232: Sandiwara Sang Ahli Palsu
233
Bab 233: Sampah Super dan Sang Ahli Kuliner
234
Bab 234: Satu Murid, Satu Slot
235
Bab 235: Kaisar Abadi di Antara Sampah
236
Bab 236: Nirvana dan Si Bajingan Pelindung
237
Bab 237: Pria Pendek dan Tiga Dewa yang Malang
238
Bab 238: Kodok, Ranting, dan Badut yang Sesungguhnya
239
Bab 239: Guru Penipu dan Murid-Murid yang Tak Beres
240
Bab 240: Sekte yang Penuh Orang Tidak Beres
241
Bab 241: Tiga Tahun? Tiga Hari Sudah Lebih dari Cukup
242
Bab 242: Sapi Terbang dan Qi yang Mengubah Segalanya
243
Bab 243: Dua Jari untuk Menangkap Pedang
244
Bab 244: Kakek Hongmu Tidak Bisa Ditahan Lagi
245
Bab 245: Keledai Botak dan Pria yang Salah Pose
246
Bab 246: Leluhur Tua Berlutut, Sekte Tianling Musnah
247
Bab 247: Pertemuan yang Tak Terduga dan Pil Obat Ajaib
248
Bab 248: Pilar Abadi dan Bidak Catur Mieshi
249
Bab 249: Sekumpulan Sampah
250
Bab 250: Adat Istiadat Sekte Tiandi
251
Bab 251: Teratai Berkobar dan Pengkhianat Persaudaraan
252
Bab 252: Tumpukan Sampah dari Surga
253
Bab 253: Kartu Truf di Balik Bayangan
254
Bab 254: Mata-Mata yang Terlupa Tugasnya
255
Bab 255: Angka yang Mengguncang Langit
256
Bab 256: Murid Keseratus dan Pilar Keberuntungan
257
Bab 257: Telur Ayam untuk Garis Keturunan Phoenix
258
Bab 258: Tabung Reaksi dan Rencana yang Berantakan
259
Bab 259: Hadiah Besar yang Salah Sasaran
260
Bab 260: Poin Keberuntungan dan Toko Penukaran Sistem
261
Bab 261: Sirkus di Tepi Sungai Hitam
262
Bab 262: Sarang Sampah dan Tamu Tak Diundang
263
Bab 263: Punggung Buku yang Familiar
264
Bab 264: Bukti yang Tak Terbantahkan
265
Bab 265: Ayam Kecil
266
Bab 266: Eksekusi dan Mobilisasi
267
Bab 267: Pengunduran Diri Sang Kaisar
268
Bab 268: Ketika Sang Guru Berkata, Lakukan Saja
269
Bab 269: Dua Kantong Mayat dan Satu Murid yang Tidak Tahu Takut
270
Bab 270: Tuan yang Kabur dan Murid yang Bangkit dari Kubur
271
Bab 271: Guru yang Tidak Sengaja Jadi Pahlawan
272
Bab 272: Surat-Surat dan Sekte yang Membelot
273
Bab 273: Pengkhianatan dan Bayangan di Balik Layar
274
Bab 274: Liburan di Tempat yang Salah
275
Bab 275: Tuan Rumah di Tempat yang Salah
276
Bab 276: Koin Emas, Sate Naga, dan Kesalahan Fatal
277
Bab 277: Utusan yang Malang dan Tuan yang Baru Jadi Dewa
278
Bab 278: Kesepian di Puncak
279
Bab 279: Dangkal tapi Bahagia
280
Bab 280: Teleportasi ke Alam Abadi
281
Bab 281: Pulau Bayangan
282
Bab 282: Bertahan di Laut Hitam
283
Bab 283: Pertaruhan Sistem Keberuntungan
284
Bab 284: Nasib Baik yang Tak Terduga
285
Bab 285: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
286
Bab 286: Kodok, Gaji, dan Tanda Tanya
287
Bab 287: Tamu dari Tebing
288
Bab 288: Reinkarnasi dan Sekantong Beras
289
Bab 289: Teleportasi dan Sekte Matahari-Bulan
290
Bab 290: Satu Malam, Satu Jari
291
Bab 291: Putra Pilihan Surga dan Fenomena Langit
292
Bab 292: Taruhan Nyawa
293
Bab 293: Puncak Riyue Itu Sampah
294
Bab 294: Guru Telah Kembali
295
Bab 295: Rahasia yang Hampir Terbongkar
296
Bab 296: Apa Sebenarnya Tingkat Kultivasi Saya
297
Bab 297: Sangat Cerdas
298
Bab 299: Belum Pernah Aku Melihat Seseorang yang Begitu Arogan
299
Bab 299 : Dendam yang Membara
300
Bab 300: Alam Rahasia yang Mengering
301
Bab 301: Pemerasan dan Konspirasi
302
Bab 302: Kengerian di Ruang Ujian
303
Bab 303: Kekuatan yang Tak Terduga
304
Bab 304: Guru Puncak yang Mengamuk
305
Bab 305: Kita Sedang Diawasi
306
Bab 306: Kekuatan yang Tak Dapat Ditentang
307
Bab 307: Dao Surgawi Pun Tunduk
308
Bab 308: Guru Besar yang Disalahpahami
309
Bab 309: Lima Puluh Peringkat
310
Bab 310: Seorang Murid Bernama Lin Qian
311
Bab 311: Sublimasi
312
Bab 312: Seperti Apa Sebenarnya Penampilannya
313
Bab 313: Aku Sangat Berharap Aku Juga Bisa Mengalami Masalah Seperti Itu
314
Bab 314: Sang Guru Kotoran, Tak Terkalahkan
315
Bab 315: Semakin Tinggi Dao, Semakin Tinggi Iblisnya
316
Bab 316: Reaksi yang Disebabkan oleh Sepuluh Tiankui
317
Bab 317: Persyaratan Sang Guru
318
Bab 318: Ternyata Biksu Malang Ini Bertindak Terburu-buru
319
Bab 319: Artefak Abadi Tingkat Menengah
320
Bab 320: Dua Dewa Abadi
321
Bab 321: Bakar Cabang Istana, Peluk Pupuk Kandang
322
Bab 322: Seandainya Tahu, Kubagi Dua Permen Itu
323
Bab 323: Bendera Putih Sang Penguasa Benua
324
Bab 324: Ember Pupuk Sang Penakluk
325
Bab 325: Siapa yang Menyuruhmu Datang?
326
Bab 326: Siapa Sebenarnya Dirimu?
327
Bab 327: Dua Manusia Abadi
328
Bab 328: Dua Ember Emas
329
Bab 329: Sambutan Meriah
330
Bab 330: Ternyata Kita Satu Keluarga
331
Bab 331: Bersihkan Kuping Dulu, Baru Bicara
332
Bab 332: Dapur Maut Jiang Zhi
333
Bab 333: Gerbang yang Mengguncang Alam Abadi
334
Bab 334: Sampah Emas di Depan Portal
335
Bab 335: Toko Sepi yang Tak Boleh Diremehkan
336
Bab 336: Semangkuk Nasi Goreng Telur
337
Bab 337: Nasi Ajaib yang Mengguncang Keluarga Wang
338
Bab 338: Satu Sendok Menghancurkan Petir
339
Bab 339: Sendok Sakti Penakluk Petir
340
Bab 340: Empat Klan Besar Menyerah pada Nasi Goreng
341
Bab 341: Ayam Kampung Lebih Hebat dari Kepala Klan
342
Bab 342: Empat Kepala Klan Berutang Budi
343
Bab 343: Menyuruh Santa Wanita Ini Perbaiki Tembok?
344
Bab 344: Digebuk Sekumpulan Ayam
345
Bab 345: Aku Juga Mau Bantu Beres-beres, Senior!
346
Bab 346: Yang Penting Senior Hanya Sayang Aku
347
Bab 347: Obat-obatan Ini, Buang Saja!
348
Bab 348: Nasib Kalian Belum Berakhir
349
Bab 349: Kamu Mau Setengahnya?!
350
Bab 350: Sebutir Beras, Satu Artefak Abadi
351
Bab 351: Nasi Goreng Seharga Artefak Abadi
352
Bab 352: Kaisar Putih Mencari Jejak Lama
353
Bab 353: Jejak Sang Kekasih
354
Bab 354: Pertanyaan yang Menggetarkan
355
Bab 355: Kebanggaan yang Terbalik
356
Bab 356: Misi Terpaksa
357
Bab 357: Formasi Kuno Lenyap Begitu Saja
358
Bab 358: Kabur Dulu Sebelum Ketahuan
359
Bab 359 — Kota Kecil Kedatangan Tokoh Besar
360
Bab 360 — Guru Macam Apa yang Bersembunyi di Halaman Belakang
361
Bab 361 — Ternyata Aku Buta Formasi
362
Bab 362 — Gara-Gara Sarkasme, Aku Naik Pangkat
363
Bab 363 — Cuma Master Kelas Tujuh Katanya?
364
Bab 364 — Semua Pergi Cari Guru Magang
365
Bab 365 — Pria Tua yang Tak Tahu Malu
366
Bab 366: Meja Kosong, Amarah Meluap
367
Bab 367: Halaman yang Sudah Berpenghuni
368
Bab 368: Kesempatan Sekali Seumur Hidup
369
Bab 369: Jamuan Seratus Ribu Meja
370
Bab 370: Bisa Sedikit Lebih Cepat Tidak?
371
Bab 371: Aku Sungguh Tidak Mengerti Formasi
372
Bab 372: Senyum Sarkastik
373
Bab 373: Rumor yang Jadi Kenyataan
374
Bab 374: Lin Qian Kabur dari Kota
375
Bab 375: Su Yanjin, Prajurit Gerbang
376
Bab 376: Penjaga Aneh yang Membunuh dalam Sekejap
377
Bab 377: Aku Hanya Seorang Prajurit Abadi Bumi
378
Bab 378: Aku Sudah Mengusirnya
379
Bab 379: Apakah Prajurit Ini Bodoh?
380
Bab 380: Apakah Ini Sesuatu yang Bisa Dilakukan Seorang Dewa Abadi Bumi?
381
Bab 381: Tak Terkalahkan
382
Bab 382: Bagaimana Mungkin Membunuh Lebih dari Selusin Makhluk Alam Abadi Mataha
383
Bab 384: Diburu karena Karma
384
Bab 384: Diburu karena Karma
385
Bab 385: Panggilan Perang
386
Bab 386: Kekuatan Berkumpul
387
Bab 387: Latar Belakang yang Tak Terbayangkan
388
Bab 388: Perang Pecah di Istana Abadi
389
Bab 389: Melahap Segalanya
390
Bab 390: Bahkan Cacing Kecil Pun Tak Terbunuh
391
Bab 391: Tak Ada yang Boleh Menghina Guru
392
Bab 392: Musuh Seperti Gambar Tongkat
393
Bab 393: Semua Orang Berdiri
394
Bab 394: Bukankah Kita Sekarang Sudah Jadi Orang Penting?
395
Bab 395: Berteriak "Ganteng"
396
Bab 396: Batas Antara Dua Alam
397
Bab 397: Tadi Ada Orang Terbang di Atas Kepala Kita?
398
Bab 398: Hal Semacam Itu Tidak Mungkin
399
Bab 399: Apa Katamu Barusan, Raja Singa Langit?
400
Bab 400: Jatuh dari Langit
401
Bab 401: Yang Terdengar Hanya Suara Angin Lewat
402
Bab 402: Masa Cuma Bisa Bilang "Wusss"?
403
Bab 403: Kecuali...
404
Bab 404: Giliran Sial yang Datang Bertubi-tubi
405
Bab 405: Ketahuan!
406
Bab 406: Ternyata Orang Alam Terpencil
407
Bab 407: Sosok yang Cocok dengan Ciri-cirinya
408
Bab 408: Bintang Keberuntungan Alam Terpencil
409
Bab 409: Benar-benar Arogan
410
Bab 410: Hancur Berkeping-keping
411
Bab 411: Ditabrak Mati oleh "Kakeknya" Sendiri
412
Bab 412: Perang Dua Alam Berakhir Gara-Gara Mereka Sama-Sama Panik
413
Bab 413: Tembok yang Menahan Kiamat
414
Bab 414: Ketika Kegelapan Merenggut Salah Satu dari Mereka
415
Bab 415: Lebih dari Seratus Makam, dan Terus Bertambah
416
Bab 416: Kesalahpahaman yang Makin Membesar
417
Bab 417: Jangan Bilang Kalian Berharap Ada Sesuatu di Lubang Jamban Itu
418
Bab 418: Nikahi Aku, Kau Boleh Ajukan Syarat Apa Saja
419
Bab 419: Syaratnya Terserah Kau, Katanya
420
Bab 420: Berani Sekali Kau
421
Bab 421: Tantangan dari Tetua Agung
422
Bab 422: Buktinya Ada di Pantatnya
423
Bab 423: Hanya Bilang "Oh"
424
Bab 424: Kau Lemah Juga Rupanya
425
Bab 425: Sup Gagak Tua
426
Bab 426: Guru yang Menakut-nakuti, Murid yang Pulang Santai
427
Bab 427: Tunggu, Kamu Mau ke Mana
428
Bab 428: Sekarang Aku Paham
429
Bab 429: Ingin Pamer, Ya?
430
Bab 430: Alam Kesepuluh Dewa Sejati
431
Bab 431: Tatapan Penuh Kekaguman
432
Bab 432: Berlutut Lagi di Depan yang Lebih Kuat
433
Bab 433: Bukankah Sudah Ada di Sini Sekarang?
434
Bab 434: Kedatangan yang Terlalu Terburu-buru
435
Bab 435: Andai Bisa Bertemu Dengannya Lagi
436
Bab 436: Kumbang Kotoran Alam Abadi Sejati
437
Bab 437: Sebuah Kejadian Kecil yang Tak Ada Kaitannya
438
Bab 438: Sisakan Ruang dalam Hidup
439
Bab 439: "Sangat Lemah"
440
Bab 440: Tidak Akan Sanggup Mendaki, Kan?
441
Bab 441: Kau Lihat Burung Itu?
442
Bab 442: Aku Akan Mengawasimu
443
Bab 443: Apakah Turnamen Ini Masih Ada Artinya?
444
Bab 444: Sebenarnya Setinggi Apa Kekuatannya?
445
Bab 445: Bertatap Muka Langsung
446
Bab 446: Apakah Leluhur Tua Itu Tewas Seketika?
447
Bab 447: Menunggu Sang Misterius Keluar
448
Bab 448: Aku Ingin Membunuhnya
449
Bab 449: Formasi Penuh Diaktifkan
450
Bab 450: Kebenaran yang Terungkap
451
Bab 451: Terima Kasih, Kami Cukup di Sini Saja
452
Bab 452: Rekor Baru yang Bikin Bangga (Menurutnya Sendiri
453
Bab 453: Karung-Karung Hadiah dari Langit
454
Bab 454: Kenapa Harus Kami?
455
Bab 455: Pelayan Kecil yang Cuek Menghalangi Jalan
456
Bab 456: Ternyata Begini Ceritanya
457
Bab 457: Sedia Payung Sebelum Hujan
458
Bab 458: Ketakutan yang Terlambat
459
Bab 459: Siapa Sebenarnya "Tuan" Itu
460
Bab 460: Balik Badan
461
Bab 461: Rencana Terakhir Sun Zimei
462
Bab 462: Sepi di Puncak Ketampanan
463
Bab 463: Guru yang Dikhianati demi Kebaikannya Sendiri
464
Bab 464: Kedatangan Tamu yang Tak Diundang
465
Bab 465: Bencana di Alam Roh
466
Bab 466: Surat Merah dari Langit
467
Bab 467: Kepala Sekte Shi Qingwu Keluar dari Pengasingan
468
Bab 468: Penghormatan yang Tak Terduga
469
Bab 469: Sekadar Hiburan Semata
470
Bab 470: Jangan Lupa Aku Juga Ada di Sini
471
Bab 471: Ternyata Dia Seterus Terang Ini
472
Bab 472: Warisan Dewa Kuno
473
Bab 473: Poin Pengalaman
474
Bab 474: Sapuan Pedang Tanpa Ampun
475
Bab 475: Mondo Beast
476
Bab 476: Ladang Tulang dan Kapal yang Turun dari Langit
477
Bab 477: Dunia yang Runtuh Seketika
478
Bab 478: Kebenaran yang Menghancurkan Segalanya
479
Bab 479: Pencuri Guci Anggur
480
Bab 480: Utang Anggur yang Harus Dilunasi
481
Bab 481: Kebenaran yang Sulit Diterima
482
Bab 482: Negosiasi Sepihak
483
Bab 483: Cukup untuk Semua Orang
484
Bab 484: Belum Cukup Berpengalaman
485
Bab 485: Sebut Saja Serangan Dasar
486
Bab 486: Sosok yang Ingin Ia Tiru
487
Bab 487: Tetaplah di Sini
488
Bab 488: Kesunyian yang Mencurigakan
489
Bab 489: Kekayaan yang Tak Terduga
490
Bab 490: Lanjutkan Saja
491
Bab 491: Jejak Campur Tangan Manusia
492
Bab 492: Biarlah Masa Lalu Berlalu
493
Bab 493: Lari!
494
Bab 494: Orang Paling Jahat di Dunia
495
Bab 495: Alasan Hilangnya
496
Bab 496: Akhirnya Dewasa
497
Bab 497: Siapa Sebenarnya yang Telah Memikatmu?
