"Udah, Papa keluar sana. Ngapain sih di sini?" ketus Nicktan, memutar bola matanya malas. Ia sangat tahu tabiat papanya yang gemar mencari celah untuk mengganggu ketenangannya jika sedang bersama Elea.
Azeus mendengus sebal, melayangkan tatapan tajam yang pura-pura galak pada anak tunggalnya. "Bocah kurang ajar lo. Gue ini khawatir takut lo kolaps di sini, bukannya makasih malah ngusir," kata Azeus dengan nada suara rendah penuh wibawa yang sengaja dibuat ketus. Ia membalikkan badannya, bersiap melangkah lebar untuk keluar dari area kamar.
Melihat Azeus yang sudah berbalik, Ardan yang sejak tadi berdiri di dekat lemari langsung berdehem keras. "Ehem..."
Nick refleks menolehkan kepalanya ke arah Ardan. Detik itu juga, tangan kanan dan kiri Ardan bergerak naik, memperagakan gerakan comotan kedua telapak tangan yang saling beradu di depan mulut. sebuah gestur ejekan konyol untuk menggoda Nick yang baru saja tertangkap basah sedang berciuman panas dengan Elea tadi.
Urat malu di kepala Nick seketika putus. Tanpa pikir panjang, tangan tegap Nick langsung menyambar bantal sofa berukuran sedang di sampingnya, lalu melempar benda itu dengan kekuatan penuh ke arah wajah manajernya.
WUSH!
Ardan yang sudah siap siaga langsung merunduk dengan sangat cepat, menghindari lemparan maut tersebut sambil tertawa terbahak-bahak. Sialnya, bantal yang melesat cepat itu melambung melewati kepala Ardan dan mendarat dengan telak menghantam bagian belakang kepala Azeus Megantara yang posisinya sudah berada di ambang pintu kamar.
PUK!
"NICKTAN!" Kesal Azeus seketika meledak. Pria berusia empat puluh lima tahun itu langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat, menghunuskan tatapan mata elangnya yang sangat tajam dan mematikan ke arah anaknya.
"Hufff..." Azeus mengembuskan napas kasar dari hidungnya, mencoba menahan sisa sabar yang ia miliki saat melihat Nicktan mendadak memasang wajah lempeng, berpura-pura sibuk membenarkan lipatan jaket hitamnya seolah tidak terjadi apa-apa.
"Gak sengaja," ketus…
NICKTAN: Si Pembalap Dingin
149. Lemparan Bantal Dan Pusat Perhatian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 436 Episodes
Comments