Xu Rong terkejut melihat sosok malas itu. Wu Tao. Orang yang sudah beberapa kali ia temui. Sikap malasnya begitu khas—bahkan kalau berubah jadi abu pun, ia yakin tetap bisa mengenalinya.
Tapi begitu ia benar-benar yakin, sulit baginya untuk percaya.
Bagaimanapun ia berpikir, tidak masuk akal menghubungkan pria malas berasal-usul aneh ini dengan sosok misterius di balik pembantaian mengerikan belakangan ini. Ia menolak percaya orang ini bisa semenakutkan itu.
Tapi yang ia lihat memang seperti itu. Sekeras apa pun ia meragukannya, itulah kenyataannya.
Setelah terdiam sesaat karena kaget dan bingung, Xu Rong langsung mengejar tanpa berpikir panjang.
Anehnya, sosok malas itu jelas berjalan pelan, tapi tiba-tiba menghilang ke dalam kegelapan malam seperti menguap begitu saja. Saat Xu Rong sampai di tempat itu, tidak ada tanda-tanda siapa pun di sana.
Ia menggumam bingung. "Jangan-jangan aku berhalusinasi?"
Saat keraguan itu masih menggantung, anggota timnya menyusul dengan napas terengah-engah. "Kapten, di mana orangnya? Anda tidak berhasil menangkapnya?"
Xu Rong mendongak tajam. "Kalian juga melihat seseorang?"
Anggota tim mengangguk serempak, kaget. "Kami melihatnya! Memang ada sosok tadi. Kami baru sadar ada orang lain saat melihat Anda mengejarnya. Dia pasti pelaku di balik pembantaian ini! Apa Anda juga tidak menangkapnya, Kapten?"
Hati Xu Rong mencekam mendengar itu. Semua orang melihatnya—ini bukan halusinasi.
Sosok mengerikan itu ternyata Wu Tao, orang yang selama ini selalu ia anggap remeh dan menyebalkan.
Setelah dugaan itu terkonfirmasi, Xu Rong justru makin gugup. Ia makin yakin Wu Tao benar-benar berbahaya—mampu menyembunyikan jati diri sedalam itu. Bahkan ia sendiri merasakan kewaspadaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Teringat Li Weiwei yang masih bertugas mengawasi, ia buru-buru menelepon.
Di luar dugaan, suara Li Weiwei di ujung telepon terdengar tenang, seolah tidak terjadi apa-apa, membuat kekhawatirannya sendiri terasa berlebihan.
"Kapten, ad…
Grandmaster Yang Terlupakan
Bab 1011: Kebohongan yang Rapi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 1219 Episodes
Comments