498
Bab 498: Akan Kuhabisi Kau
499
Bab 499: Kau Terlalu Banyak Berpikir
500
Bab 500: Tamu Kehormatan di Pulau Kelabang
501
Bab 501: Warisan Berdarah Emas
502
Bab 502: Titik Didih
503
Bab 503: Berubah Pikiran dalam Sekejap
504
Bab 504: Siapa pun yang Menghalangi, Harus Mati
505
Bab 505: Titah Sang Anak Ilahi
506
Bab 506: Rapat Darurat yang Kacau
507
Bab 507: Cemilan Gratis
508
Bab 508: Sang "Buddha Agung" yang Muncul
509
Bab 509: Kalau Kabur, Tangkap Saja dan Seret Kembali
510
Bab 510: Musnahkan Saja
511
Bab 511: Rebutan Jadi Pesuruh
512
Bab 512: Kabar Besar
513
Bab 513: Rasa Penasaran yang Membara
514
Bab 514: Syarat Utamanya: Lembut
515
Bab 515: Titik Terang di Tengah Kegelapan
516
Bab 516: "Oh"
517
Bab 517: Ditatap Seperti Orang Bodoh
518
Bab 518: Anjing Pengkhianat Tak Bisa Lari
519
Bab 519: Berani-beraninya Mencuri di Depan Pintu Rumahku
520
Bab 520: Harta Karun yang Hancur karena Diinjak
521
Bab 521: Menggali Lagi demi Harta yang Tak Pernah Ada
522
Bab 522: Pedang Ilahi yang Ternyata Sebilah Pantat
523
Bab 523: Kekuatan Besar Menciptakan Keajaiban
524
Bab 524: Berani-beraninya Mengganggu Tidur Siang Tuhan Ini
525
Bab 525: Diculik di Depan Mata Sendiri
526
Bab 526: Air Mata dan Ingus demi Kelangsungan Hidup
527
Bab 527: Leluhur yang "Berkorban" demi Sekte
528
Bab 528: Ditabrak Anak Kecil, Terlempar Ratusan Zhang
529
Bab 529: Domba Masuk Sarang Serigala
530
Bab 530: Terobosan Tak Terduga di Lubang Kotoran
531
Bab 531: Ditipu Sekte Sendiri, Wen Chengyu Meraung Marah
532
Bab 532: Rampok Gagal Total, Dibayar Dua Kali Lipat
533
Bab 533: Merusak Kesempatan Matiku, Kubawa Kabur Saja
534
Bab 534: Pedang yang Patah karena Dada
535
Bab 535: Sekte Hong Berdoa pada Bodhisattva
536
Bab 536: Rencana Cadangan Bernama Hutan Teror
537
Bab 537: Hutan yang Ternyata Tidak Menyeramkan
538
Bab 538: Kesimpulan Piaomiao Hong
539
Bab 539: Kesepakatan Dua Pencari Kematian
540
Bab 540: Kota Terlarang di Alam Iblis
541
Bab 541: Desa yang Sudah Jatuh
542
Bab 542: Kembalinya Sang Pemanen Daun Bawang
543
Bab 543: Rentan Sekali
544
Bab 544: Tuan Serigala Jahat, Bertahanlah
545
Bab 545: Sandiwara Seluruh Kota
546
Bab 546: Sandiwara Harus Berlanjut
547
Bab 547: Delapan Ratus Kali Gagal demi Tumis Babi Cabai
548
Bab 548: Seberapa Kuat Sebenarnya Kekuatan Ini?
549
Bab 549: Tumis Telur ke-2002
550
Bab 550: Pertanyaan Soal Sarang Monster
551
Bab 551: Lebih dari Tiga Puluh Saudara Kembar
552
Bab 552: Kota Fengmo
553
Bab 553: Panggilan yang Tak Berbalas
554
Bab 554: Keberuntungan Besar bagi Umat Manusia
555
Bab 555: Serigala Iblis yang Mengerikan
556
Bab 556: Sebenarnya Tempat Apa Ini?
557
Bab 557: Ikan Naga dan Ekspedisi ke Danau Awan
558
Bab 558: Umpan Cacing dan Pancingan Beruntun
559
Bab 559: Diabaikan Habis-habisan
560
Bab 560: Kesempatan yang Terlewat
561
Bab 561: Wanita yang Akan Segera Meninggal
562
Bab 562: Tempat yang Ajaib
563
Bab 563: Fenomena Aneh
564
Bab 564: Cinta Terkutuk Ini
565
Bab 565: Kehidupan Virtual
566
Bab 566: Warisan Kematian
567
Bab 567: Bukti Kuat Seorang Transmigran
568
Bab 568: Peri Mei
569
Bab 569: Mengangkat Batu Hanya untuk Menjatuhkannya ke Kaki Sendiri
570
Bab 570: Hari Ini, Mei'er Milikmu
571
Bab 571: Wanita Licik
572
Bab 572: Permainan Lain
573
Bab 573: Keluar
574
Bab 574: Taktik yang Mendominasi
575
Bab 575: Apakah Otak Pria Ini Normal?
576
Bab 576: Sepuluh Kematian, Tanpa Kehidupan
577
Bab 577: Pulau Fengyue
578
Bab 578: Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?
579
Bab 579: Bertemu Kembali dengan Pria Itu
580
Bab 580: Taruhan Nekat Feng Qianyue
581
Bab 581: Lin Qian yang Tidak Siap-Siap
582
Bab 582: Bekal Perjalanan Menuju Kematian
583
Bab 583: Hilang selama 100.000 tahun
584
Bab 584: Kau Juga Sudah Kembali?
585
Bab 585: Semakin Aneh Orangnya, Semakin Sulit Ditebak
586
Bab 586: Sekutu yang Tak Terduga
587
Bab 587: Gerbang Kematian
588
Bab 588: Hati yang Berani
589
Bab 589: Hidup yang Tak Bermakna
590
Bab 590: Terlalu Banyak Gaya
591
Bab 591: Satu-Satunya Penghiburan
592
Bab 592: Wajah yang Berubah Seketika
593
Bab 593: Arti Keberadaan Lou Chengsha
594
Bab 594: Satu Telapak Tangan
595
Bab 595: Kehendak Sang Guru
596
Bab 596: Mati dengan Mata Terbelalak
597
Bab 597: Kehidupan Baru di Balik Kematian
598
Bab 598: Sembilan Tahun Bersama Si Kerangka
599
Bab 599: Mimpi yang Tidak Nyambung
600
Bab 600: Cari Mati Susahnya Minta Ampun
601
Bab 601: Panggilan Sang Leluhur
602
Bab 602: Rahasia di Bawah Aula Tiandi
603
Bab 603: Murka Sang Santo
604
Bab 604: Warisan Dua Pusaka
605
Bab 605: Firasat Sang Kakak Senior
606
Bab 606: Rahasia di Balik Dunia Perkotaan
607
Bab 607: Rencana yang Menguntungkan Semua Pihak
608
Bab 608: Mendaftar untuk Mati
609
Bab 609: Salah Paham yang Saling Menghormati
610
Bab 610: Sang Nyonya Racun
611
Bab 611: Terlalu Sempurna untuk Dipercaya
612
Bab 612: Noda Teh yang Menggetarkan Hati
613
Bab 613: Menanti Kabut Beracun
614
Bab 614: Kekecewaan Sang Relawan
615
Bab 615: Rencana Provokasi
616
Bab 616: Sisi Lain Sang Nyonya Racun
617
Bab 617: Sesi Konsultasi yang Aneh
618
Bab 618: Kesalahpahaman Zhang Zhishan
619
Bab 619: Tebakan yang Salah Total
620
Bab 620: Malu Karena Diselamatkan
621
Bab 621: Menyelamatkan Nyawa demi Kegagalan Sendiri
622
Bab 622: Sang Santo Bersikeras Menjaga Rahasia
623
Bab 623: Vonis Setengah Santo yang Tidak Diminta
624
Bab 624: Salah Sasaran
625
Bab 625: Dunia Ini Luas, Aku Harus Pergi Menjelajahinya
626
Bab 626: Kota yang Sedang Dibangun
627
Bab 627: Dua Pewaris yang Menghilang
628
Bab 628: Setitik Cahaya di Tengah Laut
629
Bab 629: Menuai Akibat Keserakahan
630
Bab 630: Membuat Kakak Lin Tertawa
631
Bab 631: Sekarang Hari Apa?
632
Bab 632: Hadiah Kecil, Makna Besar
633
Bab 633: Terobosan Menuju Kesucian
634
Bab 634: Qin Nan, Benarkah Itu Kau?
635
Bab 635: Tanah Pedang Terkubur
636
Bab 636: Sosok Misterius di Makam Pedang
637
Bab 637: Jalan Pulang Melewati Neraka
638
Bab 638: Mengantar Mereka Pulang
639
Bab 639: Rupanya Kami Terlambat
640
Bab 640: Menanti Jam Terakhir
641
Bab 641: Kutukan yang Menghilang
642
Bab 642: Kabut yang Sirna
643
Bab 643: Karung Misterius dari Langit
644
Bab 644: Salah Sasaran, Anak Sekte Wangyue Ketakutan Setengah Mati
645
Bab 645: Ternyata Ada Isinya, Tapi Cuma Segitu
646
Bab 646: Ayah dan Anak, Sama-Sama Kena Batunya
647
Bab 647: Kompetisi Akting, Siapa yang Lebih Berbakat
648
Bab 648: Kaisar Putih Datang Langsung, Gertakan Ini Sudah Kelewatan
649
Bab 649: Kaisar Putih Kembali, Lin Qian Tercengang
650
Bab 650: Kaisar Putih Ternyata Yun Xue, Lin Qian Salah Sasaran
651
Bab 651: Ketika Dua Santa Menunggu di Depan Pintu
652
Bab 652: Momen Paling Membanggakan dalam Hidup Chen Dong
653
Bab 653: Apa yang Sebenarnya Kau Hargai dari Dirinya?
654
Bab 654: Ditolak di Depan Mata, Demi Siapa?
655
Bab 655: Cemburu? Kalau Begitu, Biar Aku Jadi Saingannya
656
Bab 656: Ternyata Dia Rubah Tua yang Licik, Ini Kesempatan Emas
657
Bab 657: Surat Tantangan yang Bikin Salah Paham
658
Bab 658: Terima Kasih, Tapi Tolong Jangan Diulangi
659
Bab 659: Kubongkar Semua Rahasia
660
Bab 660: Giliran Sang Pendekar Pedang Suci?
661
Bab 661: Serangan Pedangku Bahkan Membuat Santo Kewalahan
662
Bab 662: Kesepian di Puncak Kekuatan
663
Bab 663: Lalat yang Mengganggu Ketenangan
664
Bab 664: Kegembiraan Orang Lain, Kesengsaraan Diri Sendiri
665
Bab 665: Malapetaka Besar Sedang Mendekat
666
Bab 666: Kedatangan Dua Kepala Iblis yang Mengerikan
667
Bab 667: Menghancurkan Kekosongan dengan Satu Jari
668
Bab 668: Yang Penting Ada Cewek atau Tidak
669
Bab 669: Kesempatan Besar bagi Keluarga Gu
670
Bab 670: Leluhur yang Berbangga Terlalu Cepat
671
Bab 671: Kemarahan yang Menghancurkan Segalanya
672
Bab 672: Tujuh Orang Suci Melangkah ke Alam Iblis
673
Bab 673: Sang Biksu yang Berpura-pura Lemah
674
Bab 674: Bayang-Bayang yang Lebih Mengerikan
675
Bab 675: Sandiwara Sang Tetua demi Seorang Murid
676
Bab 676: Reaksi yang Tidak Terduga
677
Bab 677: Pertemuan Tak Terduga
678
Bab 678: Rencana yang Berbalik Arah
679
Bab 679: Persaingan Diam-Diam Memperebutkan Calon Murid
680
Bab 680: Sisi Lain Sang Tetua
681
Bab 681: Sang Pecinta Sejati
682
Bab 682: Kultivasi Anak Muda Ini Tidak Buruk
683
Bab 683: Menerima Murid Magang? Lelucon Besar
684
Bab 684: Mi Emas dari Kampung Halaman
685
Bab 685: Kakak Beradik yang Rindu Gengsi
686
Bab 686: Yang Katanya Berbahaya
687
Bab 687: Ternyata Aku yang Jadi Beban
688
Bab 688: Tawar-Menawar Hadiah Balasan
689
Bab 689: Waktunya Membuka Kartu
690
Bab 690: Coba Saja, Kalau Berani Mati
691
Bab 691: Rebutan Pedang Pusaka
692
Bab 692: Iri yang Berlipat Ganda
693
Bab 693: Kode Etik Antar Saudara
694
Bab 694: Tamu dari Luar Bintang Awan
695
Bab 695: Peluang Terselubung Bencana
696
Bab 696: Setengah Suci Dianggap Berbakat?
697
Bab 697: Hanya Tugas Sampingan
698
Bab 698: Rahasia Manman Terbongkar
699
Bab 699: Bertemu Senior Lin Lagi
700
Bab 700: Sosok yang Menghilang
701
Bab 701: Relawan yang Disalahpahami
702
Bab 702: Semua Cuma Gertak Sambal
703
Bab 703: Gerbang Bintang
704
Bab 704: Keberuntungan yang Luar Biasa
705
Bab 705: Ras Iblis Benar-Benar Sudah Dibantai
706
Bab 706: Kodok Raksasa Penutup Langit
707
Bab 707: Sebenarnya Siapa yang Menyerang Siapa?
708
Bab 708: Rahasia di Balik Kodok Peliharaan yang Menggemaskan
709
Bab 709: Rahasia Mengerikan di Balik Sang Kodok
710
Bab 710: Ternyata Sedikit Lebih Kuat
711
Bab 711: Ternyata Dia Seorang Senior Sesungguhnya
712
Bab 712: Ternyata Bukan Cuma "Sedikit" Lebih Kuat
713
Bab 713: Rencana Cerdik Sang Ayah
714
Bab 714: Semangkuk Nasihat dari Sang Ayah
715
Bab 715: Sup Ayam yang Beracun
716
Bab 716: Menyamar dengan Cerdik di Tengah Kekacauan
717
Bab 717: Meski Sudah Tua, Tetap Lebih Cerdik
718
Bab 718: Pemimpin Regu yang Mengerikan
719
Bab 719: Kau Baru Melihat Lapisan Pertama
720
Bab 720: Kelicikan Sang Kepala Iblis
721
Bab 721: Sungguh, Aku Tidak Gila
722
Bab 722: Firasat yang Terasa Janggal
723
Bab 723: Momen Paling Membanggakan dalam Hidup
724
Bab 724: Manusia Biasa Mustahil Bisa Melewati Gerbang Iblis
725
Bab 725: Ekspedisi Berbahaya di Bintang Shuihan
726
Bab 726: Berpencar Mencari Peluang
727
Bab 727: Monster Curian
728
Bab 728: Hasil Panen yang Mengejutkan
729
Bab 729: "Hanya" Seratus Lebih
730
Bab 730: Sarang yang Ditawarkan Sang Pengecut
731
Bab 731: Delapan Iblis Peringkat Surga
732
Bab 732: Jalan Buntu Sang Perencana
733
Bab 733: Titipan untuk Nona Zhongli
734
Bab 734: Berubah Sikap
735
Bab 735: Hadiah dari Orang Tak Dikenal
736
Bab 736: Rencana Kemenangan Wei Zhenfang
737
Bab 737: Upacara Dimulai, Taruhan Dinaikkan
738
Bab 738: Kartu Truf Terakhir
739
Bab 739: Pengkhianatan Wei Zhenfang?
740
Bab 740: Kejutan yang Terlalu Mendadak
741
Bab 741: Kenyataan yang Kejam
742
Bab 742: Lautan Mayat yang Mengguncang Istana Surgawi
743
Bab 743: Amarah Sang Penantang
744
Bab 744: Perintah dari Balik Bambu
745
Bab 745: Rahasia yang Tak Terpecahkan
746
Bab 746: Ayah-Anak Pemindah Batu Bata
747
Bab 747: Kembali dengan Wajah Berbeda
748
Bab 748: Bantuan yang Datang di Saat yang Salah
749
Bab 749: Biarkan Aku yang Mencoba
750
Bab 750: Telapak Tangan Pemindah Batu Bata yang Mengerikan
751
Bab 751: Hadiah yang "Tidak Seberapa
752
Bab 752: Bayang-Bayang Kekuatan yang Tak Terbayangkan
753
Bab 753: Terobosan Tak Terduga
754
Bab 754: Jalan Menuju Kegelapan
755
Bab 755: Dendam yang Membara
756
Bab 756: Satu Tamparan, Seribu Ketakutan
757
Bab 757: Semut yang Ketakutan
758
Bab 758: Jejak yang Tersisa
759
Bab 759: Penindasan di Depan Gerbang
760
Bab 760: Pedang Iblis Hancur oleh Pedang Biasa
761
Bab 761: Melarikan Diri?
762
Bab 762: Dendam Harus Dibayar Lunas
763
Bab 763: Kedatangan Pertama di Bintang Lan
764
Bab 764: Alam Pembuktian Dao yang Sok Berkuasa
765
Bab 765: Masalah Besar Sedang Menanti
766
Bab 766: Ancaman dari Sekte Tianyin
767
Bab 767: Satu Pukulan, Dua Santo Musnah
768
Bab 768: Berlari ke Paviliun Dewa Bulan
769
Bab 769: Salah Lapor Musuh
770
Bab 770: Kesalahan Fatal Sang Ketua Sekte
771
Bab 771: Kesalahpahaman yang Berujung Kejayaan
772
Bab 772: Semuanya Kacau
773
Bab 773: Sosok yang Sesungguhnya
774
Bab 774: Ujian bagi Sang Tetua Baru
775
Bab 775: Kekuatan Mengerikan di Balik Paviliun Dewa Bulan
776
Bab 776: Kemunculan Sang Artefak Ilahi
777
Bab 777: Andai Bisa Menatap Wajah Tuan Lin, Hidup Ini Tak Akan Sia-sia
778
Bab 778: Bintang Beku dan Sang Tuan Muda yang Bosan
779
Bab 779: Serakah Tanpa Batas
780
Bab 780: Kesombongan yang Berujung Petaka
781
Bab 781: Sang Kapten Turun Tangan
782
Bab 782: Ambisi yang Semakin Membesar
783
Bab 783: Ikan Asin yang Ternyata Berbahaya
784
Bab 784: Pukulan Biasa yang Ternyata Tidak Biasa
785
Bab 785: Baju Olahraga Seharga Lima Belas Yuan
786
Bab 786: Amarah Seorang Pemburu Diskon
787
Bab 787: Kesempatan Emas untuk Mati dengan Terhormat
788
Bab 788: Tekad yang Disalahpahami
789
Bab 789: Rencana Pemusnahan yang Sudah Dekat
790
Bab 790: Jebakan yang Sia-Sia
791
Bab 791: Kenapa Kita Diam Saja?
