MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

Bab 1: Hinaan Tiga Tahun dan Bangkitnya Sang Naga

​"Cepat pel lantai ini sampai bersih, dasar sampah! Kalau sampai Tuan Muda Kevin datang dan melihat ada debu sedikit saja, aku akan membuatmu tidur di luar bersama anjing!"

​Suara melengking Lidya, ibu mertuanya, menggema tajam memecah keheningan ruang tamu vila Keluarga Kusuma yang mewah.

​Arya Permana, seorang pemuda berpakaian kaus pudar dan celemek kusam, hanya bisa menunduk sambil mengangguk pelan. Tangannya yang kasar memeras kain pel yang basah. Ia sudah terbiasa. Selama tiga tahun sejak ia menikahi Riana Kusuma—wanita paling cantik, dingin, dan berbakat di Nusantara City—statusnya di rumah ini bahkan lebih rendah dari pembantu.

​Bagi dunia luar, Arya adalah lelucon terbesar. Pria sebatang kara yang tak punya uang, tak punya latar belakang, dan tak punya pekerjaan, entah bagaimana berhasil menikahi dewi bisnis Nusantara City karena wasiat kakek Riana yang pikun sebelum meninggal.

​"Ma, sudahlah. Jangan terlalu keras padanya," sebuah suara dingin dan merdu terdengar dari arah tangga.

​Arya mendongak. Di sana berdiri Riana, istrinya. Riana mengenakan gaun malam berwarna hitam elegan yang membalut lekuk tubuh sempurnanya. Wajahnya cantik tanpa cela, namun ekspresinya selalu sedingin es, terutama saat menatap Arya.

​"Jangan keras padanya? Riana, sadarlah!" Lidya berkacak pinggang, menatap Arya dengan tatapan jijik. "Malam ini adalah perayaan ulang tahun perusahaanmu. Tuan Muda Kevin dari Grup Wijaya akan datang membawa kontrak investasi senilai sepuluh miliar! Kalau bukan karena si benalu ini, kamu sudah menikah dengan Kevin dan hidup sebagai nyonya besar!"

​Riana menghela napas panjang. Ia menatap Arya dengan sorot mata kecewa yang rumit. "Arya, setelah tamu-tamu datang, kembalilah ke kamarmu. Jangan keluar. Aku tidak ingin ada keributan malam ini."

​Hati Arya terasa seperti diremas. Ia menatap istrinya, wanita yang diam-diam ia lindungi dan ia cintai selama tiga tahun ini, namun hanya anggukan pasrah yang bisa ia berikan. "Baik, Riana."

​Tak lama kemudian, deru mesin mobil sport Ferrari merah terdengar di halaman depan. Pintu utama terbuka, menampilkan sosok Kevin Wijaya. Pria itu mengenakan setelan jas Armani mahal, rambut disisir rapi, dengan senyum arogan yang melekat di bibirnya. Di tangannya terdapat sebuah kotak beludru merah.

​"Bibi Lidya, Riana sayang," sapa Kevin dengan penuh percaya diri. Ia melirik sekilas ke arah Arya yang sedang memegang gagang pel, lalu tertawa mengejek. "Oh? Tuan Arya masih rajin membersihkan lantai? Pantas saja lantai Keluarga Kusuma selalu mengkilap. Keterampilanmu sebagai tukang bersih-bersih memang level dewa."

​Beberapa kerabat Keluarga Kusuma yang baru saja tiba ikut tertawa terbahak-bahak mendengar sindiran itu.

​Arya mengepalkan tangannya erat-erat, buku-buku jarinya memutih, tapi ia tetap diam.

​Kevin berjalan mendekati Riana dan membuka kotak beludru di tangannya. Sebuah kalung berlian biru berkilauan di bawah cahaya lampu kristal. "Riana, ini adalah Kalung Bintang Samudra seharga lima ratus juta. Hadiah untuk merayakan kesuksesan perusahaanmu. Hanya berlian seindah ini yang pantas melingkar di lehermu, bukan kalung murahan dari pasar malam."

​Mata Lidya berbinar rakus. "Astaga, Kevin! Kamu terlalu baik. Coba lihat dirimu, tampan, kaya, dan sangat perhatian. Berbeda sekali dengan si sampah yang hanya bisa menghabiskan beras di rumah ini!"

​"Ma, ini terlalu mahal. Aku tidak bisa menerimanya," tolak Riana halus, meski matanya tak bisa menyembunyikan kekaguman pada perhiasan itu.

​Kevin tersenyum licik. Ia tiba-tiba menoleh pada Arya. "Arya, kudengar kau suami Riana. Kebetulan sepatuku sedikit kotor terkena debu di luar. Karena kau sedang memegang lap, bagaimana kalau kau bersihkan sepatuku? Sebagai gantinya, aku akan memberikan tip satu juta padamu. Lumayan untuk uang jajanmu sebulan, kan?"

