Wang Luoli menatap empat kaki meja di sudut ruangan, dan wajahnya langsung pucat.
Empat benda yang dipakai untuk mengganjal meja itu bukan batu biasa. Itu Artefak Abadi tingkat atas—benda yang seharusnya diperebutkan mati-matian oleh seluruh dunia kultivasi, sekarang cuma jadi pengganjal kaki meja yang goyang.
"Gila... itu artefak abadi tingkat atas dipakai buat ganjal meja?"
Dia baru sadar satu hal lagi yang lebih mengerikan: kelima orang tua yang barusan datang ini—termasuk ayah Wang Jingtian—sama sekali tidak bisa dia baca kultivasinya. Kalau orang biasa saja bisa punya artefak abadi tingkat atas, berarti level mereka jauh di atas dugaannya.
"Cuma ada satu penjelasan. Mereka semua ahli dari Alam Abadi Matahari-Bulan. Makanya aku tidak bisa merasakan kekuatan mereka sama sekali."
Wang Luoli berdiri kaku sambil memegang sekop, napasnya sampai tertahan. Lima orang Alam Matahari-Bulan berkumpul di satu halaman kecil yang kelihatannya biasa saja—ditambah lagi Senior, yang jelas jauh lebih kuat dari mereka semua.
Rasa takutnya cuma bertahan sebentar. Detik berikutnya wajahnya berubah cerah.
"Tunggu... ini bukan tempat menakutkan. Ini tempat paling aman di seluruh Provinsi Abadi Qiongbi!"
Kalau dia pergi dari sini, cepat atau lambat Sekte Langit Hitam akan mengejarnya lagi. Tapi di tempat dengan enam orang sekuat ini? Mereka pasti tidak akan berani macam-macam.
Empat mangkuk pangsit di atas meja mulai mengeluarkan aroma yang bikin perutnya bergejolak. Baru mencium baunya saja, qi di dantiannya yang terkuras habis semalaman langsung terasa pulih sedikit demi sedikit. Rasa lapar yang dia tahan bertahun-tahun langsung meledak.
Dia menelan ludah, lalu memberanikan diri mendekati Chi Yitong.
"Senior, saya... saya juga mau pesan semangkuk pangsit, boleh?"
"Satu mangkuk, satu Artefak Abadi tingkat atas," jawab Chi Yitong santai. "Bayar dulu, baru makan. Itu aturan di sini. Kalau sanggup bayar, aku layani. Kalau tidak, silakan pergi. Mau tetap di sini atau cari mati sendiri, bu…
Grandmaster Yang Terlupakan
Bab 345: Aku Juga Mau Bantu Beres-beres, Senior!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 1219 Episodes
Comments