792
Bab 792: Semuanya Hanya Ikan Kecil
793
Bab 793: Bersujud Kepada Siapa?
794
Bab 794: Senior Misterius yang Menggemparkan
795
Bab 795: Kesalahpahaman yang Membesar
796
Bab 796: Pakar dari Paviliun Dewa Bulan
797
Bab 797: Sambutan Pribadi Sang Ketua Paviliun
798
Bab 798:Ternyata Pakar Misterius Itu Diriku Sendiri
799
Bab 799: Panggilan dari Kejauhan
800
Bab 800: Peluang Menuju Kekuatan Misterius
801
Bab 801: Kedatangan Sang Legenda
802
Bab 802: Rahasia di Balik Kekuatan Sekte
803
Bab 803: Pingsan di Hadapan Lin Qian
804
Bab 804: Tetua Lin adalah Tuan.
805
Bab 805: Suasana Sekte yang Terlalu Damai
806
Bab 806: Menuju Lautan Kejahatan
807
Bab 807: Uji Kekuatan di Aula Pulau Hitam
808
Bab 808: Sarang Penjahat di Pulau Matahari
809
Bab 809: Persiapan Menuju Lelang
810
Bab 810: Rumput Penekan Jiwa Muncul
811
Bab 811: Pengacau di Tengah Pesta
812
Bab 812: Ketenangan yang Menggetarkan
813
Bab 813: Salam Hormat yang Tak Terduga
814
Bab 814: Kebohongan yang Meyakinkan
815
Bab 815: Kebenaran di Balik Rumor
816
Bab 816: Perhitungan di Balik Kekalahan
817
Bab 817: Salah Sasaran yang Menghebohkan
818
Bab 818: Salah Sangka di Penginapan Reyot
819
Bab 819: Hadiah yang Berbalik Arah
820
Bab 820: Kejutan yang Tak Masuk Akal
821
Bab 821: Persaingan Memberi Hadiah
822
Bab 822: Danau di Balik Kabut
823
Bab 823: Uang Kristal Abadi Melayang demi Sekali Mancing
824
Bab 824: Amatir yang Ternyata Punya Rencana
825
Bab 825: Melawan Peruntungan Danau Salju
826
Bab 826: Berpura-pura Bodoh untuk Menipu Semua Orang
827
Bab 827: Biarkan yang Lain Ikut Menjilat
828
Bab 828: Pria yang Tidak Takut Siapa Pun
829
Bab 829: Ikan Mahal Jadi Ikan Bakar
830
Bab 830: Meninggalkan Kegelapan Menuju Cahaya
831
Bab 831: Keajaiban Ikan Bakar
832
Bab 832: Peluang Besar di Balik Sisa Tulang Ikan
833
Bab 833: Jalan yang Terang
834
Bab 834: Ketua Sekte yang Ditinggalkan
835
Bab 835: Perencana yang Kena Tipu Sendiri
836
Bab 836: Zaman Sudah Berubah
837
Bab 837: Menuai Apa yang Ditabur
838
Bab 838: Monster Berusia Sepuluh Ribu Tahun
839
Bab 839: Undangan Sang Penguasa Pulau
840
Bab 840: Undangan Maut dari Penguasa Pulau
841
Bab 841: Monster Berusia Sepuluh Ribu Tahun yang Salah Menilai
842
Bab 842: Si Penjilat Ulung
843
Bab 843: Sekte Lima Elemen Mulai Bergerak
844
Bab 844: Awan Terbelah, Bulan Pun Tampak
845
Bab 845: Pekerja Lepas Tanpa Bayaran
846
Bab 846: Biar Saya yang Coba
847
Bab 847: Cukup Layak Jadi Lawan
848
Bab 848: Membakar Jembatan
849
Bab 849: Kekuatan Adalah Segalanya
850
Bab 850; Panggung Penentu: Kartu As Tersembunyi
851
Bab 851: Berani Menantang Semua Orang Sendirian
852
Bab 852: Kaburnya Sang Jangkrik Emas
853
Bab 853: Peluang untuk Membalikkan Kekalahan
854
Bab 854: Pertemuan Tak Terduga
855
Bab 855: Semuanya Bagai Permainan Anak-Anak
856
Bab 856: Persembahan Seratus Tahun
857
Bab 857: Takdir yang Tak Terhindarkan
858
Bab 858: Dirasuki Semangat Nekat
859
Bab 859: Bertahan di Ambang Jurang
860
Bab 860: Fajar
861
Bab 861: Satu Orang Mengguncang Seluruh Pulau
862
Bab 862: Pahlawan Sejati
863
Bab 863: Satu-satunya Kesempatan
864
Bab 864: Kekuatan Mutlak
865
Bab 865: Mata Ganti Mata
866
Bab 866: Amukan yang Tak Terduga
867
Bab 867: Tamu Aneh dari Langit
868
Bab 868: Persiapan di Balik Layar
869
Bab 869: Sang Kaisar Turun Tangan
870
Bab 870: Mencari Bala Bantuan
871
Bab 871: Sahabat Lama dari Laut Utara
872
Bab 872: Tidak Ada yang Bisa Diandalkan
873
Bab 873: Sang Guru
874
Bab 874: Nasihat Sang Kepiting Tua
875
Bab 875: Tiga Tamu Tak Terduga
876
Bab 876: Ancaman yang Tersembunyi
877
Bab 877: Aksi Panik Penuh Perhitungan
878
Bab 878: Manuver yang Tak Terduga dari Tuan Lin
879
Bab 879: Kepiting Tua yang Jenius
880
Bab 880: Kambing Hitam yang Sempurna
881
Bab 881: Sumpah Kesetiaan yang Praktis
882
Bab 882: Jangan Remehkan Orang Tua
883
Bab 883: Siapa yang Berani
884
Bab 884: Ternyata Badut Itu Adalah Aku Sendiri
885
Bab 885: Memohon di Bawah Cahaya Bulan
886
Bab 886: Barisan Megah yang Berujung Sujud
887
Bab 887: Karma Datang Tepat Waktu
888
Bab 888: Bayangan Iblis di Kamar Sang Santa
889
Bab 889: Kematian yang Menyisakan Peringatan
890
Bab 890: Buruan Ras Iblis
891
Bab 891: Umpan yang Terlalu Percaya Diri
892
Bab 892: Sosok Apa Sebenarnya Dirimu
893
Bab 893: Kota Berbahaya di Malam Hari
894
Bab 894: Pria yang Tidak Tahu Takut
895
Bab 895: Repot-Repot Khawatir untuk Apa
896
Bab 896: Jangan Sekali-Kali Memancing Kawanan Anjing
897
Bab 897: Bencana Datang Menerjang
898
Bab 898: Apakah Ini Masih Bisa Disebut Manusiawi?
899
Bab 899: Urusan yang Tidak Bisa Ditunda
900
Bab 900: Gebrakan yang Menggetarkan Kota Huangshuig
901
Bab 901: Menuju Negeri Para Dewa yang Jatuh
902
Bab 902: Bertemu Musuh Lama di Kapal
903
Bab 903: Turun dari Kapal, Cari Mati Lagi
904
Bab 904: Badai Hukuman Surgawi
905
Bab 905: Kembali dengan Gemilang
906
Bab 906: Hidup yang Membosankan di Tengah Ancaman Palsu
907
Bab 907: Sosok yang Tak Boleh Diusik
908
Bab 908: Rencana Licik yang Berantakan
909
Bab 909: Sambutan Tak Terduga
910
Bab 910: Terjun ke Neraka
911
Bab 911: Sesama Penderita di Ujung Dunia
912
Bab 912: Penjahat yang Terlalu Banyak Gaya
913
Bab 913: Keadaan Telah Berbalik
914
Bab 914: Tambang Rahasia yang Diincar
915
Bab 915: Salah Paham Seharga Miliaran
916
Bab 916: Bonus Layanan Purna Jual
917
Bab 917: Sahabat Sejiwa di Meja Anggur
918
Bab 918: Rahasia Sang Penguasa Laut
919
Bab 919: Cangkang Kura-Kura sebagai Tanda Persahabatan
920
Bab 920: Sombongnya Tuan Muda dari Istana Yunshen
921
Bab 921: Kau Boleh Mulai Duluan
922
Bab 922: Serangan yang Sia-Sia
923
Bab 923: Seberapa Kuat Ayahmu?
924
Bab 924: Upah Setimpal untuk Tuan Muda
925
Bab 925: Badai yang Datang Tiba-Tiba
926
Bab 926: Petunjuk yang Menyelamatkan
927
Bab 927: Turun Tangan Sendiri
928
Bab 928: Amukan Tetua Liu
929
Bab 929: Satu Tebasan Membungkam Langit
930
Bab 930: Bertarung Sampai Titik Darah Penghabisan
931
Bab 931: Bertarung Sampai Titik Darah Penghabisan
932
Bab 932: Kekuatan Mutlak Melampaui Segalanya
933
Bab 933: Anak Muda yang Tak Kenal Takut
934
Bab 934: Ternyata Junior yang Ditakuti Itu Adalah Dirinya Sendiri
935
Bab 935: Niat Pedang yang Mengguncang Alam Kehancuran Setengah Langkah
936
Bab 936: Rencana Balas Dendam Sang Ayah
937
Bab 937: Perangkap di Gurun Tandus
938
Bab 938: Rencana yang Berantakan
939
Bab 939: Kepercayaan Diri yang Runtuh
940
Bab 940: Sekutu dari Klan Laut
941
Bab 941: Sekutu Rahasia dari Klan Laut
942
Bab 942: Wajah yang Dikenali
943
Bab 943: Ketakutan yang Terungkap
944
Bab 944: Rencana yang Berbalik Arah
945
Bab 945: Umpan yang Dilepaskan
946
Bab 946: Kedatangan yang Mengejutkan
947
Bab 947: Ternyata Cuma Pertunjukan
948
Bab 948: Istana yang Kosong
949
Bab 949: Penguasa Bintang Tak Berdaya
950
Bab 950: Kesombongan yang Runtuh
951
Bab 951: Warisan Tak Diminta
952
Bab 952: Mantan Penguasa Bintang Jadi Kuli Bangunan
953
Bab 953: Utusan Bintang Zi Salah Pilih Lawan
954
Bab 954: Ternyata Cuma Masalah Kecil
955
Bab 955: Pengakuan Dosa Sang Dewa Pedang
956
Bab 956: Salah Duga, Malah Dipuji
957
Bab 957: Badai yang Datang Tiba-Tiba
958
Bab 958: Rencana Cari Mati yang Selalu Gagal
959
Bab 959: Cuma Segitu Kemampuanmu?
960
Bab 960: Salah Dengar, Yang Patah Justru An Shixuan
961
Bab 961: Nama Baru di Peringkat Surga
962
Bab 962: Harga Sebuah Keadilan
963
Bab 963: Persoalan yang Dianggap Selesai
964
Bab 964: Ternyata Bukan Ruang Harta Karun
965
Bab 965: Layak Dicoba
966
Bab 966: Monster Tua dari Ras Iblis
967
Bab 967: Sahabat Baru di Tempat Terkutuk
968
Bab 968: Terjebak Menjadi Harapan
969
Bab 969: Warisan Pedang Dewa
970
Bab 970: Sang Legenda yang Terlupakan
971
Bab 971: Iblis Bermuka Dua yang Mengecewakan
972
Bab 972: Terlalu Malu untuk Menatap Wajahnya Sendiri
973
Bab 973: Satu Tebasan Membelah Penjara
974
Bab 974: Pulau Fengxue Bergetar
975
Bab 975: Kediaman yang Diambil Alih
976
Bab 976: Keunggulan Ada di Tanganku
977
Bab 977: Sekadar Batu Loncatan
978
Bab 978: Terlalu Ceroboh
979
Bab 979: Tamu yang Ditunggu
980
Bab 980: Kebenaran di Balik Perseteruan
981
Bab 981: Perangkap yang Berbalik Arah
982
Bab 982: Firasat Buruk
983
Bab 983: Semut dari Bintang Fana
984
Bab 984: Dua Puluh Jam
985
Bab 985: Perjanjian Dua Sahabat
986
Bab 986: Medan Perang yang Sudah Sepi
987
Bab 987: Kepasrahan Sang Penguasa
988
Bab 988: Kehidupan Sederhana yang Berharga
989
Bab 989: Tawaran dari Pemimpin Klan
990
Bab 990: Sekadar Bakat Biasa
991
Bab 991: Ajakan ke Gunung
992
Bab 992: Perjalanan ke Gunung Qingmang
993
Bab 993: Harimau Yao Pengikis Bulan
994
Bab 994: Dilema Sang Kapten
995
Bab 995: Harimau yang Menyedihkan
996
Bab 996: Rezeki Nomplok
997
Bab 997: Sang Nona Kota Ye Tiba
998
Bab 998: Sarjana yang Tak Gentar
999
Bab 999: Ternyata Kau Rupanya
1000
Bab 1000: Kepergian yang Tergesa-gesa
1001
Bab 1001: Sang Raja Kota Turun Tangan
1002
Bab 1002: Kedatangan Sang Raja Kota
1003
Bab 1003: Uji Coba Sang Penguasa Kota
1004
Bab 1004: Sujud di Halaman Sempit
1005
Bab 1005: Perpisahan di Bawah Bintang
1006
Bab 1006: Penculikan Sang Iblis Wanita
1007
Bab 1007: Kebenaran yang Menghancurkan Dunia
1008
Bab 1008: Jejak Sang Pembantai Misterius
1009
Bab 1009: Manusia yang Tidak Takut Roh Gaib
1010
Bab 1010: Menunggu di Sungai Qing
1011
Bab 1011: Kebohongan yang Rapi
1012
Bab 1012: Kekuatan di Luar Nalar
1013
Bab 1013: Dunia dalam Kepanikan
1014
Bab 1014: Satu Orang Membalikkan Keadaan
1015
Bab 1015: Petunjuk Tentang Sang Legenda
1016
Bab 1016: Dunia yang Tak Lagi Sama
1017
Bab 1017: Reuni Tak Diharapkan
1018
Bab 1018: Ke Mana Perginya Manusia yang Bermasalah?
1019
Bab 1019: Zona Terlarang yang Sunyi
1020
Bab 1020: Kesepakatan yang Cepat Selesai
1021
Bab 1021: Pertemuan dengan Kakak Han
1022
Bab 1022: Kutukan Kuno yang Menyegel Bintang Biru
1023
Bab 1023: Rantai yang Mengunci Bintang Biru
1024
Bab 1024: Memancing di Danau Utara
1025
Bab 1025: Guru Abadi Yuheng
1026
Bab 1026: Kemunculan Sang Roh Danau
1027
Bab 1027: Sosok di Balik Layar
1028
Bab 1028: Jantung Dunia di Tangan
1029
Bab 1029: Bayang-Bayang Kematian di Depan Mata
1030
Bab 1030: Pilihan Sang Penguasa Kota
1031
Bab 1031: Keputusasaan yang Menyelimuti
1032
Bab 1032: Kaisar Bela Diri?
1033
Bab 1033: Kaisar yang Bersembunyi di Balik Pondok Jerami
1034
Bab 1034: Istana Bintang Turun ke Dunia Fana
1035
Bab 1035: Kekuatan Tuan Lin Menembus Langit
1036
Bab 1036: Perjamuan Para Dewa di Kedai Teh
1037
Bab 1037: Kesempatan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1038
Bab 1038: Terkuat Sejak Awal
1039
Bab 1039: Kepulangan
1040
Bab 1040: Dasar Bajingan
1041
Bab 1041: Ide Cemerlang Yang Mulia
1042
Bab 1042: Penguasa Bintang Turun
1043
Bab 1043: Akting Sempurna
1044
Bab 1044: Reuni Teman Lama
1045
Bab 1045: Kabar yang Tak Terduga
1046
Bab 1046: Umpan yang Sempurna
1047
Bab 1047: Membunuh Ayam untuk Memperingatkan Monyet
1048
Bab 1048: Sebenarnya Siapa Orang Ini?
1049
Bab 1049: Alasan Raja Bintang Long Tian
1050
Bab 1050: Tidak Mau Bermain Sesuai Aturan
1051
Bab 1051: Bertemu Serigala Setelah Lolos dari Harimau
1052
Bab 1052: Musuh Besar Ras Iblis
1053
Bab 1053: Skema Daging Pahit
1054
Bab 1054: Untuk Mendapatkan Sesuatu, Harus Ada yang Dikorbankan
1055
Bab 1055: Siapa yang Sebenarnya Takut pada Siapa?
1056
Bab 1056: Kemenangan Sudah di Depan Mata
1057
Bab 1057: Terjebak dalam Skema Sendiri
1058
Bab 1058: Jangan-Jangan Akulah yang Tertipu?
1059
Bab 1059: Hmph, Empat Bocah Kecil
1060
Bab 1060: Rencana yang (Tidak) Brilian
1061
Bab 1061: Rekan Setim yang Menjebak dari Dalam
1062
Bab 1062: Kebangkitan Para Leluhur
1063
Bab 1063: Kami Akan Turun Tangan Sendiri
1064
Bab 1064: Sesuai Dugaan
1065
Bab 1065: Ini Namanya Pemberontakan
1066
Bab 1066: Bakat yang Luar Biasa
1067
Bab 1067: Jangan Salahkan Ketua Ini Karena Menindas yang Lebih Muda
1068
Bab 1068: Pedang Macam Apa Ini!
1069
Bab 1069: Sesuatu yang Besar Akan Terjadi
1070
Bab 1070: Langit Sudah Ditembus!
