"Mama. Kenapa ... menangis? Apa ada yang tidak nyaman, Ma?"
"Mama tenang saja. Sebentar lagi, kak Afi akan datang, Ma."
Suara tangisan Nisa pun semakin keras. Hana yang ada di sana jadi semakin tak nyaman. "Ma."
"Han, mama sungguh sangat menyesal. Mama bersalah. Mama sangat berdosa pada mereka. Mama, mama sudah sangat jahat, Hana."
"Mama." Jujur, Hana masih bingung akan sikap yang saat ini mamanya perlihatkan. Entahlah. Pikirannya yang sudah tidak baik-baik saja itu semakin di buat tidak baik sekarang.
"Ma, tenanglah dulu. Jangan menangis lagi. Kondisi mama sedang tidak baik, Ma."
"Hana. Mama menyesal, Han. Mama menyesal. Mama adalah orang tua yang paling jahat. Mama telah memisahkan kakak kamu dari orang yang sangat dia cintai. Sekarang, apakah ... kita punya kesempatan untuk menyatukan mereka lagi, Hana?"
"Tidak, Ma. Tidak akan ada. Karena luka yang sudah kita gores 'kan terlalu besar. Kita tidak akan pernah punya kesempatan untuk menyatukan mereka lagi."
"Tapi, jika kita minta maaf, kita mungkin punya kesempatan untuk membuat mereka kembali bersama, Hana."
"Tidak, Mama. Kata maaf saja tidak akan pernah cukup untuk menebus kesalahan yang telah kita perbuat. Dan lagi, Anindia sekarang sudah bahagia dengan kehidupan barunya. Jangan ganggu dia lagi, Ma."
"Tapi-- "
"Ma. Jika saja bisa, aku juga ingin mereka bersama. Tapi, itu tidak mungkin. Nindi sudah sangat terluka gara-gara ulah kita. Kita mungkin bisa minta maaf padanya. Dan dia juga mungkin akan memberikan maaf pada kita. Tapi, tidak untuk mencoba membuatnya kembali ke masa lalu. Karena bagaimanapun, luka yang telah kita gores 'kan akan ada bekasnya, Ma. Tolong, mama pahami apa yang telah aku katakan. Aku tidak ingin kita datang untuk merusak hidup Nindi yang sudah terlihat jauh lebih baik dari saat dia bersama kita, Ma."
Kata-kata panjang lebar yang baru saja Hana ucapkan tidak mampu Nisa jawab. Dia hanya mampu terdiam dengan air mata yang kembali jatuh. Harapannya musnah saat benaknya bisa menerima semua yang H…
Wasiat Yang Menyakitkan
#49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments