Pagi perlahan bergeser menuju siang.
Setelah meninggalkan hutan yang sunyi, langkah Xiao Yun terus membawanya semakin jauh dari wilayah yang pernah dijelajahinya. Pepohonan mulai berubah. Batang-batangnya tumbuh lebih besar dan lebih tua, sementara akar-akarnya menjulur keluar dari tanah, membentuk jalur yang berliku dan tidak rata.
Semakin jauh ia melangkah...
Udara di sekitarnya menjadi semakin dingin.
Embusan angin yang semula terasa lembut kini membawa hawa lembap yang menusuk kulit.
Xiao Yun memperlambat langkahnya.
Tatapannya mengarah ke depan.
Kabut putih mulai muncul di antara pepohonan.
Mula-mula hanya tipis.
Namun semakin jauh ia berjalan, kabut itu semakin rapat hingga perlahan menutupi pandangan beberapa puluh langkah di depannya.
"Guru."
"Kabut ini..."
"...terasa aneh."
Suara Luo Hai terdengar tenang dari dalam Kristal Warisan.
"Karena memang bukan kabut biasa."
Xiao Yun tidak segera menjawab.
Ia kembali mengamati sekeliling.
Kabut itu tidak bergerak mengikuti arah angin.
Sebaliknya...
Kabut tetap menggantung di tempatnya, seolah memiliki kehidupan sendiri.
Luo Hai kembali berbicara.
"Menurut petunjuk peta..."
"Kita telah memasuki wilayah luar Pegunungan Kabut Kelabu."
"Sejak dahulu tempat ini terkenal sulit dimasuki."
"Banyak orang tersesat bahkan sebelum mencapai bagian dalamnya."
Xiao Yun menganggukkan kepala pelan.
Kini ia mengerti mengapa peta yang ditunjukkan Kristal Warisan tidak memperlihatkan jalur secara rinci.
Tempat seperti ini tidak mungkin dilewati hanya dengan mengandalkan ingatan.
Ia menarik napas panjang.
"Guru."
"Apakah kabut ini ilusi?"
Luo Hai menjawab,
"Sebagian."
"Sebagian lagi merupakan fenomena alam."
"Itulah sebabnya tempat ini jauh lebih berbahaya daripada yang terlihat."
Xiao Yun segera memahami maksud gurunya.
Jika seseorang hanya mengandalkan penglihatan biasa...
Mereka kemungkinan besar akan berjalan berputar-putar hingga akhirnya kehabisan tenaga.
Luo Hai melanjutkan,
"Gunakan Mata Kekosongan."
"Jangan gunakan terus-meneru…
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi
Bab 133 — Pegunungan Kabut Kelabu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 279 Episodes
Comments
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
2026-09-25
1