1071
Bab 1071: Kesempatan Sekali dalam Seribu Tahun
1072
Bab 1072: Ledakan Sang Gila
1073
Bab 1073: Dalang di Balik Semuanya
1074
Bab 1074: Ombak Baru Menggulung Ombak Lama
1075
Bab 1075: Katak dalam Sumur
1076
Bab 1076: Wawasan yang Sempit
1077
Bab 1077: Rezeki Nomplok Tak Terduga
1078
Bab 1078: Umpan yang Dilempar ke dalam Perangkap
1079
Bab 1079: Semua Orang Aktor Ulung
1080
Bab 1080: Kartu As Tertinggi Hanya Sebatas Ini
1081
Bab 1081: Jadi, Dia Bukan Petarung Terkuat?
1082
Bab 1082: Kunci Kemenangan
1083
Bab 1083: Siapa Bilang Tak Punya Kemampuan Ilahi?
1084
Bab 1084: Dao Sang Tuan Lu
1085
Bab 1085: Ketua Lu Turun Tangan
1086
Bab 1086: Sang Pedang Sembilan Surga
1087
Bab 1087: Sang Legenda Kembali
1088
Bab 1088: Totem, Tolong Aku
1089
Bab 1089: Tuhan Malapetaka Abadi
1090
Bab 1090: Kultivasi Macam Apa Ini Sebenarnya?
1091
Bab 1091: Ternyata Tubuh Fana Tidak Buruk Juga
1092
Bab 1092: Siapa Sebenarnya Penyerang Ini?
1093
Bab 1093: Musuh Bebuyutan
1094
Bab 1094: Alam Mimpi
1095
Bab 1095: Mutiara Lautan Bintang
1096
Bab 1096: Toko yang Penuh Perhitungan
1097
Bab 1097: Harapan Sudah di Depan Mata
1098
Bab 1098: Kehidupan yang Sempurna
1099
Bab 1099: Sumur Tua, Pohon Muda
1100
Bab 1100: Pertemuan yang Tak Terduga
1101
Bab 1101: Utang Satu Tael Perak
1102
Bab 1102: Satu Guci Anggur, Seribu Kenangan
1103
Bab 1103: Pengkhianatan Tanah Suci
1104
Bab 1104: Jadi Musuh Dunia, Kenapa Tidak?
1105
Bab 1105: Batas Para Dewa
1106
Bab 1106: Penguasa Seratus Langit
1107
Bab 1107: Saatnya Kembali
1108
Bab 1108: Sabar Menunggu, Sia-sia Menanti
1109
Bab 1109: Kegelapan yang Tak Berujung
1110
Bab 1110: Secercah Harapan di Tengah Kegelapan
1111
Bab 1111: Tamu Tak Diundang
1112
Bab 1112: Darah yang Berbeda Warna
1113
Bab 1113: Kebangkitan Para Jenius
1114
Bab 1114: Ayo Kerjakan Satu Pekerjaan
1115
Bab 1115: Berdirinya Sekte Baru
1116
Bab 1116: Ikan Besar Memangsa Ikan Kecil
1117
Bab 1117: Menuntut Pertanggungjawaban
1118
Bab 1118: Menyerbu Gerbang
1119
Bab 1119: Runtuhnya Sekte Pedang Emas
1120
Bab 1120: Firasat Buruk
1121
Bab 1121: Bayangan dari Gunung Yandang
1122
Bab 1122: Perang Gerilya
1123
Bab 1123: Fondasi Tersembunyi Sekte Tianyuan
1124
Bab 1124: Infiltrasi Malam
1125
Bab 1125: Musuh Selalu Berpapasan
1126
Bab 1126: Berani Sekali Anak Ini!
1127
Bab 1127: Nama yang Mulai Terkenal
1128
Bab 1128: Membalas dengan Cara yang Sama
1129
Bab 1129: Bertemu Sesama Iblis
1130
Bab 1130: Panen Besar
1131
Bab 1131: Mau Bergabung?
1132
Bab 1132: Nama yang Mengguncang Dunia
1133
Bab 1133: Ujian yang Tidak Perlu
1134
Bab 1134: Seratus Sekte Bersujud Hormat
1135
Bab 1135: Balas Dendam yang Manis
1136
Bab 1136: Kepulangan Sang Algojo Sekte
1137
Bab 1137: Perang Besar di Depan Gerbang Suci
1138
Bab 1138: Kehancuran Tanah Suci
1139
Bab 1139: Sampai Jumpa Lagi, Saudaraku
1140
Bab 1140: Guncangan di Makam Pedang Hampa
1141
Bab 1141: Delapan Tahun Menanti
1142
Bab 1142: Terbangun Tanpa Ingatan
1143
Bab 1143: Nama Baru, A-Dai
1144
Bab 1144: Guru dan Murid
1145
Bab 1145: Pertemuan yang Tak Disengaja
1146
Bab 1146: Tamu Tak Terduga
1147
Bab 1147: Permohonan Sang Putra Mahkota
1148
Bab 1148: Perpisahan yang Berat
1149
Bab 1149: Menyusup ke Istana Pangeran
1150
Bab 1150: Sepuluh Ribu Tahun Menanti
1151
Bab 1151: Bayangan di Balik Awan Merah Muda
1152
Bab 1152: Serbuan dari Gerbang Langit
1153
Bab 1153: Musuh yang Tak Kenal Takut Mati
1154
Bab 1154: Tekad yang Tak Tergoyahkan
1155
Bab 1155: Peluang Hidup yang Tipis
1156
Bab 1156: Retakan yang Tak Kunjung Sembuh
1157
Bab 1157: Jalan Terakhir
1158
Bab 1158: Titik Kritis
1159
Bab 1159: Bala Bantuan dari Langit
1160
Bab 1160: Ayah dan Anak yang Terpisah Lama
1161
Bab 1161: Kekayaan yang Tak Terduga
1162
Bab 1162: Membuka Gudang Rongsokan
1163
Bab 1163: Gerbang Senjata Suci
1164
Bab 1164: Anjing Kampung Berani dari Mana Ini?
1165
Bab 1165: Nikmatnya Punya Saudara Seperjuangan
1166
Bab 1166: Tamu dari Aula Terpencil
1167
Bab 1167: Munculnya Bulan Merah
1168
Bab 1168: Sang Penguasa Bulan Merah
1169
Bab 1169: Pembalasan Berdarah
1170
Bab 1170: Menyerang Jantung Naga
1171
Bab 1171: Bos Memang Sangat Cekatan!
1172
Bab 1172: Pembunuhan Seketika
1173
Bab 1173: Semua Terbunuh
1174
Bab 1174: Buktikan Kekompakan Kalian
1175
Bab 1175: Ujian Empat Saudara
1176
Bab 1176: Ucapkan Kami Selamat Tinggal
1177
Bab 1177: Jalan Terakhir untuk Bertahan
1178
Bab 1178: Taruhan Nyawa untuk Sebuah Ikatan
1179
Bab 1179: Rahasia Terakhir
1180
Bab 1180: Kelahiran Kembali dari Abu
1181
Bab 1181: Dunia yang Lahir dari Kesadaran
1182
Bab 1182: Kebangkitan Sang Penguasa
1183
Bab 1183: Kehidupan Sederhana di Kota Kecil
1184
Bab 1184: Kehangatan di Kota Kecil
1185
Bab 1185: Panggilan dari Langit
1186
Bab 1186: Titah Pemurnian
1187
Bab 1187: Kelahiran Kembali Dunia
1188
Bab 1188: Sisa yang Belum Selesai
1189
Bab 1189: Impian Menjadi Pakar Roh Bela Diri
1190
Bab 1190: Ranting Cendana dan Pedang Terhunus
1191
Bab 1191: Kutukan Tiga Puluh Tahun
1192
Bab 1192: Kenangan Termanis di Dapur
1193
Bab 1193: Membela Adik
1194
Bab 1194: Membuktikan Diri Sendiri
1195
Bab 1195: Pertaruhan di Atas Ring
1196
Bab 1196: Persatuan Manusia dan Pedang
1197
Bab 1197: Anggur untuk Merayakan
1198
Bab 1198: Tanah Gersang
1199
Bab 1199: Pengabdian Seratus Ribu Tahun
1200
Bab 1200: Tanpa Penyesalan
1201
Bab 1201: Berkelana dalam Bentuk Lain
1202
Bab 1202: Kedatangan Hari Ini, untuk Memenuhi Janji
1203
Bab 1203: Jubah Hijau
1204
Bab 1204: Hari Pernikahan Agung
1205
Bab 1205: Konsultasi dengan Sang Guru
1206
Bab 1206: Kekuatan yang Melampaui Semangat Bela Diri
1207
Bab 1207: Naga dan Phoenix Membawa Kemakmuran
1208
Bab 1208: Biksu Bisa Lari, tetapi Kuilnya Tidak
1209
Bab 1209: Waktu yang Baik Telah Tiba
1210
Bab 1210: Damai dan Penuh Sukacita
1211
Bab 1211: Masih Pasar Basah yang Sama
1212
Reuni Para Saudara Seperguruan di Pulau Bayangan
1213
Bab 1213; Pesta Reuni di Tepi Danau Pulau Bayangan
1214
Bab 1214: Sang Murid Keseratus
1215
Bab 1215: Kodok Itu Pergi Menelan Lubang Hitam
1216
Bab 1216: Sang Ahli Strategi Berkepala Anjing
1217
Bab 1217: Terburu-buru Menuju Reinkarnasi
1218
Bab 1218: Kembali ke Masa Lalu
1219
Bab 1219: Menyambut Kehidupan Cahaya yang Baru
1219
Bab 1219: Menyambut Kehidupan Cahaya yang Baru
1218
Bab 1218: Kembali ke Masa Lalu
1217
Bab 1217: Terburu-buru Menuju Reinkarnasi
1216
Bab 1216: Sang Ahli Strategi Berkepala Anjing
1215
Bab 1215: Kodok Itu Pergi Menelan Lubang Hitam
1214
Bab 1214: Sang Murid Keseratus
1213
Bab 1213; Pesta Reuni di Tepi Danau Pulau Bayangan
1212
Reuni Para Saudara Seperguruan di Pulau Bayangan
1211
Bab 1211: Masih Pasar Basah yang Sama
1210
Bab 1210: Damai dan Penuh Sukacita
1209
Bab 1209: Waktu yang Baik Telah Tiba
1208
Bab 1208: Biksu Bisa Lari, tetapi Kuilnya Tidak
1207
Bab 1207: Naga dan Phoenix Membawa Kemakmuran
1206
Bab 1206: Kekuatan yang Melampaui Semangat Bela Diri
1205
Bab 1205: Konsultasi dengan Sang Guru
1204
Bab 1204: Hari Pernikahan Agung
1203
Bab 1203: Jubah Hijau
1202
Bab 1202: Kedatangan Hari Ini, untuk Memenuhi Janji
1201
Bab 1201: Berkelana dalam Bentuk Lain
1200
Bab 1200: Tanpa Penyesalan
1199
Bab 1199: Pengabdian Seratus Ribu Tahun
1198
Bab 1198: Tanah Gersang
1197
Bab 1197: Anggur untuk Merayakan
1196
Bab 1196: Persatuan Manusia dan Pedang
1195
Bab 1195: Pertaruhan di Atas Ring
1194
Bab 1194: Membuktikan Diri Sendiri
1193
Bab 1193: Membela Adik
1192
Bab 1192: Kenangan Termanis di Dapur
1191
Bab 1191: Kutukan Tiga Puluh Tahun
1190
Bab 1190: Ranting Cendana dan Pedang Terhunus
1189
Bab 1189: Impian Menjadi Pakar Roh Bela Diri
1188
Bab 1188: Sisa yang Belum Selesai
1187
Bab 1187: Kelahiran Kembali Dunia
1186
Bab 1186: Titah Pemurnian
1185
Bab 1185: Panggilan dari Langit
1184
Bab 1184: Kehangatan di Kota Kecil
1183
Bab 1183: Kehidupan Sederhana di Kota Kecil
1182
Bab 1182: Kebangkitan Sang Penguasa
1181
Bab 1181: Dunia yang Lahir dari Kesadaran
1180
Bab 1180: Kelahiran Kembali dari Abu
1179
Bab 1179: Rahasia Terakhir
1178
Bab 1178: Taruhan Nyawa untuk Sebuah Ikatan
1177
Bab 1177: Jalan Terakhir untuk Bertahan
1176
Bab 1176: Ucapkan Kami Selamat Tinggal
1175
Bab 1175: Ujian Empat Saudara
1174
Bab 1174: Buktikan Kekompakan Kalian
1173
Bab 1173: Semua Terbunuh
1172
Bab 1172: Pembunuhan Seketika
1171
Bab 1171: Bos Memang Sangat Cekatan!
1170
Bab 1170: Menyerang Jantung Naga
1169
Bab 1169: Pembalasan Berdarah
1168
Bab 1168: Sang Penguasa Bulan Merah
1167
Bab 1167: Munculnya Bulan Merah
1166
Bab 1166: Tamu dari Aula Terpencil
1165
Bab 1165: Nikmatnya Punya Saudara Seperjuangan
1164
Bab 1164: Anjing Kampung Berani dari Mana Ini?
1163
Bab 1163: Gerbang Senjata Suci
1162
Bab 1162: Membuka Gudang Rongsokan
1161
Bab 1161: Kekayaan yang Tak Terduga
1160
Bab 1160: Ayah dan Anak yang Terpisah Lama
1159
Bab 1159: Bala Bantuan dari Langit
1158
Bab 1158: Titik Kritis
1157
Bab 1157: Jalan Terakhir
1156
Bab 1156: Retakan yang Tak Kunjung Sembuh
1155
Bab 1155: Peluang Hidup yang Tipis
1154
Bab 1154: Tekad yang Tak Tergoyahkan
1153
Bab 1153: Musuh yang Tak Kenal Takut Mati
1152
Bab 1152: Serbuan dari Gerbang Langit
1151
Bab 1151: Bayangan di Balik Awan Merah Muda
1150
Bab 1150: Sepuluh Ribu Tahun Menanti
1149
Bab 1149: Menyusup ke Istana Pangeran
1148
Bab 1148: Perpisahan yang Berat
1147
Bab 1147: Permohonan Sang Putra Mahkota
1146
Bab 1146: Tamu Tak Terduga
1145
Bab 1145: Pertemuan yang Tak Disengaja
1144
Bab 1144: Guru dan Murid
1143
Bab 1143: Nama Baru, A-Dai
1142
Bab 1142: Terbangun Tanpa Ingatan
1141
Bab 1141: Delapan Tahun Menanti
1140
Bab 1140: Guncangan di Makam Pedang Hampa
1139
Bab 1139: Sampai Jumpa Lagi, Saudaraku
1138
Bab 1138: Kehancuran Tanah Suci
1137
Bab 1137: Perang Besar di Depan Gerbang Suci
1136
Bab 1136: Kepulangan Sang Algojo Sekte
1135
Bab 1135: Balas Dendam yang Manis
1134
Bab 1134: Seratus Sekte Bersujud Hormat
1133
Bab 1133: Ujian yang Tidak Perlu
1132
Bab 1132: Nama yang Mengguncang Dunia
1131
Bab 1131: Mau Bergabung?
1130
Bab 1130: Panen Besar
1129
Bab 1129: Bertemu Sesama Iblis
1128
Bab 1128: Membalas dengan Cara yang Sama
1127
Bab 1127: Nama yang Mulai Terkenal
1126
Bab 1126: Berani Sekali Anak Ini!
1125
Bab 1125: Musuh Selalu Berpapasan
1124
Bab 1124: Infiltrasi Malam
1123
Bab 1123: Fondasi Tersembunyi Sekte Tianyuan
1122
Bab 1122: Perang Gerilya
1121
Bab 1121: Bayangan dari Gunung Yandang
1120
Bab 1120: Firasat Buruk
1119
Bab 1119: Runtuhnya Sekte Pedang Emas
1118
Bab 1118: Menyerbu Gerbang
1117
Bab 1117: Menuntut Pertanggungjawaban
1116
Bab 1116: Ikan Besar Memangsa Ikan Kecil
1115
Bab 1115: Berdirinya Sekte Baru
1114
Bab 1114: Ayo Kerjakan Satu Pekerjaan
1113
Bab 1113: Kebangkitan Para Jenius
1112
Bab 1112: Darah yang Berbeda Warna
1111
Bab 1111: Tamu Tak Diundang
1110
Bab 1110: Secercah Harapan di Tengah Kegelapan
1109
Bab 1109: Kegelapan yang Tak Berujung
1108
Bab 1108: Sabar Menunggu, Sia-sia Menanti
1107
Bab 1107: Saatnya Kembali
1106
Bab 1106: Penguasa Seratus Langit
1105
Bab 1105: Batas Para Dewa
1104
Bab 1104: Jadi Musuh Dunia, Kenapa Tidak?
1103
Bab 1103: Pengkhianatan Tanah Suci
1102
Bab 1102: Satu Guci Anggur, Seribu Kenangan
1101
Bab 1101: Utang Satu Tael Perak
1100
Bab 1100: Pertemuan yang Tak Terduga
1099
Bab 1099: Sumur Tua, Pohon Muda
1098
Bab 1098: Kehidupan yang Sempurna
1097
Bab 1097: Harapan Sudah di Depan Mata
1096
Bab 1096: Toko yang Penuh Perhitungan
1095
Bab 1095: Mutiara Lautan Bintang
1094
Bab 1094: Alam Mimpi
1093
Bab 1093: Musuh Bebuyutan
1092
Bab 1092: Siapa Sebenarnya Penyerang Ini?
1091
Bab 1091: Ternyata Tubuh Fana Tidak Buruk Juga
1090
Bab 1090: Kultivasi Macam Apa Ini Sebenarnya?
