Sampai di depan kamar Chantika, Saras melarang Papanya mengetuk pintu. Takut pria itu kabur. Saras yang membuka pintu, lalu mendorong pintu itu.
Enzo yang sudah ngumpet di balik tirai tebal yang menutupi balkon, menahan napas. Chantika sudah kembali berbaring. Saat Saras membuka pintu, mereka sudah siap menghadapi apapun.
Pintu terbuka, lampu utama langsung menyala.
Chantika beraktingnya boleh nih.
Seakan sudah tertidur lalu terbangun. Ia duduk perlahan di atas ranjang. Menatap bergantian kepada Rahardja, Ranti, dan Saras.
Bertanya pada Papanya - ada apa? Kenapa malam-malam pada ramai di kamarku?
Saras yang menjawab. Mengatakan apa yang dia lihat tadi.
Ternyata di ranjang tidak ada laki-laki yang tadi dilihatnya sedang memeluk Chantika.
2026-08-12
1
Anonim
Naluri seorang polisi dan insting seorang bos mafia langsung bergerak mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sama-sama tahu kalau Saras sedang mengintip.
Begitu pintu kembali tertutup, Chantika gerak cepat mengambil seluruh pakaian Enzo yang ada dilemarinya untuk dimasukkan ke koper, lalu disimpan ditempat tersembunyi.
Sedangkan Saras berlari ke kamar orangtuanya. Memberitahu Papa dan Mamanya, di kamar Chantika ada laki-laki. Saras yakin melihat sendiri.
Rahardja melihat Saras terlihat panik, akhirnya ikut menuju kamar Chantika. Ranti juga.
2026-08-12
1
Anonim
Saras masih yakin laki-laki itu masih ada di kamar.
Tatapan Saras mengarah ke tirai dimana Enzo ada di sana.
Saras melangkah cepat ke arah balkon.
Sepertinya Rahardja tahu kalau ada Enzo di balik tirai. Dia menghentikan aksi Saras yang hampir menyibak tirai.
Comments
Anonim
Sampai di depan kamar Chantika, Saras melarang Papanya mengetuk pintu. Takut pria itu kabur. Saras yang membuka pintu, lalu mendorong pintu itu.
Enzo yang sudah ngumpet di balik tirai tebal yang menutupi balkon, menahan napas. Chantika sudah kembali berbaring. Saat Saras membuka pintu, mereka sudah siap menghadapi apapun.
Pintu terbuka, lampu utama langsung menyala.
Chantika beraktingnya boleh nih.
Seakan sudah tertidur lalu terbangun. Ia duduk perlahan di atas ranjang. Menatap bergantian kepada Rahardja, Ranti, dan Saras.
Bertanya pada Papanya - ada apa? Kenapa malam-malam pada ramai di kamarku?
Saras yang menjawab. Mengatakan apa yang dia lihat tadi.
Ternyata di ranjang tidak ada laki-laki yang tadi dilihatnya sedang memeluk Chantika.
2026-08-12
1
Anonim
Naluri seorang polisi dan insting seorang bos mafia langsung bergerak mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sama-sama tahu kalau Saras sedang mengintip.
Begitu pintu kembali tertutup, Chantika gerak cepat mengambil seluruh pakaian Enzo yang ada dilemarinya untuk dimasukkan ke koper, lalu disimpan ditempat tersembunyi.
Sedangkan Saras berlari ke kamar orangtuanya. Memberitahu Papa dan Mamanya, di kamar Chantika ada laki-laki. Saras yakin melihat sendiri.
Rahardja melihat Saras terlihat panik, akhirnya ikut menuju kamar Chantika. Ranti juga.
2026-08-12
1
Anonim
Saras masih yakin laki-laki itu masih ada di kamar.
Tatapan Saras mengarah ke tirai dimana Enzo ada di sana.
Saras melangkah cepat ke arah balkon.
Sepertinya Rahardja tahu kalau ada Enzo di balik tirai. Dia menghentikan aksi Saras yang hampir menyibak tirai.
Suaranya menggema memenuhi kamar, mengagetkan Saras.
Saras masih ingin memeriksa, Rahardja bilang - cukup Saras. Dan menyuruh Saras kekuar dari kamar.
Saras mendapat ceramah lagi dari Papanya.
Raharja minta maaf, istirahat Chantika jadi terganggu.
2026-08-12
1