Shells Town pagi itu tampak seperti pelabuhan biasa—nelayan menjual hasil tangkapan, anak-anak berlarian di sepanjang dermaga, dan bendera Angkatan Laut berkibar gagah di atas markas kecil yang menjulang di tengah kota. Namun Ryden tahu betul, di balik ketenangan itu, sesuatu yang lebih besar sedang bersiap terjadi.
Ia duduk di sebuah kedai kecil di sudut pelabuhan, menyesap teh hangat sambil mengamati keramaian. Rambut putihnya yang mencolok dan mata merahnya yang tajam membuat beberapa orang melirik curiga, namun tak seorang pun berani mendekat—reputasinya sebagai "Sang Peretak" sudah cukup dikenal di wilayah ini untuk membuat orang menjaga jarak dengan hormat, atau ketakutan.
"Shells Town... ini tempat di mana Zoro seharusnya bertemu Luffy," pikir Ryden, mengingat serpihan cerita yang masih tersimpan di benaknya. Kapten Morgan yang tiran, putranya Helmeppo yang menyebalkan, dan seorang pemburu bajak laut yang diikat di tiang halaman markas...
Namun ia sengaja tidak turun tangan lebih dulu. Ia ingin melihat, dengan matanya sendiri, apakah alur ini masih berjalan seperti yang ia ingat, atau sudah bergeser seperti banyak hal lain yang ia temui selama enam tahun terakhir.
Ketika matahari mulai meninggi, keributan pecah di depan markas Angkatan Laut. Ryden bangkit dari kursinya, melangkah santai ke arah kerumunan yang mulai berkumpul. Di halaman markas, seorang pemuda berambut hijau lumut, tubuh kekar penuh luka, terikat di sebuah tiang kayu, wajahnya penuh darah kering namun matanya tetap menyala tajam, tak menunjukkan tanda menyerah sedikit pun.
"Roronoa Zoro," gumam Ryden pelan, seulas senyum tipis terukir di bibirnya. Jadi memang benar dia di sini.
Tak lama kemudian, seorang bocah bertopi jerami dengan tubuh kurus namun penuh energi meloncat masuk ke halaman markas, menantang penjaga dengan gaya konyol yang justru terasa penuh keberanian. Ryden mengenali sosok itu seketika—Monkey D. Luffy, persis seperti yang ia bayangkan, meski wajahnya jauh lebih hidup dan nyat…
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR
BAB 3
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 204 Episodes
Comments