1089
Bab 1089: Tuhan Malapetaka Abadi
1088
Bab 1088: Totem, Tolong Aku
1087
Bab 1087: Sang Legenda Kembali
1086
Bab 1086: Sang Pedang Sembilan Surga
1085
Bab 1085: Ketua Lu Turun Tangan
1084
Bab 1084: Dao Sang Tuan Lu
1083
Bab 1083: Siapa Bilang Tak Punya Kemampuan Ilahi?
1082
Bab 1082: Kunci Kemenangan
1081
Bab 1081: Jadi, Dia Bukan Petarung Terkuat?
1080
Bab 1080: Kartu As Tertinggi Hanya Sebatas Ini
1079
Bab 1079: Semua Orang Aktor Ulung
1078
Bab 1078: Umpan yang Dilempar ke dalam Perangkap
1077
Bab 1077: Rezeki Nomplok Tak Terduga
1076
Bab 1076: Wawasan yang Sempit
1075
Bab 1075: Katak dalam Sumur
1074
Bab 1074: Ombak Baru Menggulung Ombak Lama
1073
Bab 1073: Dalang di Balik Semuanya
1072
Bab 1072: Ledakan Sang Gila
1071
Bab 1071: Kesempatan Sekali dalam Seribu Tahun
1070
Bab 1070: Langit Sudah Ditembus!
1069
Bab 1069: Sesuatu yang Besar Akan Terjadi
1068
Bab 1068: Pedang Macam Apa Ini!
1067
Bab 1067: Jangan Salahkan Ketua Ini Karena Menindas yang Lebih Muda
1066
Bab 1066: Bakat yang Luar Biasa
1065
Bab 1065: Ini Namanya Pemberontakan
1064
Bab 1064: Sesuai Dugaan
1063
Bab 1063: Kami Akan Turun Tangan Sendiri
1062
Bab 1062: Kebangkitan Para Leluhur
1061
Bab 1061: Rekan Setim yang Menjebak dari Dalam
1060
Bab 1060: Rencana yang (Tidak) Brilian
1059
Bab 1059: Hmph, Empat Bocah Kecil
1058
Bab 1058: Jangan-Jangan Akulah yang Tertipu?
1057
Bab 1057: Terjebak dalam Skema Sendiri
1056
Bab 1056: Kemenangan Sudah di Depan Mata
1055
Bab 1055: Siapa yang Sebenarnya Takut pada Siapa?
1054
Bab 1054: Untuk Mendapatkan Sesuatu, Harus Ada yang Dikorbankan
1053
Bab 1053: Skema Daging Pahit
1052
Bab 1052: Musuh Besar Ras Iblis
1051
Bab 1051: Bertemu Serigala Setelah Lolos dari Harimau
1050
Bab 1050: Tidak Mau Bermain Sesuai Aturan
1049
Bab 1049: Alasan Raja Bintang Long Tian
1048
Bab 1048: Sebenarnya Siapa Orang Ini?
1047
Bab 1047: Membunuh Ayam untuk Memperingatkan Monyet
1046
Bab 1046: Umpan yang Sempurna
1045
Bab 1045: Kabar yang Tak Terduga
1044
Bab 1044: Reuni Teman Lama
1043
Bab 1043: Akting Sempurna
1042
Bab 1042: Penguasa Bintang Turun
1041
Bab 1041: Ide Cemerlang Yang Mulia
1040
Bab 1040: Dasar Bajingan
1039
Bab 1039: Kepulangan
1038
Bab 1038: Terkuat Sejak Awal
1037
Bab 1037: Kesempatan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1036
Bab 1036: Perjamuan Para Dewa di Kedai Teh
1035
Bab 1035: Kekuatan Tuan Lin Menembus Langit
1034
Bab 1034: Istana Bintang Turun ke Dunia Fana
1033
Bab 1033: Kaisar yang Bersembunyi di Balik Pondok Jerami
1032
Bab 1032: Kaisar Bela Diri?
1031
Bab 1031: Keputusasaan yang Menyelimuti
1030
Bab 1030: Pilihan Sang Penguasa Kota
1029
Bab 1029: Bayang-Bayang Kematian di Depan Mata
1028
Bab 1028: Jantung Dunia di Tangan
1027
Bab 1027: Sosok di Balik Layar
1026
Bab 1026: Kemunculan Sang Roh Danau
1025
Bab 1025: Guru Abadi Yuheng
1024
Bab 1024: Memancing di Danau Utara
1023
Bab 1023: Rantai yang Mengunci Bintang Biru
1022
Bab 1022: Kutukan Kuno yang Menyegel Bintang Biru
1021
Bab 1021: Pertemuan dengan Kakak Han
1020
Bab 1020: Kesepakatan yang Cepat Selesai
1019
Bab 1019: Zona Terlarang yang Sunyi
1018
Bab 1018: Ke Mana Perginya Manusia yang Bermasalah?
1017
Bab 1017: Reuni Tak Diharapkan
1016
Bab 1016: Dunia yang Tak Lagi Sama
1015
Bab 1015: Petunjuk Tentang Sang Legenda
1014
Bab 1014: Satu Orang Membalikkan Keadaan
1013
Bab 1013: Dunia dalam Kepanikan
1012
Bab 1012: Kekuatan di Luar Nalar
1011
Bab 1011: Kebohongan yang Rapi
1010
Bab 1010: Menunggu di Sungai Qing
1009
Bab 1009: Manusia yang Tidak Takut Roh Gaib
1008
Bab 1008: Jejak Sang Pembantai Misterius
1007
Bab 1007: Kebenaran yang Menghancurkan Dunia
1006
Bab 1006: Penculikan Sang Iblis Wanita
1005
Bab 1005: Perpisahan di Bawah Bintang
1004
Bab 1004: Sujud di Halaman Sempit
1003
Bab 1003: Uji Coba Sang Penguasa Kota
1002
Bab 1002: Kedatangan Sang Raja Kota
1001
Bab 1001: Sang Raja Kota Turun Tangan
1000
Bab 1000: Kepergian yang Tergesa-gesa
999
Bab 999: Ternyata Kau Rupanya
998
Bab 998: Sarjana yang Tak Gentar
997
Bab 997: Sang Nona Kota Ye Tiba
996
Bab 996: Rezeki Nomplok
995
Bab 995: Harimau yang Menyedihkan
994
Bab 994: Dilema Sang Kapten
993
Bab 993: Harimau Yao Pengikis Bulan
992
Bab 992: Perjalanan ke Gunung Qingmang
991
Bab 991: Ajakan ke Gunung
990
Bab 990: Sekadar Bakat Biasa
989
Bab 989: Tawaran dari Pemimpin Klan
988
Bab 988: Kehidupan Sederhana yang Berharga
987
Bab 987: Kepasrahan Sang Penguasa
986
Bab 986: Medan Perang yang Sudah Sepi
985
Bab 985: Perjanjian Dua Sahabat
984
Bab 984: Dua Puluh Jam
983
Bab 983: Semut dari Bintang Fana
982
Bab 982: Firasat Buruk
981
Bab 981: Perangkap yang Berbalik Arah
980
Bab 980: Kebenaran di Balik Perseteruan
979
Bab 979: Tamu yang Ditunggu
978
Bab 978: Terlalu Ceroboh
977
Bab 977: Sekadar Batu Loncatan
976
Bab 976: Keunggulan Ada di Tanganku
975
Bab 975: Kediaman yang Diambil Alih
974
Bab 974: Pulau Fengxue Bergetar
973
Bab 973: Satu Tebasan Membelah Penjara
972
Bab 972: Terlalu Malu untuk Menatap Wajahnya Sendiri
971
Bab 971: Iblis Bermuka Dua yang Mengecewakan
970
Bab 970: Sang Legenda yang Terlupakan
969
Bab 969: Warisan Pedang Dewa
968
Bab 968: Terjebak Menjadi Harapan
967
Bab 967: Sahabat Baru di Tempat Terkutuk
966
Bab 966: Monster Tua dari Ras Iblis
965
Bab 965: Layak Dicoba
964
Bab 964: Ternyata Bukan Ruang Harta Karun
963
Bab 963: Persoalan yang Dianggap Selesai
962
Bab 962: Harga Sebuah Keadilan
961
Bab 961: Nama Baru di Peringkat Surga
960
Bab 960: Salah Dengar, Yang Patah Justru An Shixuan
959
Bab 959: Cuma Segitu Kemampuanmu?
958
Bab 958: Rencana Cari Mati yang Selalu Gagal
957
Bab 957: Badai yang Datang Tiba-Tiba
956
Bab 956: Salah Duga, Malah Dipuji
955
Bab 955: Pengakuan Dosa Sang Dewa Pedang
954
Bab 954: Ternyata Cuma Masalah Kecil
953
Bab 953: Utusan Bintang Zi Salah Pilih Lawan
952
Bab 952: Mantan Penguasa Bintang Jadi Kuli Bangunan
951
Bab 951: Warisan Tak Diminta
950
Bab 950: Kesombongan yang Runtuh
949
Bab 949: Penguasa Bintang Tak Berdaya
948
Bab 948: Istana yang Kosong
947
Bab 947: Ternyata Cuma Pertunjukan
946
Bab 946: Kedatangan yang Mengejutkan
945
Bab 945: Umpan yang Dilepaskan
944
Bab 944: Rencana yang Berbalik Arah
943
Bab 943: Ketakutan yang Terungkap
942
Bab 942: Wajah yang Dikenali
941
Bab 941: Sekutu Rahasia dari Klan Laut
940
Bab 940: Sekutu dari Klan Laut
939
Bab 939: Kepercayaan Diri yang Runtuh
938
Bab 938: Rencana yang Berantakan
937
Bab 937: Perangkap di Gurun Tandus
936
Bab 936: Rencana Balas Dendam Sang Ayah
935
Bab 935: Niat Pedang yang Mengguncang Alam Kehancuran Setengah Langkah
934
Bab 934: Ternyata Junior yang Ditakuti Itu Adalah Dirinya Sendiri
933
Bab 933: Anak Muda yang Tak Kenal Takut
932
Bab 932: Kekuatan Mutlak Melampaui Segalanya
931
Bab 931: Bertarung Sampai Titik Darah Penghabisan
930
Bab 930: Bertarung Sampai Titik Darah Penghabisan
929
Bab 929: Satu Tebasan Membungkam Langit
928
Bab 928: Amukan Tetua Liu
927
Bab 927: Turun Tangan Sendiri
926
Bab 926: Petunjuk yang Menyelamatkan
925
Bab 925: Badai yang Datang Tiba-Tiba
924
Bab 924: Upah Setimpal untuk Tuan Muda
923
Bab 923: Seberapa Kuat Ayahmu?
922
Bab 922: Serangan yang Sia-Sia
921
Bab 921: Kau Boleh Mulai Duluan
920
Bab 920: Sombongnya Tuan Muda dari Istana Yunshen
919
Bab 919: Cangkang Kura-Kura sebagai Tanda Persahabatan
918
Bab 918: Rahasia Sang Penguasa Laut
917
Bab 917: Sahabat Sejiwa di Meja Anggur
916
Bab 916: Bonus Layanan Purna Jual
915
Bab 915: Salah Paham Seharga Miliaran
914
Bab 914: Tambang Rahasia yang Diincar
913
Bab 913: Keadaan Telah Berbalik
912
Bab 912: Penjahat yang Terlalu Banyak Gaya
911
Bab 911: Sesama Penderita di Ujung Dunia
910
Bab 910: Terjun ke Neraka
909
Bab 909: Sambutan Tak Terduga
908
Bab 908: Rencana Licik yang Berantakan
907
Bab 907: Sosok yang Tak Boleh Diusik
906
Bab 906: Hidup yang Membosankan di Tengah Ancaman Palsu
905
Bab 905: Kembali dengan Gemilang
904
Bab 904: Badai Hukuman Surgawi
903
Bab 903: Turun dari Kapal, Cari Mati Lagi
902
Bab 902: Bertemu Musuh Lama di Kapal
901
Bab 901: Menuju Negeri Para Dewa yang Jatuh
900
Bab 900: Gebrakan yang Menggetarkan Kota Huangshuig
899
Bab 899: Urusan yang Tidak Bisa Ditunda
898
Bab 898: Apakah Ini Masih Bisa Disebut Manusiawi?
897
Bab 897: Bencana Datang Menerjang
896
Bab 896: Jangan Sekali-Kali Memancing Kawanan Anjing
895
Bab 895: Repot-Repot Khawatir untuk Apa
894
Bab 894: Pria yang Tidak Tahu Takut
893
Bab 893: Kota Berbahaya di Malam Hari
892
Bab 892: Sosok Apa Sebenarnya Dirimu
891
Bab 891: Umpan yang Terlalu Percaya Diri
890
Bab 890: Buruan Ras Iblis
889
Bab 889: Kematian yang Menyisakan Peringatan
888
Bab 888: Bayangan Iblis di Kamar Sang Santa
887
Bab 887: Karma Datang Tepat Waktu
886
Bab 886: Barisan Megah yang Berujung Sujud
885
Bab 885: Memohon di Bawah Cahaya Bulan
884
Bab 884: Ternyata Badut Itu Adalah Aku Sendiri
883
Bab 883: Siapa yang Berani
882
Bab 882: Jangan Remehkan Orang Tua
881
Bab 881: Sumpah Kesetiaan yang Praktis
880
Bab 880: Kambing Hitam yang Sempurna
879
Bab 879: Kepiting Tua yang Jenius
878
Bab 878: Manuver yang Tak Terduga dari Tuan Lin
877
Bab 877: Aksi Panik Penuh Perhitungan
876
Bab 876: Ancaman yang Tersembunyi
875
Bab 875: Tiga Tamu Tak Terduga
874
Bab 874: Nasihat Sang Kepiting Tua
873
Bab 873: Sang Guru
872
Bab 872: Tidak Ada yang Bisa Diandalkan
871
Bab 871: Sahabat Lama dari Laut Utara
870
Bab 870: Mencari Bala Bantuan
869
Bab 869: Sang Kaisar Turun Tangan
868
Bab 868: Persiapan di Balik Layar
867
Bab 867: Tamu Aneh dari Langit
866
Bab 866: Amukan yang Tak Terduga
865
Bab 865: Mata Ganti Mata
864
Bab 864: Kekuatan Mutlak
863
Bab 863: Satu-satunya Kesempatan
862
Bab 862: Pahlawan Sejati
861
Bab 861: Satu Orang Mengguncang Seluruh Pulau
860
Bab 860: Fajar
859
Bab 859: Bertahan di Ambang Jurang
858
Bab 858: Dirasuki Semangat Nekat
857
Bab 857: Takdir yang Tak Terhindarkan
856
Bab 856: Persembahan Seratus Tahun
855
Bab 855: Semuanya Bagai Permainan Anak-Anak
854
Bab 854: Pertemuan Tak Terduga
853
Bab 853: Peluang untuk Membalikkan Kekalahan
852
Bab 852: Kaburnya Sang Jangkrik Emas
851
Bab 851: Berani Menantang Semua Orang Sendirian
850
Bab 850; Panggung Penentu: Kartu As Tersembunyi
849
Bab 849: Kekuatan Adalah Segalanya
848
Bab 848: Membakar Jembatan
847
Bab 847: Cukup Layak Jadi Lawan
846
Bab 846: Biar Saya yang Coba
845
Bab 845: Pekerja Lepas Tanpa Bayaran
844
Bab 844: Awan Terbelah, Bulan Pun Tampak
843
Bab 843: Sekte Lima Elemen Mulai Bergerak
842
Bab 842: Si Penjilat Ulung
841
Bab 841: Monster Berusia Sepuluh Ribu Tahun yang Salah Menilai
840
Bab 840: Undangan Maut dari Penguasa Pulau
839
Bab 839: Undangan Sang Penguasa Pulau
838
Bab 838: Monster Berusia Sepuluh Ribu Tahun
837
Bab 837: Menuai Apa yang Ditabur
836
Bab 836: Zaman Sudah Berubah
835
Bab 835: Perencana yang Kena Tipu Sendiri
834
Bab 834: Ketua Sekte yang Ditinggalkan
833
Bab 833: Jalan yang Terang
832
Bab 832: Peluang Besar di Balik Sisa Tulang Ikan
831
Bab 831: Keajaiban Ikan Bakar
830
Bab 830: Meninggalkan Kegelapan Menuju Cahaya
829
Bab 829: Ikan Mahal Jadi Ikan Bakar
828
Bab 828: Pria yang Tidak Takut Siapa Pun
827
Bab 827: Biarkan yang Lain Ikut Menjilat
826
Bab 826: Berpura-pura Bodoh untuk Menipu Semua Orang
825
Bab 825: Melawan Peruntungan Danau Salju
824
Bab 824: Amatir yang Ternyata Punya Rencana
823
Bab 823: Uang Kristal Abadi Melayang demi Sekali Mancing
822
Bab 822: Danau di Balik Kabut
821
Bab 821: Persaingan Memberi Hadiah
820
Bab 820: Kejutan yang Tak Masuk Akal
819
Bab 819: Hadiah yang Berbalik Arah
818
Bab 818: Salah Sangka di Penginapan Reyot
817
Bab 817: Salah Sasaran yang Menghebohkan
816
Bab 816: Perhitungan di Balik Kekalahan
815
Bab 815: Kebenaran di Balik Rumor
814
Bab 814: Kebohongan yang Meyakinkan
813
Bab 813: Salam Hormat yang Tak Terduga
812
Bab 812: Ketenangan yang Menggetarkan
811
Bab 811: Pengacau di Tengah Pesta
810
Bab 810: Rumput Penekan Jiwa Muncul
809
Bab 809: Persiapan Menuju Lelang
808
Bab 808: Sarang Penjahat di Pulau Matahari
807
Bab 807: Uji Kekuatan di Aula Pulau Hitam
806
Bab 806: Menuju Lautan Kejahatan
805
Bab 805: Suasana Sekte yang Terlalu Damai
804
Bab 804: Tetua Lin adalah Tuan.
