Menjelang sore...
Pertandingan hari itu akhirnya selesai.
Tetua turnamen kembali berdiri di tengah arena.
"Hasil pertandingan hari ini telah ditetapkan."
"Peserta yang lolos akan memasuki babak berikutnya."
"Gunakan waktu sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri."
Suara tetua bergema ke seluruh arena.
Para murid mulai meninggalkan tempat duduk mereka.
Sementara para peserta yang lolos berjalan kembali menuju kediaman masing-masing.
Turnamen Pra Musim Sepuluh Pewaris terus berlanjut.
Setelah beberapa hari berlangsung tanpa henti, jumlah peserta yang masih bertahan semakin sedikit.
Arena utama Sekte Langit Purba dipenuhi suasana yang jauh lebih serius dibandingkan hari pertama.
Kini...
Setiap pertandingan menjadi penentu.
Satu kekalahan berarti perjalanan dalam turnamen berakhir.
Tidak ada lagi kesempatan kedua.
Sejak pagi, pertandingan demi pertandingan terus berlangsung.
Benturan senjata, ledakan Dao Qi, dan sorak para penonton silih berganti memenuhi arena.
Namun di balik kemeriahan itu...
Tekanan yang dirasakan para peserta semakin besar.
Lawan yang tersisa bukan lagi murid biasa.
Mereka adalah para murid terbaik yang berhasil melewati berbagai babak penyisihan.
Di tempat para peserta...
Beberapa murid memandang papan undian dengan wajah serius.
Mereka tidak lagi sekadar berharap memperoleh lawan yang lemah.
Karena hampir seluruh nama yang tersisa memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan.
Di antara nama-nama itu...
Nama Xiao Yun menjadi salah satu yang paling sering diperhatikan.
Seorang murid menarik napas panjang.
"Aku harap tidak bertemu dengannya."
Murid lain menganggukkan kepala.
"Aku menyaksikan seluruh pertandingannya."
"Dia selalu tenang."
"Semakin lama pertarungan berlangsung, justru semakin sulit mencari celah."
Seorang peserta lain menatap papan undian tanpa mengalihkan pandangan.
"Yang paling membuatku waspada bukan kultivasinya."
"Melainkan Dao Pedangnya."
"Setiap pertandingan selalu berbeda."
"Mustahil menebak apa yang akan digunakannya."
Percaka…
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi
Bab 215 — Tekanan Dari Panggung Utama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 279 Episodes
Comments