Hou Xinyue duduk di sisi Ye Tian, tak menolak saat pria itu masih menggenggam lengannya. Pandangannya melayang jauh ke kegelapan, dan mendengar napas berat di sampingnya, pikirannya sempat kacau sejenak.
Setelah beberapa saat, Ye Tian akhirnya mendapatkan kembali sedikit tenaganya. Ia melepaskan genggaman di lengan Hou Xinyue, duduk tegak, lalu menatap wanita itu.
Hou Xinyue memang luar biasa cantik, anggun seperti bunga anggrek. Meski Ye Tian sudah melihat banyak wanita rupawan, matanya tetap berbinar sesaat memandangnya.
Sementara Ye Tian mengamati Hou Xinyue, wanita itu pun balas mengamatinya dari atas ke bawah. Tampan, gagah—sayangnya cuma manusia biasa.
"Nona, hidup itu berharga. Sesulit dan sepahit apa pun keadaannya, jangan pernah kehilangan harapan untuk hidup," ucap Ye Tian, mencoba menasihati.
Meski emosi Hou Xinyue sudah jauh lebih tenang, Ye Tian masih bisa merasakan aura suram yang menguar darinya.
"Bagaimana kau tahu aku sudah kehilangan harapan hidup?" tanya Hou Xinyue datar. Hatinya sedang campur aduk—justru manusia fana inilah yang mencuri ciuman pertamanya, lalu ciuman keduanya. Selain wajahnya yang tampan, tak ada satu pun dari Ye Tian yang cocok dengan bayangan pasangan idamannya. Pasangannya kelak seharusnya berbakat, berpengaruh besar, setidaknya masuk jajaran atas generasi muda di Dataran Tengah—usia sekitar dua puluhan, kultivasi setara atau lebih tinggi darinya, meski belum mencapai Alam Suci. Tapi sekarang... apakah dia masih punya kualifikasi untuk dilirik para pahlawan muda itu?
"Aku mendengarnya dari permainan serulingmu," jawab Ye Tian.
"Kau juga paham musik?" Hou Xinyue mengangkat alis.
"Sedikit," jawabnya merendah.
"Jadi tadi kau mengira aku akan melompat dari tebing untuk bunuh diri?" tanya Hou Xinyue, setengah geli setengah kesal.
"Memangnya bukan?" Ye Tian balik bertanya, heran.
"Kau tahu tingkat kultivasiku?"
Ye Tian menggeleng.
"Tahap Awal Bela Diri Ekstrem," ucap Hou Xinyue.
"Oh." Ye Tian sama sekali tidak terkesan. Meski bukan…
Sang Leluhur Langit
Bab 291: Kekeraskepalaan Terakhir Sang Santa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 926 Episodes
Comments