803
Bab 803: Pingsan di Hadapan Lin Qian
802
Bab 802: Rahasia di Balik Kekuatan Sekte
801
Bab 801: Kedatangan Sang Legenda
800
Bab 800: Peluang Menuju Kekuatan Misterius
799
Bab 799: Panggilan dari Kejauhan
798
Bab 798:Ternyata Pakar Misterius Itu Diriku Sendiri
797
Bab 797: Sambutan Pribadi Sang Ketua Paviliun
796
Bab 796: Pakar dari Paviliun Dewa Bulan
795
Bab 795: Kesalahpahaman yang Membesar
794
Bab 794: Senior Misterius yang Menggemparkan
793
Bab 793: Bersujud Kepada Siapa?
792
Bab 792: Semuanya Hanya Ikan Kecil
791
Bab 791: Kenapa Kita Diam Saja?
790
Bab 790: Jebakan yang Sia-Sia
789
Bab 789: Rencana Pemusnahan yang Sudah Dekat
788
Bab 788: Tekad yang Disalahpahami
787
Bab 787: Kesempatan Emas untuk Mati dengan Terhormat
786
Bab 786: Amarah Seorang Pemburu Diskon
785
Bab 785: Baju Olahraga Seharga Lima Belas Yuan
784
Bab 784: Pukulan Biasa yang Ternyata Tidak Biasa
783
Bab 783: Ikan Asin yang Ternyata Berbahaya
782
Bab 782: Ambisi yang Semakin Membesar
781
Bab 781: Sang Kapten Turun Tangan
780
Bab 780: Kesombongan yang Berujung Petaka
779
Bab 779: Serakah Tanpa Batas
778
Bab 778: Bintang Beku dan Sang Tuan Muda yang Bosan
777
Bab 777: Andai Bisa Menatap Wajah Tuan Lin, Hidup Ini Tak Akan Sia-sia
776
Bab 776: Kemunculan Sang Artefak Ilahi
775
Bab 775: Kekuatan Mengerikan di Balik Paviliun Dewa Bulan
774
Bab 774: Ujian bagi Sang Tetua Baru
773
Bab 773: Sosok yang Sesungguhnya
772
Bab 772: Semuanya Kacau
771
Bab 771: Kesalahpahaman yang Berujung Kejayaan
770
Bab 770: Kesalahan Fatal Sang Ketua Sekte
769
Bab 769: Salah Lapor Musuh
768
Bab 768: Berlari ke Paviliun Dewa Bulan
767
Bab 767: Satu Pukulan, Dua Santo Musnah
766
Bab 766: Ancaman dari Sekte Tianyin
765
Bab 765: Masalah Besar Sedang Menanti
764
Bab 764: Alam Pembuktian Dao yang Sok Berkuasa
763
Bab 763: Kedatangan Pertama di Bintang Lan
762
Bab 762: Dendam Harus Dibayar Lunas
761
Bab 761: Melarikan Diri?
760
Bab 760: Pedang Iblis Hancur oleh Pedang Biasa
759
Bab 759: Penindasan di Depan Gerbang
758
Bab 758: Jejak yang Tersisa
757
Bab 757: Semut yang Ketakutan
756
Bab 756: Satu Tamparan, Seribu Ketakutan
755
Bab 755: Dendam yang Membara
754
Bab 754: Jalan Menuju Kegelapan
753
Bab 753: Terobosan Tak Terduga
752
Bab 752: Bayang-Bayang Kekuatan yang Tak Terbayangkan
751
Bab 751: Hadiah yang "Tidak Seberapa
750
Bab 750: Telapak Tangan Pemindah Batu Bata yang Mengerikan
749
Bab 749: Biarkan Aku yang Mencoba
748
Bab 748: Bantuan yang Datang di Saat yang Salah
747
Bab 747: Kembali dengan Wajah Berbeda
746
Bab 746: Ayah-Anak Pemindah Batu Bata
745
Bab 745: Rahasia yang Tak Terpecahkan
744
Bab 744: Perintah dari Balik Bambu
743
Bab 743: Amarah Sang Penantang
742
Bab 742: Lautan Mayat yang Mengguncang Istana Surgawi
741
Bab 741: Kenyataan yang Kejam
740
Bab 740: Kejutan yang Terlalu Mendadak
739
Bab 739: Pengkhianatan Wei Zhenfang?
738
Bab 738: Kartu Truf Terakhir
737
Bab 737: Upacara Dimulai, Taruhan Dinaikkan
736
Bab 736: Rencana Kemenangan Wei Zhenfang
735
Bab 735: Hadiah dari Orang Tak Dikenal
734
Bab 734: Berubah Sikap
733
Bab 733: Titipan untuk Nona Zhongli
732
Bab 732: Jalan Buntu Sang Perencana
731
Bab 731: Delapan Iblis Peringkat Surga
730
Bab 730: Sarang yang Ditawarkan Sang Pengecut
729
Bab 729: "Hanya" Seratus Lebih
728
Bab 728: Hasil Panen yang Mengejutkan
727
Bab 727: Monster Curian
726
Bab 726: Berpencar Mencari Peluang
725
Bab 725: Ekspedisi Berbahaya di Bintang Shuihan
724
Bab 724: Manusia Biasa Mustahil Bisa Melewati Gerbang Iblis
723
Bab 723: Momen Paling Membanggakan dalam Hidup
722
Bab 722: Firasat yang Terasa Janggal
721
Bab 721: Sungguh, Aku Tidak Gila
720
Bab 720: Kelicikan Sang Kepala Iblis
719
Bab 719: Kau Baru Melihat Lapisan Pertama
718
Bab 718: Pemimpin Regu yang Mengerikan
717
Bab 717: Meski Sudah Tua, Tetap Lebih Cerdik
716
Bab 716: Menyamar dengan Cerdik di Tengah Kekacauan
715
Bab 715: Sup Ayam yang Beracun
714
Bab 714: Semangkuk Nasihat dari Sang Ayah
713
Bab 713: Rencana Cerdik Sang Ayah
712
Bab 712: Ternyata Bukan Cuma "Sedikit" Lebih Kuat
711
Bab 711: Ternyata Dia Seorang Senior Sesungguhnya
710
Bab 710: Ternyata Sedikit Lebih Kuat
709
Bab 709: Rahasia Mengerikan di Balik Sang Kodok
708
Bab 708: Rahasia di Balik Kodok Peliharaan yang Menggemaskan
707
Bab 707: Sebenarnya Siapa yang Menyerang Siapa?
706
Bab 706: Kodok Raksasa Penutup Langit
705
Bab 705: Ras Iblis Benar-Benar Sudah Dibantai
704
Bab 704: Keberuntungan yang Luar Biasa
703
Bab 703: Gerbang Bintang
702
Bab 702: Semua Cuma Gertak Sambal
701
Bab 701: Relawan yang Disalahpahami
700
Bab 700: Sosok yang Menghilang
699
Bab 699: Bertemu Senior Lin Lagi
698
Bab 698: Rahasia Manman Terbongkar
697
Bab 697: Hanya Tugas Sampingan
696
Bab 696: Setengah Suci Dianggap Berbakat?
695
Bab 695: Peluang Terselubung Bencana
694
Bab 694: Tamu dari Luar Bintang Awan
693
Bab 693: Kode Etik Antar Saudara
692
Bab 692: Iri yang Berlipat Ganda
691
Bab 691: Rebutan Pedang Pusaka
690
Bab 690: Coba Saja, Kalau Berani Mati
689
Bab 689: Waktunya Membuka Kartu
688
Bab 688: Tawar-Menawar Hadiah Balasan
687
Bab 687: Ternyata Aku yang Jadi Beban
686
Bab 686: Yang Katanya Berbahaya
685
Bab 685: Kakak Beradik yang Rindu Gengsi
684
Bab 684: Mi Emas dari Kampung Halaman
683
Bab 683: Menerima Murid Magang? Lelucon Besar
682
Bab 682: Kultivasi Anak Muda Ini Tidak Buruk
681
Bab 681: Sang Pecinta Sejati
680
Bab 680: Sisi Lain Sang Tetua
679
Bab 679: Persaingan Diam-Diam Memperebutkan Calon Murid
678
Bab 678: Rencana yang Berbalik Arah
677
Bab 677: Pertemuan Tak Terduga
676
Bab 676: Reaksi yang Tidak Terduga
675
Bab 675: Sandiwara Sang Tetua demi Seorang Murid
674
Bab 674: Bayang-Bayang yang Lebih Mengerikan
673
Bab 673: Sang Biksu yang Berpura-pura Lemah
672
Bab 672: Tujuh Orang Suci Melangkah ke Alam Iblis
671
Bab 671: Kemarahan yang Menghancurkan Segalanya
670
Bab 670: Leluhur yang Berbangga Terlalu Cepat
669
Bab 669: Kesempatan Besar bagi Keluarga Gu
668
Bab 668: Yang Penting Ada Cewek atau Tidak
667
Bab 667: Menghancurkan Kekosongan dengan Satu Jari
666
Bab 666: Kedatangan Dua Kepala Iblis yang Mengerikan
665
Bab 665: Malapetaka Besar Sedang Mendekat
664
Bab 664: Kegembiraan Orang Lain, Kesengsaraan Diri Sendiri
663
Bab 663: Lalat yang Mengganggu Ketenangan
662
Bab 662: Kesepian di Puncak Kekuatan
661
Bab 661: Serangan Pedangku Bahkan Membuat Santo Kewalahan
660
Bab 660: Giliran Sang Pendekar Pedang Suci?
659
Bab 659: Kubongkar Semua Rahasia
658
Bab 658: Terima Kasih, Tapi Tolong Jangan Diulangi
657
Bab 657: Surat Tantangan yang Bikin Salah Paham
656
Bab 656: Ternyata Dia Rubah Tua yang Licik, Ini Kesempatan Emas
655
Bab 655: Cemburu? Kalau Begitu, Biar Aku Jadi Saingannya
654
Bab 654: Ditolak di Depan Mata, Demi Siapa?
653
Bab 653: Apa yang Sebenarnya Kau Hargai dari Dirinya?
652
Bab 652: Momen Paling Membanggakan dalam Hidup Chen Dong
651
Bab 651: Ketika Dua Santa Menunggu di Depan Pintu
650
Bab 650: Kaisar Putih Ternyata Yun Xue, Lin Qian Salah Sasaran
649
Bab 649: Kaisar Putih Kembali, Lin Qian Tercengang
648
Bab 648: Kaisar Putih Datang Langsung, Gertakan Ini Sudah Kelewatan
647
Bab 647: Kompetisi Akting, Siapa yang Lebih Berbakat
646
Bab 646: Ayah dan Anak, Sama-Sama Kena Batunya
645
Bab 645: Ternyata Ada Isinya, Tapi Cuma Segitu
644
Bab 644: Salah Sasaran, Anak Sekte Wangyue Ketakutan Setengah Mati
643
Bab 643: Karung Misterius dari Langit
642
Bab 642: Kabut yang Sirna
641
Bab 641: Kutukan yang Menghilang
640
Bab 640: Menanti Jam Terakhir
639
Bab 639: Rupanya Kami Terlambat
638
Bab 638: Mengantar Mereka Pulang
637
Bab 637: Jalan Pulang Melewati Neraka
636
Bab 636: Sosok Misterius di Makam Pedang
635
Bab 635: Tanah Pedang Terkubur
634
Bab 634: Qin Nan, Benarkah Itu Kau?
633
Bab 633: Terobosan Menuju Kesucian
632
Bab 632: Hadiah Kecil, Makna Besar
631
Bab 631: Sekarang Hari Apa?
630
Bab 630: Membuat Kakak Lin Tertawa
629
Bab 629: Menuai Akibat Keserakahan
628
Bab 628: Setitik Cahaya di Tengah Laut
627
Bab 627: Dua Pewaris yang Menghilang
626
Bab 626: Kota yang Sedang Dibangun
625
Bab 625: Dunia Ini Luas, Aku Harus Pergi Menjelajahinya
624
Bab 624: Salah Sasaran
623
Bab 623: Vonis Setengah Santo yang Tidak Diminta
622
Bab 622: Sang Santo Bersikeras Menjaga Rahasia
621
Bab 621: Menyelamatkan Nyawa demi Kegagalan Sendiri
620
Bab 620: Malu Karena Diselamatkan
619
Bab 619: Tebakan yang Salah Total
618
Bab 618: Kesalahpahaman Zhang Zhishan
617
Bab 617: Sesi Konsultasi yang Aneh
616
Bab 616: Sisi Lain Sang Nyonya Racun
615
Bab 615: Rencana Provokasi
614
Bab 614: Kekecewaan Sang Relawan
613
Bab 613: Menanti Kabut Beracun
612
Bab 612: Noda Teh yang Menggetarkan Hati
611
Bab 611: Terlalu Sempurna untuk Dipercaya
610
Bab 610: Sang Nyonya Racun
609
Bab 609: Salah Paham yang Saling Menghormati
608
Bab 608: Mendaftar untuk Mati
607
Bab 607: Rencana yang Menguntungkan Semua Pihak
606
Bab 606: Rahasia di Balik Dunia Perkotaan
605
Bab 605: Firasat Sang Kakak Senior
604
Bab 604: Warisan Dua Pusaka
603
Bab 603: Murka Sang Santo
602
Bab 602: Rahasia di Bawah Aula Tiandi
601
Bab 601: Panggilan Sang Leluhur
600
Bab 600: Cari Mati Susahnya Minta Ampun
599
Bab 599: Mimpi yang Tidak Nyambung
598
Bab 598: Sembilan Tahun Bersama Si Kerangka
597
Bab 597: Kehidupan Baru di Balik Kematian
596
Bab 596: Mati dengan Mata Terbelalak
595
Bab 595: Kehendak Sang Guru
594
Bab 594: Satu Telapak Tangan
593
Bab 593: Arti Keberadaan Lou Chengsha
592
Bab 592: Wajah yang Berubah Seketika
591
Bab 591: Satu-Satunya Penghiburan
590
Bab 590: Terlalu Banyak Gaya
589
Bab 589: Hidup yang Tak Bermakna
588
Bab 588: Hati yang Berani
587
Bab 587: Gerbang Kematian
586
Bab 586: Sekutu yang Tak Terduga
585
Bab 585: Semakin Aneh Orangnya, Semakin Sulit Ditebak
584
Bab 584: Kau Juga Sudah Kembali?
583
Bab 583: Hilang selama 100.000 tahun
582
Bab 582: Bekal Perjalanan Menuju Kematian
581
Bab 581: Lin Qian yang Tidak Siap-Siap
580
Bab 580: Taruhan Nekat Feng Qianyue
579
Bab 579: Bertemu Kembali dengan Pria Itu
578
Bab 578: Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?
577
Bab 577: Pulau Fengyue
576
Bab 576: Sepuluh Kematian, Tanpa Kehidupan
575
Bab 575: Apakah Otak Pria Ini Normal?
574
Bab 574: Taktik yang Mendominasi
573
Bab 573: Keluar
572
Bab 572: Permainan Lain
571
Bab 571: Wanita Licik
570
Bab 570: Hari Ini, Mei'er Milikmu
569
Bab 569: Mengangkat Batu Hanya untuk Menjatuhkannya ke Kaki Sendiri
568
Bab 568: Peri Mei
567
Bab 567: Bukti Kuat Seorang Transmigran
566
Bab 566: Warisan Kematian
565
Bab 565: Kehidupan Virtual
564
Bab 564: Cinta Terkutuk Ini
563
Bab 563: Fenomena Aneh
562
Bab 562: Tempat yang Ajaib
561
Bab 561: Wanita yang Akan Segera Meninggal
560
Bab 560: Kesempatan yang Terlewat
559
Bab 559: Diabaikan Habis-habisan
558
Bab 558: Umpan Cacing dan Pancingan Beruntun
557
Bab 557: Ikan Naga dan Ekspedisi ke Danau Awan
556
Bab 556: Sebenarnya Tempat Apa Ini?
555
Bab 555: Serigala Iblis yang Mengerikan
554
Bab 554: Keberuntungan Besar bagi Umat Manusia
553
Bab 553: Panggilan yang Tak Berbalas
552
Bab 552: Kota Fengmo
551
Bab 551: Lebih dari Tiga Puluh Saudara Kembar
550
Bab 550: Pertanyaan Soal Sarang Monster
549
Bab 549: Tumis Telur ke-2002
548
Bab 548: Seberapa Kuat Sebenarnya Kekuatan Ini?
547
Bab 547: Delapan Ratus Kali Gagal demi Tumis Babi Cabai
546
Bab 546: Sandiwara Harus Berlanjut
545
Bab 545: Sandiwara Seluruh Kota
544
Bab 544: Tuan Serigala Jahat, Bertahanlah
543
Bab 543: Rentan Sekali
542
Bab 542: Kembalinya Sang Pemanen Daun Bawang
541
Bab 541: Desa yang Sudah Jatuh
540
Bab 540: Kota Terlarang di Alam Iblis
539
Bab 539: Kesepakatan Dua Pencari Kematian
538
Bab 538: Kesimpulan Piaomiao Hong
537
Bab 537: Hutan yang Ternyata Tidak Menyeramkan
536
Bab 536: Rencana Cadangan Bernama Hutan Teror
535
Bab 535: Sekte Hong Berdoa pada Bodhisattva
534
Bab 534: Pedang yang Patah karena Dada
533
Bab 533: Merusak Kesempatan Matiku, Kubawa Kabur Saja
532
Bab 532: Rampok Gagal Total, Dibayar Dua Kali Lipat
531
Bab 531: Ditipu Sekte Sendiri, Wen Chengyu Meraung Marah
530
Bab 530: Terobosan Tak Terduga di Lubang Kotoran
529
Bab 529: Domba Masuk Sarang Serigala
528
Bab 528: Ditabrak Anak Kecil, Terlempar Ratusan Zhang
527
Bab 527: Leluhur yang "Berkorban" demi Sekte
526
Bab 526: Air Mata dan Ingus demi Kelangsungan Hidup
525
Bab 525: Diculik di Depan Mata Sendiri
524
Bab 524: Berani-beraninya Mengganggu Tidur Siang Tuhan Ini
523
Bab 523: Kekuatan Besar Menciptakan Keajaiban
522
Bab 522: Pedang Ilahi yang Ternyata Sebilah Pantat
521
Bab 521: Menggali Lagi demi Harta yang Tak Pernah Ada
520
Bab 520: Harta Karun yang Hancur karena Diinjak
519
Bab 519: Berani-beraninya Mencuri di Depan Pintu Rumahku
518
Bab 518: Anjing Pengkhianat Tak Bisa Lari
517
Bab 517: Ditatap Seperti Orang Bodoh
516
Bab 516: "Oh"
515
Bab 515: Titik Terang di Tengah Kegelapan
514
Bab 514: Syarat Utamanya: Lembut
513
Bab 513: Rasa Penasaran yang Membara
512
Bab 512: Kabar Besar
511
Bab 511: Rebutan Jadi Pesuruh
510
Bab 510: Musnahkan Saja
509
Bab 509: Kalau Kabur, Tangkap Saja dan Seret Kembali
508
Bab 508: Sang "Buddha Agung" yang Muncul
507
Bab 507: Cemilan Gratis
506
Bab 506: Rapat Darurat yang Kacau
505
Bab 505: Titah Sang Anak Ilahi
504
Bab 504: Siapa pun yang Menghalangi, Harus Mati
503
Bab 503: Berubah Pikiran dalam Sekejap
502
Bab 502: Titik Didih
501
Bab 501: Warisan Berdarah Emas
500
Bab 500: Tamu Kehormatan di Pulau Kelabang
499
Bab 499: Kau Terlalu Banyak Berpikir
498
Bab 498: Akan Kuhabisi Kau
497
Bab 497: Siapa Sebenarnya yang Telah Memikatmu?
