Panggilan itupun berakhir. Tepat saat itu pula pintu kamar terbuka. Sadan muncul dari balik daun pintu dengan membawakan napan yang berisikan makanan dan juga segelas air minum. Tatapan matanya sayu. Matanya sedikit memerah. Dan, bekas air mata masih tersisa dari kedua belah pelupuk mata.
Sepertinya, Sadan sudah tahu kalau Anindia baru saja selesai bicara dengan mantan suaminya. Tapi, Sadan berusaha untuk mendamaikan hati dengan memberikan kebebasan buat Nindi. Walau sesungguhnya, Sadan takut bukan kepalang. Takut akan ditinggalkan. Tidak rela jika di duakan. Dan, sangat cemburu dengan mantan suaminya sang istri.
"Sadan."
"Bicara dengan siapa? Apakah, orang yang penting?"
"Tidak. Tidak penting. Kamu-- "
"Waktunya makan siang, Sayang. Aku membawakan makanan untuk mu. Kamu harus segera makan. Karena tadi pagi, kamu sama sekali tidak sarapan."
"Iya. Aku, akan makan. Letakkan saja di atas nakas," ucap Nindi sambil bangun dari baringnya.
Sadan melakukan apa yang Nindi katakan. Meletakkan napan yang dia bawa ke atas nakas. Setelahnya, dia beranjak mendekat. Lalu, berniat untuk mengambil posisi duduk di samping Nindi.
Namun, apa yang terjadi? Nindi langsung berteriak pada Sadan dengan suara lantang. "Jangan mendekat!"
Deg. Jantung Sadan seketika berdetak dua kali lebih. "Nindia."
"A-- aku .... ak-- aku butuh ke kamar mandi. Maafkan aku," ucap Nindi sambil terburu-buru beranjak meninggalkan tempat tidur.
Entahlah. Fobia itu tiba-tiba kembali muncul. Rasa jijik atas seseorang yang telah bersama dengan orang lain. Jujur, Nindi tidak ingin mengalami hal tersebut. Tapi, hal itu datang dengan sendirinya. Dia cukup sadar diri, kalau dirinya juga bukan manusia yang suci. Dia juga punya kesalahan. Dia ingin berdamai dengan Sadan Sayangnya, fobia itu membuatnya tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan.
Nindi membenci dirinya sendiri. Dirinya yang tidak bisa berdamai dengan keadaan saat ini. Dirinya yang tidak bisa menerima masa lalu Sadan. Padahal, pria itu sudah memperlihatkan si…
Wasiat Yang Menyakitkan
#72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Jetva
KAMU JIJIK AMA MASA LALU SADAN...TP KAMU LUPA KLO JUGA BEKAS HANAFI...INGAT..SADAN TIDAK MENINGGALKAN PASANGANNYA, TP HANAFI RELA MENDUAKANMU SECARA TERANG TERANGAN DGN MENIKAHI IPARX🙄🙄🙄..JIKA SAZA PACARNYA TAK BUNDIR, SADAN UDAH MENIKAHINYA...ITU KENAKALAN MASA MUDA DIA...BUKAN MENORMALISASI TP KAMU BUKAN GADIS SAAT MENIKAH DGN SADAN...LAH TRUS KM MERASA JIJIK PADAHAL KAMU JUGA BEKAS SEPUPU SADAN
..
2026-04-10
0
Patrick Khan
🤔 apa anin mw minta pisah sm sadan ato bertahan ya.. wah klo pisah janda 2x dong😂😂😂
2025-10-11
0
Siti Saodah
menurut ku lebih baik' safan lepaskan saja nindi karna mencintai wanita egois seperti nindi hanya akan membuat mu terluka,karna dia tidak pernah mau melihat perjuangan mu. sadan,jdi lebih baik ceraikan Dia, seiring berjalannya waktu kmu akan bisa melupakan nindi
2026-08-24
0