Si dokter langsung menatap lekat wajah Sadan. Anggukan pelan dia berikan. "Mas nya tenang saja. Istri dan juga anak-anak mas, baik-baik saja. Mereka semua selamat."
"Anak ... anak? Maksudnya? Saya ... punya berapa anak?" Sadan melepas pertanyaan dengan wajah bingung.
Si dokter malah menatap lekat wajah Sadan. Alisnya pun dia naikkan. "Mas, anda tidak tahu? Istri anda sedang melahirkan anak kembar."
"Kembar?" Mereka semua berucap secara serentak.
Belum pula sempat Sadan angkat bicara untuk menjawab apa yang dokter katakan, mama Sadan malah sudah mendahuluinya. "Jadi, Dok. Menantu saja beneran melahirkan anak kembar?"
"Iya. Kalian semua ... benar-benar tidak tahu?" Bingung si dokter.
Bagaimana tidak? Secara, teknologi jaman sekarang sudah sangat canggih. Sudah punya alat yang bisa melihat jenis kelamin dan lain sebagainya. Singkat kata, teknologi sekarang sudah bisa menembus perut untuk melihat apa yang ada di dalam sana.
"Kalian .... "
"Ah, dokter. Lupakan saja soal itu. Sekarang, apakah saya boleh melihat istri saya?" Sadan yang sudah tidak sabar lagi langsung angkat bicara.
"Oh, iya. Sebentar lagi istri anda akan dipindahkan ke ruang perawatan."
Baru juga si dokter selesai bicara, dua suster malah sudah muncul dengan menggendong satu bayi di masing-masing tangan mereka. Lalu, dua suster yang lainnya malah sedang mendorong Nindi yang masih lemah untuk di pindahkan ke ruang perawatan.
Seketika, Sadan langsung mendekati istrinya. Sedang kedua anaknya, dia abaikan begitu saja. "Sayang, apa kamu baik-baik saya? Maafkan aku, sayang. Aku sudah membuat kamu merasakan sakit." Sadan berucap sambil menangis.
Ulahnya tentu saja cukup untuk menarik perhatian para suster yang ada di dekatnya. Mana salah satu suster yang sedang menggendong anak Sadan sebelumnya sudah berpikir kalau Sadan akan meraih anak yang ada dalam gendongannya lagi. Eh, hasilnya, yang Sadan perduli kan untuk yang pertama kali adalah istrinya.
Tangisan Sadan membuat mereka saling pandang. Tidak. Mereka tidak…
Wasiat Yang Menyakitkan
#81
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Patrick Khan
eh kembar tu bayik😁
2025-10-16
0