496
Bab 496: Akhirnya Dewasa
495
Bab 495: Alasan Hilangnya
494
Bab 494: Orang Paling Jahat di Dunia
493
Bab 493: Lari!
492
Bab 492: Biarlah Masa Lalu Berlalu
491
Bab 491: Jejak Campur Tangan Manusia
490
Bab 490: Lanjutkan Saja
489
Bab 489: Kekayaan yang Tak Terduga
488
Bab 488: Kesunyian yang Mencurigakan
487
Bab 487: Tetaplah di Sini
486
Bab 486: Sosok yang Ingin Ia Tiru
485
Bab 485: Sebut Saja Serangan Dasar
484
Bab 484: Belum Cukup Berpengalaman
483
Bab 483: Cukup untuk Semua Orang
482
Bab 482: Negosiasi Sepihak
481
Bab 481: Kebenaran yang Sulit Diterima
480
Bab 480: Utang Anggur yang Harus Dilunasi
479
Bab 479: Pencuri Guci Anggur
478
Bab 478: Kebenaran yang Menghancurkan Segalanya
477
Bab 477: Dunia yang Runtuh Seketika
476
Bab 476: Ladang Tulang dan Kapal yang Turun dari Langit
475
Bab 475: Mondo Beast
474
Bab 474: Sapuan Pedang Tanpa Ampun
473
Bab 473: Poin Pengalaman
472
Bab 472: Warisan Dewa Kuno
471
Bab 471: Ternyata Dia Seterus Terang Ini
470
Bab 470: Jangan Lupa Aku Juga Ada di Sini
469
Bab 469: Sekadar Hiburan Semata
468
Bab 468: Penghormatan yang Tak Terduga
467
Bab 467: Kepala Sekte Shi Qingwu Keluar dari Pengasingan
466
Bab 466: Surat Merah dari Langit
465
Bab 465: Bencana di Alam Roh
464
Bab 464: Kedatangan Tamu yang Tak Diundang
463
Bab 463: Guru yang Dikhianati demi Kebaikannya Sendiri
462
Bab 462: Sepi di Puncak Ketampanan
461
Bab 461: Rencana Terakhir Sun Zimei
460
Bab 460: Balik Badan
459
Bab 459: Siapa Sebenarnya "Tuan" Itu
458
Bab 458: Ketakutan yang Terlambat
457
Bab 457: Sedia Payung Sebelum Hujan
456
Bab 456: Ternyata Begini Ceritanya
455
Bab 455: Pelayan Kecil yang Cuek Menghalangi Jalan
454
Bab 454: Kenapa Harus Kami?
453
Bab 453: Karung-Karung Hadiah dari Langit
452
Bab 452: Rekor Baru yang Bikin Bangga (Menurutnya Sendiri
451
Bab 451: Terima Kasih, Kami Cukup di Sini Saja
450
Bab 450: Kebenaran yang Terungkap
449
Bab 449: Formasi Penuh Diaktifkan
448
Bab 448: Aku Ingin Membunuhnya
447
Bab 447: Menunggu Sang Misterius Keluar
446
Bab 446: Apakah Leluhur Tua Itu Tewas Seketika?
445
Bab 445: Bertatap Muka Langsung
444
Bab 444: Sebenarnya Setinggi Apa Kekuatannya?
443
Bab 443: Apakah Turnamen Ini Masih Ada Artinya?
442
Bab 442: Aku Akan Mengawasimu
441
Bab 441: Kau Lihat Burung Itu?
440
Bab 440: Tidak Akan Sanggup Mendaki, Kan?
439
Bab 439: "Sangat Lemah"
438
Bab 438: Sisakan Ruang dalam Hidup
437
Bab 437: Sebuah Kejadian Kecil yang Tak Ada Kaitannya
436
Bab 436: Kumbang Kotoran Alam Abadi Sejati
435
Bab 435: Andai Bisa Bertemu Dengannya Lagi
434
Bab 434: Kedatangan yang Terlalu Terburu-buru
433
Bab 433: Bukankah Sudah Ada di Sini Sekarang?
432
Bab 432: Berlutut Lagi di Depan yang Lebih Kuat
431
Bab 431: Tatapan Penuh Kekaguman
430
Bab 430: Alam Kesepuluh Dewa Sejati
429
Bab 429: Ingin Pamer, Ya?
428
Bab 428: Sekarang Aku Paham
427
Bab 427: Tunggu, Kamu Mau ke Mana
426
Bab 426: Guru yang Menakut-nakuti, Murid yang Pulang Santai
425
Bab 425: Sup Gagak Tua
424
Bab 424: Kau Lemah Juga Rupanya
423
Bab 423: Hanya Bilang "Oh"
422
Bab 422: Buktinya Ada di Pantatnya
421
Bab 421: Tantangan dari Tetua Agung
420
Bab 420: Berani Sekali Kau
419
Bab 419: Syaratnya Terserah Kau, Katanya
418
Bab 418: Nikahi Aku, Kau Boleh Ajukan Syarat Apa Saja
417
Bab 417: Jangan Bilang Kalian Berharap Ada Sesuatu di Lubang Jamban Itu
416
Bab 416: Kesalahpahaman yang Makin Membesar
415
Bab 415: Lebih dari Seratus Makam, dan Terus Bertambah
414
Bab 414: Ketika Kegelapan Merenggut Salah Satu dari Mereka
413
Bab 413: Tembok yang Menahan Kiamat
412
Bab 412: Perang Dua Alam Berakhir Gara-Gara Mereka Sama-Sama Panik
411
Bab 411: Ditabrak Mati oleh "Kakeknya" Sendiri
410
Bab 410: Hancur Berkeping-keping
409
Bab 409: Benar-benar Arogan
408
Bab 408: Bintang Keberuntungan Alam Terpencil
407
Bab 407: Sosok yang Cocok dengan Ciri-cirinya
406
Bab 406: Ternyata Orang Alam Terpencil
405
Bab 405: Ketahuan!
404
Bab 404: Giliran Sial yang Datang Bertubi-tubi
403
Bab 403: Kecuali...
402
Bab 402: Masa Cuma Bisa Bilang "Wusss"?
401
Bab 401: Yang Terdengar Hanya Suara Angin Lewat
400
Bab 400: Jatuh dari Langit
399
Bab 399: Apa Katamu Barusan, Raja Singa Langit?
398
Bab 398: Hal Semacam Itu Tidak Mungkin
397
Bab 397: Tadi Ada Orang Terbang di Atas Kepala Kita?
396
Bab 396: Batas Antara Dua Alam
395
Bab 395: Berteriak "Ganteng"
394
Bab 394: Bukankah Kita Sekarang Sudah Jadi Orang Penting?
393
Bab 393: Semua Orang Berdiri
392
Bab 392: Musuh Seperti Gambar Tongkat
391
Bab 391: Tak Ada yang Boleh Menghina Guru
390
Bab 390: Bahkan Cacing Kecil Pun Tak Terbunuh
389
Bab 389: Melahap Segalanya
388
Bab 388: Perang Pecah di Istana Abadi
387
Bab 387: Latar Belakang yang Tak Terbayangkan
386
Bab 386: Kekuatan Berkumpul
385
Bab 385: Panggilan Perang
384
Bab 384: Diburu karena Karma
383
Bab 384: Diburu karena Karma
382
Bab 382: Bagaimana Mungkin Membunuh Lebih dari Selusin Makhluk Alam Abadi Mataha
381
Bab 381: Tak Terkalahkan
380
Bab 380: Apakah Ini Sesuatu yang Bisa Dilakukan Seorang Dewa Abadi Bumi?
379
Bab 379: Apakah Prajurit Ini Bodoh?
378
Bab 378: Aku Sudah Mengusirnya
377
Bab 377: Aku Hanya Seorang Prajurit Abadi Bumi
376
Bab 376: Penjaga Aneh yang Membunuh dalam Sekejap
375
Bab 375: Su Yanjin, Prajurit Gerbang
374
Bab 374: Lin Qian Kabur dari Kota
373
Bab 373: Rumor yang Jadi Kenyataan
372
Bab 372: Senyum Sarkastik
371
Bab 371: Aku Sungguh Tidak Mengerti Formasi
370
Bab 370: Bisa Sedikit Lebih Cepat Tidak?
369
Bab 369: Jamuan Seratus Ribu Meja
368
Bab 368: Kesempatan Sekali Seumur Hidup
367
Bab 367: Halaman yang Sudah Berpenghuni
366
Bab 366: Meja Kosong, Amarah Meluap
365
Bab 365 — Pria Tua yang Tak Tahu Malu
364
Bab 364 — Semua Pergi Cari Guru Magang
363
Bab 363 — Cuma Master Kelas Tujuh Katanya?
362
Bab 362 — Gara-Gara Sarkasme, Aku Naik Pangkat
361
Bab 361 — Ternyata Aku Buta Formasi
360
Bab 360 — Guru Macam Apa yang Bersembunyi di Halaman Belakang
359
Bab 359 — Kota Kecil Kedatangan Tokoh Besar
358
Bab 358: Kabur Dulu Sebelum Ketahuan
357
Bab 357: Formasi Kuno Lenyap Begitu Saja
356
Bab 356: Misi Terpaksa
355
Bab 355: Kebanggaan yang Terbalik
354
Bab 354: Pertanyaan yang Menggetarkan
353
Bab 353: Jejak Sang Kekasih
352
Bab 352: Kaisar Putih Mencari Jejak Lama
351
Bab 351: Nasi Goreng Seharga Artefak Abadi
350
Bab 350: Sebutir Beras, Satu Artefak Abadi
349
Bab 349: Kamu Mau Setengahnya?!
348
Bab 348: Nasib Kalian Belum Berakhir
347
Bab 347: Obat-obatan Ini, Buang Saja!
346
Bab 346: Yang Penting Senior Hanya Sayang Aku
345
Bab 345: Aku Juga Mau Bantu Beres-beres, Senior!
344
Bab 344: Digebuk Sekumpulan Ayam
343
Bab 343: Menyuruh Santa Wanita Ini Perbaiki Tembok?
342
Bab 342: Empat Kepala Klan Berutang Budi
341
Bab 341: Ayam Kampung Lebih Hebat dari Kepala Klan
340
Bab 340: Empat Klan Besar Menyerah pada Nasi Goreng
339
Bab 339: Sendok Sakti Penakluk Petir
338
Bab 338: Satu Sendok Menghancurkan Petir
337
Bab 337: Nasi Ajaib yang Mengguncang Keluarga Wang
336
Bab 336: Semangkuk Nasi Goreng Telur
335
Bab 335: Toko Sepi yang Tak Boleh Diremehkan
334
Bab 334: Sampah Emas di Depan Portal
333
Bab 333: Gerbang yang Mengguncang Alam Abadi
332
Bab 332: Dapur Maut Jiang Zhi
331
Bab 331: Bersihkan Kuping Dulu, Baru Bicara
330
Bab 330: Ternyata Kita Satu Keluarga
329
Bab 329: Sambutan Meriah
328
Bab 328: Dua Ember Emas
327
Bab 327: Dua Manusia Abadi
326
Bab 326: Siapa Sebenarnya Dirimu?
325
Bab 325: Siapa yang Menyuruhmu Datang?
324
Bab 324: Ember Pupuk Sang Penakluk
323
Bab 323: Bendera Putih Sang Penguasa Benua
322
Bab 322: Seandainya Tahu, Kubagi Dua Permen Itu
321
Bab 321: Bakar Cabang Istana, Peluk Pupuk Kandang
320
Bab 320: Dua Dewa Abadi
319
Bab 319: Artefak Abadi Tingkat Menengah
318
Bab 318: Ternyata Biksu Malang Ini Bertindak Terburu-buru
317
Bab 317: Persyaratan Sang Guru
316
Bab 316: Reaksi yang Disebabkan oleh Sepuluh Tiankui
315
Bab 315: Semakin Tinggi Dao, Semakin Tinggi Iblisnya
314
Bab 314: Sang Guru Kotoran, Tak Terkalahkan
313
Bab 313: Aku Sangat Berharap Aku Juga Bisa Mengalami Masalah Seperti Itu
312
Bab 312: Seperti Apa Sebenarnya Penampilannya
311
Bab 311: Sublimasi
310
Bab 310: Seorang Murid Bernama Lin Qian
309
Bab 309: Lima Puluh Peringkat
308
Bab 308: Guru Besar yang Disalahpahami
307
Bab 307: Dao Surgawi Pun Tunduk
306
Bab 306: Kekuatan yang Tak Dapat Ditentang
305
Bab 305: Kita Sedang Diawasi
304
Bab 304: Guru Puncak yang Mengamuk
303
Bab 303: Kekuatan yang Tak Terduga
302
Bab 302: Kengerian di Ruang Ujian
301
Bab 301: Pemerasan dan Konspirasi
300
Bab 300: Alam Rahasia yang Mengering
299
Bab 299 : Dendam yang Membara
298
Bab 299: Belum Pernah Aku Melihat Seseorang yang Begitu Arogan
297
Bab 297: Sangat Cerdas
296
Bab 296: Apa Sebenarnya Tingkat Kultivasi Saya
295
Bab 295: Rahasia yang Hampir Terbongkar
294
Bab 294: Guru Telah Kembali
293
Bab 293: Puncak Riyue Itu Sampah
292
Bab 292: Taruhan Nyawa
291
Bab 291: Putra Pilihan Surga dan Fenomena Langit
290
Bab 290: Satu Malam, Satu Jari
289
Bab 289: Teleportasi dan Sekte Matahari-Bulan
288
Bab 288: Reinkarnasi dan Sekantong Beras
287
Bab 287: Tamu dari Tebing
286
Bab 286: Kodok, Gaji, dan Tanda Tanya
285
Bab 285: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
284
Bab 284: Nasib Baik yang Tak Terduga
283
Bab 283: Pertaruhan Sistem Keberuntungan
282
Bab 282: Bertahan di Laut Hitam
281
Bab 281: Pulau Bayangan
280
Bab 280: Teleportasi ke Alam Abadi
279
Bab 279: Dangkal tapi Bahagia
278
Bab 278: Kesepian di Puncak
277
Bab 277: Utusan yang Malang dan Tuan yang Baru Jadi Dewa
276
Bab 276: Koin Emas, Sate Naga, dan Kesalahan Fatal
275
Bab 275: Tuan Rumah di Tempat yang Salah
274
Bab 274: Liburan di Tempat yang Salah
273
Bab 273: Pengkhianatan dan Bayangan di Balik Layar
272
Bab 272: Surat-Surat dan Sekte yang Membelot
271
Bab 271: Guru yang Tidak Sengaja Jadi Pahlawan
270
Bab 270: Tuan yang Kabur dan Murid yang Bangkit dari Kubur
269
Bab 269: Dua Kantong Mayat dan Satu Murid yang Tidak Tahu Takut
268
Bab 268: Ketika Sang Guru Berkata, Lakukan Saja
267
Bab 267: Pengunduran Diri Sang Kaisar
266
Bab 266: Eksekusi dan Mobilisasi
265
Bab 265: Ayam Kecil
264
Bab 264: Bukti yang Tak Terbantahkan
263
Bab 263: Punggung Buku yang Familiar
262
Bab 262: Sarang Sampah dan Tamu Tak Diundang
261
Bab 261: Sirkus di Tepi Sungai Hitam
260
Bab 260: Poin Keberuntungan dan Toko Penukaran Sistem
259
Bab 259: Hadiah Besar yang Salah Sasaran
258
Bab 258: Tabung Reaksi dan Rencana yang Berantakan
257
Bab 257: Telur Ayam untuk Garis Keturunan Phoenix
256
Bab 256: Murid Keseratus dan Pilar Keberuntungan
255
Bab 255: Angka yang Mengguncang Langit
254
Bab 254: Mata-Mata yang Terlupa Tugasnya
253
Bab 253: Kartu Truf di Balik Bayangan
252
Bab 252: Tumpukan Sampah dari Surga
251
Bab 251: Teratai Berkobar dan Pengkhianat Persaudaraan
250
Bab 250: Adat Istiadat Sekte Tiandi
249
Bab 249: Sekumpulan Sampah
248
Bab 248: Pilar Abadi dan Bidak Catur Mieshi
247
Bab 247: Pertemuan yang Tak Terduga dan Pil Obat Ajaib
246
Bab 246: Leluhur Tua Berlutut, Sekte Tianling Musnah
245
Bab 245: Keledai Botak dan Pria yang Salah Pose
244
Bab 244: Kakek Hongmu Tidak Bisa Ditahan Lagi
243
Bab 243: Dua Jari untuk Menangkap Pedang
242
Bab 242: Sapi Terbang dan Qi yang Mengubah Segalanya
241
Bab 241: Tiga Tahun? Tiga Hari Sudah Lebih dari Cukup
240
Bab 240: Sekte yang Penuh Orang Tidak Beres
239
Bab 239: Guru Penipu dan Murid-Murid yang Tak Beres
238
Bab 238: Kodok, Ranting, dan Badut yang Sesungguhnya
237
Bab 237: Pria Pendek dan Tiga Dewa yang Malang
236
Bab 236: Nirvana dan Si Bajingan Pelindung
235
Bab 235: Kaisar Abadi di Antara Sampah
234
Bab 234: Satu Murid, Satu Slot
233
Bab 233: Sampah Super dan Sang Ahli Kuliner
232
Bab 232: Sandiwara Sang Ahli Palsu
231
Bab 231: Pulang dengan Luka, Berdiri dengan Bangga
230
Bab 230: Tuan Agung yang Terus-Menerus Diabaikan
229
Bab 229: Identitas yang Diabaikan
228
Bab 228: Pria Bagaikan Angin
227
Bab 227: Ukiran Kayu yang Tak Terhitung Jumlahnya
226
Bab 226: Gulungan Hancur dan Undangan Maut
225
Bab 225: Cahaya yang Tidak Bisa Dipadamkan
224
Bab 224: Inilah Kekuatan Tuan, dan Apakah Tuan Salah Perhitungan
223
Bab 223: Permainan Antara Dua Orang, dan Sekalipun Ia Datang Secara Pribadi
222
Bab 222: Paku Penekan Jiwa Kembali, dan Bimbingan Sang Guru
221
Bab 221: Metode yang Teguh, dan Murid Magang Bertambah Dua
220
Bab 220: Selera yang Cukup Aneh, dan Alam Lingxu
219
Bab 219: Kebingungan Ketua Sekte Zhu dan Serangan Jantung Mendadak
218
Bab 218: Bayangan Benua dan Tiga Koin Emas Diamankan
217
Bab 217: Penyesalan dan Patah Hati
216
Bab 216: Melacak Ye Neng, dan Mereka Telah Muncul
215
Bab 215: Aku Membawakanmu Pil Obat, dan Aku Benar-Benar Sepotong Sampah
214
Bab 214: Kita Adalah Orang yang Sama, dan Hubungan Kita Sangat Baik
213
Bab 213: Iblis Bernama Lin Qian
212
Bab 212: Sekte Qingniu yang Hampir Bubar
211
Bab 211: Sisa Sup yang Sangat Bergizi
210
Bab 210: Lembah yang Katanya Berbahaya
209
Bab 209: Warisan Cinta dan Kejutan di Lembah Yixian
208
Bab 208: Tuan yang Tinggal di Kuil Bobrok
207
Bab 207: Halo yang Tidak Berguna
206
Bab 206: Yang Berpakaian Putih Itu Adalah Aku
205
Bab 205: Organisasi Bernama Rao
204
Bab 204: Tujuh Sampah, Satu Pisau Dapur
203
Bab 203: Mata Formasi yang Sial
202
Bab 202: Piyama yang Terlupakan
201
Bab 201: Perpisahan yang Abadi
200
Bab 200: : Sekuntum Bunga untuk Nona Yun
199
Bab 199: Wanita yang Tak Pernah Ada
198
Bab 198: Pulau yang Hampir Rampung
197
Bab 197: Teknik Ramalan Dunia
196
Bab 196: Siapa Sebenarnya Pria Berjubah Putih Itu
195
Bab 195: Bayangan yang Mengintai
194
Bab 194: Dewi Bunga Dongsheng
193
Bab 193: Hanya Tumpukan Sampah Ini
192
Bab 192: Ingin Memulai Perkelahian?
