Keheningan masih menyelimuti seluruh Reruntuhan Pedang.
Tidak ada suara langkah kaki.
Tidak ada percakapan.
Yang terdengar hanyalah desir angin yang berembus perlahan melewati pilar-pilar pedang kuno, membawa jejak Dao Pedang yang telah bertahan sejak masa yang sangat lampau.
Di tengah reruntuhan itu, Xiao Yun tetap duduk bersila tanpa bergerak sedikit pun.
Napasnya panjang dan teratur.
Kesadarannya masih tenggelam sepenuhnya dalam dunia pemahaman.
Di dalam lautan kesadarannya, Inti Jiwa yang baru mulai terbentuk terus berdenyut lembut. Niat Pedang Kekosongan yang telah menyatu dengannya semakin stabil, membuat seluruh jiwa Xiao Yun terasa jauh lebih jernih dibandingkan sebelumnya.
Tidak lagi ada gejolak.
Tidak lagi ada keraguan.
Segala pemahaman yang ia peroleh dari setiap pilar pedang kuno perlahan menyatu menjadi satu aliran yang utuh.
Di hadapannya, bayangan para pendekar kuno kembali bermunculan.
Mereka tidak saling bertarung.
Mereka tidak memamerkan teknik yang rumit.
Masing-masing hanya menghunus pedang sekali.
Satu tebasan.
Namun setiap tebasan membawa Dao yang berbeda.
Ada yang tenang seperti permukaan danau.
Ada yang kokoh seperti gunung.
Ada yang mengalir seperti sungai.
Ada pula yang sederhana, tetapi mengandung ketajaman yang mampu menembus segala sesuatu.
Xiao Yun tidak mencoba meniru satu pun di antara mereka.
Ia hanya memperhatikan.
Memahami.
Kemudian perlahan menemukan jalannya sendiri.
Semakin lama, seluruh bayangan itu mulai memudar.
Jejak Dao yang mereka tinggalkan tidak menghilang, melainkan berubah menjadi titik-titik cahaya yang memasuki kesadaran Xiao Yun.
Setiap cahaya menjadi bagian dari pemahamannya.
Setiap pemahaman membuat Jian Yi Tahap Akhir semakin sempurna.
Pada saat yang sama, aura pedang yang telah melebur menjadi satu di belakang tubuhnya semakin jelas.
Aura itu tidak lagi terlihat sebagai tiga bayangan yang terpisah.
Kini hanya ada satu.
Satu aura pedang berwarna ungu kehitaman yang berdiri tegak, memancarkan ketajaman yang murni…
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi
Bab 266 — Jian Xin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 279 Episodes
Comments
Fachri Mamonto
MC tidak bersikap seperti umuran nya... terkesan seperti pria 30 thn thor
2026-10-24
0