Aldric mundur beberapa langkah menghadapi kepungan penjaga bersenjata, mengingat kembali setiap teknik bertahan yang telah diajarkan Draven selama masa persiapan mereka.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja," ucapnya tegas, bersiap menghadapi pertarungan yang jelas tidak seimbang mengingat jumlah lawan yang mengepungnya dari berbagai arah.
Silas Cross mengamati dari kejauhan dengan ekspresi dingin, tidak menunjukkan niat untuk turun tangan langsung, membiarkan para penjaganya menangani situasi tersebut.
"Tangkap dia hidup-hidup," perintahnya tegas. "Aku masih membutuhkan darahnya."
Penjaga pertama menyerang dengan tongkat listrik yang memancarkan energi mengejutkan, namun Aldric berhasil menghindar dengan gerakan yang telah ia latih berkali-kali, membalas dengan pukulan tepat ke titik lemah yang diajarkan Draven.
Penjaga itu ambruk, namun tiga lainnya segera menggantikan posisinya, menyerang secara bersamaan dari berbagai sudut.
Aldric merasakan pukulan keras menghantam punggungnya, membuatnya terhuyung namun tidak sepenuhnya jatuh. Ia berputar cepat, membalas dengan tendangan yang berhasil melumpuhkan salah satu penyerang, meski kondisinya mulai melemah menghadapi jumlah lawan yang terus bertambah.
Di luar fasilitas, Ryden dan Elira akhirnya menemukan jalur evakuasi tersembunyi yang telah diidentifikasi Draven sebelumnya, bergegas menyusuri lorong gelap tersebut dengan kecepatan maksimal.
"Kita harus mencapai Aldric secepat mungkin," ucap Ryden tegang, mengaktifkan Haki Observasinya sepenuhnya untuk melacak lokasi pasti sahabatnya di tengah kompleks yang luas tersebut.
"Aku bisa merasakan pertarungan di sisi timur fasilitas," Ryden memberitahu Elira, mempercepat langkahnya menembus lorong yang semakin terang seiring mereka mendekati area utama kompleks tersebut.
Ketika mereka akhirnya menembus keluar dari jalur tersembunyi itu, pemandangan yang menyambut mereka membuat jantung Ryden berdegup semakin kencang—Aldric, meski masih berdiri, tampak babak belur dengan…
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR
BAB 141
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 204 Episodes
Comments