191
Bab 191: Selamat Tinggal, Tuan
190
Bab 190: Nasib Sial Berulang
189
Bab 189: Hari Bekerja
188
Bab 188: Berkah dari Dewa
187
Bab 187: Apa Ini Sebenarnya
186
Bab 186: Tujuan Orang Ini Sebenarnya Adalah...
185
Bab 185: Menantang Kekuatan Surga
184
Bab 184: Tidak Mengetahui Kekuatan Mereka
183
Bab 183: Di Sini, Kami di Sini
182
Bab 182: Hei Yu yang Setia
181
Bab 181: Aku Benar-Benar Dipaksa Melakukannya
180
Bab 180: Aku Hanya Bercanda
179
Bab 179: Sebuah Pintu Masuk yang Memukau
178
Bab 178: Bagaimana Mungkin Aku Bersekongkol Denganmu
177
Bab 177: Saudara Ketiga, Momen Ini Telah Tiba
176
Bab 176 : Perspektif dan Dendam yang Tersimpan
175
Bab 175: Paman Baru dan Keponakan yang Tak Terduga
174
Bab 174: Standar Batu Bata dan Beruang yang Berbakat
173
Bab 173: Seratus Juta Bayangan dan Sebuah Pulau Baru
172
Bab 172: Merpati, Gagak, dan Rahasia yang Tak Tersegel
171
Bab 171: Bukti yang Berbicara Sendiri
170
Bab 170: Panen dari Langit
169
Bab 169: Irigasi Abadi dan Tawanan Tak Terduga
168
Bab 168: Fitur Baru dan Pukulan yang Mengguncang Langit
167
Bab 167: Babi yang Memakan Harimau
166
Bab 166: Sup yang Mengubah Segalanya
165
Bab 165: Tukang Batu dan Secangkir Teh
164
Bab 164: Mimpi Mendirikan Sekte
163
Bab 163: Pulang ke Rumah
162
Bab 162: Pria Berjubah Putih yang Penuh Kejutan
161
Bab 161: Ketika Dewa Bela Diri Bergantung pada Manusia Biasa
160
Bab 160: Batu Bata, Sup Ular, dan Dua Juta Koin
159
Bab 159: Manik-Manik Cantik dan Ular Abadi
158
Bab 158: Jejak Pedang yang Mengguncang Pikiran
157
Bab 157: Reruntuhan, Hutang, dan Babi Hutan Buta
156
Bab 156: Dua Pilihan dan Racun Ular
155
Bab 155: Dasar Wanita Sialan, Cepat Naik!
154
Bab 154: Murid Pergi, Tuan Melanjutkan ke Sepuluh Ribu Gunung
153
Bab 153: Bintang Pembawa Malapetaka dan Jalan Memutar ke Pegunungan
152
Bab 152: Ikan Asin, Sutra Berlian, dan Pelarian di Malam Hari
151
Bab 151: Guru, Murid, dan Orang-Orang Aneh di Jalan
150
Bab 150: Sang Dukun, Murid yang Kelelahan, dan Tamu Tak Terduga
149
Bab 149: Tidak Ada Jalan Keluar — dan Hati Dao yang Hancur
148
Bab 148: Dendam Kecapi dan Papan Catur yang Sombong
147
Bab 147: Saudara Abadi dan Tamu yang Tak Diundang
146
Bab 146: Ternyata Akulah Si Adik — Dan Dia Hanya Manusia Biasa
145
Bab 145: Wanita yang Memijat Kaki
144
Bab 144: Malam yang Indah
143
Bab 143: Anak Keberuntungan
142
Bab 142: Negeri Kekacauan
141
Bab 141: Labu Kecil untuk Teman Lama
140
Bab 140: Seperti Teman Lama
139
Bab 139: Perjalanan Musim Semi
138
Bab 138: Raja Bela Diri yang Melarikan Diri
137
Bab 137: Tengkorak di Balik Kerudung Merah
136
Bab 136: Pengantin yang Dirampas
135
Bab 135: Rencana di Balik Pintu Tertutup
134
Bab 134: Melamar dengan Lima Ratus Ribu Koin Emas
133
Bab 133: Para Penggemar Fanatik dari Hanyang
132
Bab 132: Sekte Pedang Surgawi Membayar Hutang
131
Bab 131: Permainan Catur yang Sudah Mati
130
Bab 130: Kekacauan di Sekte Pedang Surgawi
129
Bab 129: Penculikan yang Salah Sasaran
128
Bab 128: Harga Meremehkan Tamu
127
Bab 127: Sup yang Tumpah dan Tamu yang Tidak Diharapkan
126
Bab 126: Kesengsaraan Surgawi yang Melarikan Diri
125
Bab 125: Hanya di Hadapan Anjing Aku Bisa Rileks
124
Bab 124: Tidur di Bawah Pertempuran Kaisar Yao
123
Bab 123: Kaisar Yao untuk Sarapan
122
Bab 122: Berlutut di Hadapan Kakek Wang
121
Bab 121: Sampah di Mata Kami
120
Bab 120: Jangan Ganggu Tidur Tuanku
119
Bab 119: Kedatangan yang Mengguncang Hanyang
118
Bab 118: Rombongan Menuju Hanyang
117
Bab 117: Bersin Dewa dan Kantung yang Berpindah Tangan
116
Bab 116: Bermalam di Bawah Pohon Song Ke
115
Bab 115: Guru dan Murid Muncul di Saat yang Tepat
114
Bab 114: Orang Gila di Tengah Pertempuran
113
Bab 113: Neraka di Pegunungan Mufu
112
Bab 112: Mangsa yang Salah
111
Bab 111: Pertemuan yang Tidak Terduga
110
Bab 110: Kunjungan Tanpa Sutra
109
Bab 109: Guru yang Ragu-Ragu
108
Bab 108: Tetangga yang Keras Kepala
107
Bab 107: Tuan dari Aula Bela Diri
106
Bab 106: Sang Ahli yang Tak Tertandingi
105
Bab 105: Empat Orang di Depan Pintu
104
Bab 104: Jebakan Sepuluh Ribu Tahun
103
Bab 103: Partitur dari Jalan Biasa
102
Bab 102: Warisan Orang Suci
101
Bab 101: Puncak Kebanggaan dan Rebutan Benda Suci
100
Bab 100: Peringatan Terakhir dan Jalan Biasa
99
Bab 99: Sang Kerangka Kaya Mendadak dan Pertanyaan yang Menggelisahkan
98
Bab 98: Tiga Harta Suci dan Bencana di Makam
97
Bab 97: Wu Chang'an di Perut Bumi dan Pintu Batu yang Terbuka
96
Bab 96: Wu Chang'an yang Penakut dan Penolakan Lu Tianhe
95
Bab 95: Hutang Skeleton dan Gua yang Mengguncang Hanyang
94
Bab 94: Ladang Para Dewa dan Jebakan yang Sempurna
93
Bab 93 — Membunuh Dua Burung, Salah Sasaran
92
Bab 92 — Tempat Seperti Apa Ini
91
Bab 91 — Dilarang Berkelahi di Depan Sini
90
Bab 90 — Harta Karun di Lubang Kotoran
89
Bab 89 — Setengah Bungkus yang Mengubah Perang
88
Bab 88 — Keripik Pedas untuk Menyelamatkan Klan
87
Bab 87 — Penyelamat yang Tidak Dipercaya
86
Bab 86 — Sampah yang Mengguncang Langit
85
Bab 85: Dunia Lain, Masa Muda Itu
84
Bab 84: Mundur Sebelum Terlambat
83
Bab 83: Hotpot dan Terobosan
82
Bab 82: Serangan Mendadak dari Segala Sisi
81
Bab 81: Niat Zither dan Dua Tamu yang Tidak Diundang
80
Bab 80: Kaisar yang Tidak Tahu Malu
79
Bab 79: Badai di Klan Serigala Iblis
78
Bab 78: Musim Semi Ao Lan
77
Bab 77: Katak di Dasar Sumur
76
Bab 76: Anjing yang Tidak Bisa Dibeli
75
Bab 75: Terobosan Besar dan Masa Lalu Yun Lan
74
Bab 74: Meridian Ras Dewa
73
Bab 73: Tugas Khusus untuk Alkemis Nomor Satu
72
Bab 72: Guan Mingshu yang Menyesal dan Cangkul Tingkat Suci
71
Bab 71: Kaisar Iblis yang Terlalu Terburu-buru dan Skeleton yang Malang
70
Bab 70: Pencarian Besar dan Perang yang Tak Direncanakan
69
Bab 69: Alkemis Nomor Satu yang Malang
68
Bab 68: Pelayan yang Menakutkan dan Tuntutan Aneh
67
Bab 67: Yun Xue dan Tulang yang Hilang
66
Bab 66: Manusia Biasa yang Menembus Formasi
65
Bab 65: Kantung yang Hilang dan Ketukan di Balik Formasi
64
Bab 64: Kura-kura Itu dan Kesempatan yang Tak Terduga
63
Bab 63 — Mencari Manusia Fana
62
Bab 62 — Cincin Spasial dan Dua Senjata Ilahi
61
Bab 61 — Tolong Bawakan Daging Bakar Itu
60
Bab 60 — Senior yang Hanya Mengumpulkan Ramuan
59
Bab 59 — Sistem Terkutuk dan Kaisar Iblis di Pohon
58
Bab 58 — Sup Ular dan Raja Elang yang Pingsan
57
Bab 57 — Jubah Biru yang Tidak Bernoda
56
Bab 56 — Manusia Fana yang Menampar Balik
55
Bab 55 — Perintah Pembunuhan di Pegunungan Mufu
54
Bab 54 — Kaisar Iblis Berpura-pura Mati
53
Bab 53 — Sekop dan Obat Ajaib
52
Bab 52 ; Genangan Air Berbahaya
51
Bab 51: Kapal Bajak Laut yang Tak Bisa Ditolak"
50
# Bab 50: Jalur Hidup Geng Peledak Langit & Rencana Licik Long Qianxie
49
# Bab 49: Hanya Pertunjukan Tanpa Isi & Perubahan Sikap yang Mengejutkan
48
Bab 48: Pisau Itu Milikku & Bahkan Tidak Meletakkan Keranjang Bayam
47
Bab 47: Ketika Langit Runtuh di Atas Kepala Orang Serakah
46
Bab 46: Tombak Mencolok dan Hancurnya Geng Peledak Langit
45
Bab 45: Pasukan Tak Tertandingi dan Duduk Tenang Saja
44
# Bab 44: Dalang di Balik Layar dan Amarah yang Meledak
43
# Bab 43: Tengkorak Nakal dan Darah Harus Dibalas
42
# Bab 42: Dia Adalah Dewa dan Aku Hanya Lewat Saja
41
Bab 41: Tamparan untuk Segalanya
40
# Bab 40: Pintu Kecil Terbuka dan Pedang Maut dari Langit
39
# Bab 39: Formasi Yin Surgawi dan Pengkhianat Licik
38
# Bab 38: Ingin Mencuri Ayam, Malah Kehilangan Beras
37
# Bab 37: Permainan Kartu di Atas Meja
36
Bab 36: Apakah Kita Perlu Alat Peraga?
35
Bab 35: Dua Bidadari dan Satu Meja
34
# Bab 34: Malam Makan Malam yang Penuh Rencana
33
# Bab 33: Puncak Kejayaan yang Rapuh
32
# Bab 32: Dua Wanita dan Satu Pertemuan Tak Terduga
31
Bab 31: Rencana Sang Patriark yang Kalah
30
Bab 30: Majikan Sejati & Pelajaran yang Harganya Dua Lengan
29
Bab 29: Gunung yang Tak Terlihat & Dunia yang Runtuh dalam Satu Kata
28
Bab 28: Niat Baik yang Tak Boleh Disia-siakan & Laporan yang Menyesatkan
27
Bab 27: Kesalahan yang Mematikan & Tamu-Tamu Berpenampilan Ganjil
26
Bab 26: Kain Lap di Pagar & Amarah yang Tak Bisa Dibendung
25
Bab 25: Kain Lusuh yang Menyimpan Duka & Penghinaan yang Tak Termaafkan
24
Bab 24: Tidak Layak Berdiri di Sini & Anjing yang Lebih Setia dari Manusia
23
Bab 23: Sosok di Balik Jubah Putih & Hutang yang Dibayar dengan Tulang
22
Bab 22: Debu yang Tersisa & Firasat Buruk di Puncak Gunung
21
Bab 21: Kartu Emas dan Mata-Mata dari Gunung Bersalju
20
Bab 20: Seratus Ribu Koin dan Orang Pelit yang Menyesal
19
# Bab 19 : Kalimat Emas dan Rahasia yang Terlalu Jauh
18
# Bab 18: Puisi Indah dan Kerinduan Akan Kampung Halaman
17
# Bab 17 : Kesuksesan Besar dan Kecantikan yang Merindukan
16
# Bab 16: Perubahan Nasib dan Kamar Dagang Baofeng
15
# Bab 15 : Pisau Dapur Menggemparkan Dunia
14
# Bab 14 : Garpu Rumput dan Sumpah di Bawah Langit
13
Bab 13: Orang Tua Berkhayal & Rencana Jahat
12
Bab 12 : Patriark Pelit & Matahari Buatan Lin Qian
11
Bab 11 : Dendam Murid & Satu Ayunan Golok
10
Bab 10 : Papan Catur Sang Senior & Pisau yang Tak Ternilai
9
Bab 9 : Siapa yang Kau Remehkan & Hukuman Ringan
8
Bab 8 : Perpisahan & Senjata Penyelamat
7
Bab 7 : Tempaan Api & Kesalahpahaman Mulia
6
Bab 6 : Penjaga Pintu Baru
5
Bab 5 : Pisau Dapur & Standar Sang Senior
4
Bab 4 : Aura Tersembunyi & Serigala Iblis Jadi Lauk
3
Bab 3 : Mencurigai Sosok Kuno
2
Bab 2 : Kitab Tai Chi, Hadiah Guru
1
Bab 1 : Grandmaster Fana
Lihat Semua
Descarga Grandmaster Yang Terlupakan PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!