​Suasana mendadak hening. Ini bukan sekadar ejekan, ini adalah penghinaan total yang menginjak-injak harga diri seorang pria.

​"Kevin, kau terlalu berlebihan," kata Riana, mengerutkan kening.

​"Berlebihan? Aku memberinya pekerjaan bernilai tinggi, Riana," Kevin menyeringai. Ia melangkah maju, dengan sengaja menyenggol bahu Arya dengan keras.

​Brak!

​Karena posisi berdirinya tidak seimbang, tubuh Arya terdorong ke belakang. Ia menabrak meja kaca tempat tumpukan gelas anggur diletakkan. Meja itu rubuh. Gelas-gelas kristal pecah berserakan di lantai.

​"Dasar idiot sialan!" jerit Lidya histeris. "Gelas-gelas itu mahal! Jual ginjalmu pun tidak akan cukup untuk menggantinya!"

​Arya jatuh terduduk di atas pecahan kaca. Salah satu pecahan tajam menggores telapak tangannya dalam-dalam. Darah segar menetes dengan cepat, membasahi lantai. Namun, tak ada satu pun orang di ruangan itu yang peduli pada lukanya. Mereka semua menatapnya dengan pandangan jijik dan marah.

​Riana memalingkan wajahnya, tak sanggup melihat kekacauan itu. "Arya, cepat bersihkan kekacauan ini dan masuk ke kamarmu. Aku benar-benar lelah melihatmu seperti ini."

​Kata-kata Riana adalah bilah pisau terakhir yang menusuk dada Arya. Istrinya sendiri tak sedikitpun bertanya apakah ia terluka.

​Arya menunduk, menggigit bibirnya hingga berdarah. Saat ia menekan telapak tangannya yang terluka, darah segar mengalir deras dan menetes tepat mengenai sebuah cincin hitam usang berbentuk naga yang melingkar di jari telunjuknya—satu-satunya barang peninggalan almarhum ibunya.

​Tanpa ada yang menyadari, cincin hitam pekat itu tiba-tiba memancarkan kilau merah redup saat menyerap darah Arya.

​Tiba-tiba, sebuah suara mekanis yang dingin dan agung meledak di dalam kepala Arya.

​[Ding! Darah keturunan terdeteksi. DNA dikonfirmasi.]

​[Sistem Naga Leluhur sedang diinisialisasi... 10%... 50%... 100%.]

​[Sistem berhasil diaktifkan!]

​[Selamat datang kembali, Tuan Muda Arya Permana. Pewaris Tunggal Keluarga Permana, Penguasa Ekonomi Global.]

​Arya terpaku. Tubuhnya menegang. Rasa sakit di tangannya seketika menghilang, digantikan oleh aliran energi hangat yang menjalar ke seluruh pembuluh darahnya.

​[Laporan Sistem: Hukuman pengasingan Tuan Muda selama tiga tahun telah berakhir. Segel memori dan aset telah dibuka.]

​[Hadiah Pemula Diaktifkan: Mentransfer Keterampilan Medis Kitab Suci Sembilan Naga.]

[Hadiah Pemula Diaktifkan: Fisik Petarung Tahap Awal.]

​Ting!

​Sebuah notifikasi SMS berbunyi dari ponsel jadul di saku Arya. Dengan tangan gemetar, Arya mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan dari Bank Sentral Internasional.

​*(Bank Sentral Swiss: Saldo rekening hitam Anda dengan nomor ujung ***888 telah aktif. Saldo saat ini: USD 1.000.000.000.000 - Satu Triliun Dolar AS).

​Napas Arya tertahan. Triliunan dolar? Keluarga Permana? Ingatan yang selama ini terkunci di dasar otaknya hancur berkeping-keping dan mengalir masuk seperti air bah. Ia ingat sekarang. Ia bukan yatim piatu. Ia adalah pewaris klan paling menakutkan di dunia yang diasingkan untuk diuji!

​"Hei, sampah! Kenapa kau malah melamun sambil melihat ponsel bututmu itu? Cepat bersihkan pecahan kaca ini!" bentak Kevin sambil menendang paha Arya.

​Namun, kali ini Arya tidak bergeming.

​Ia perlahan bangkit berdiri. Kausnya yang lusuh dan celemek kotornya masih menempel, tetapi postur tubuhnya berubah drastis. Bahunya tegak, dan auranya yang dulu suram dan menyedihkan kini lenyap tanpa sisa.

​Arya mengangkat wajahnya, menatap lurus ke mata Kevin. Tatapan matanya tidak lagi pasrah atau ketakutan. Tatapan itu dingin, dalam, dan dipenuhi oleh tekanan mengerikan yang seolah bisa menembus jiwa, seperti seekor naga kuno yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.

​"Kau..." suara Arya terdengar tenang, namun mengandung hawa dingin yang membekukan ruangan, "baru saja menendangku?"

​Kevin tanpa sadar mundur selangkah, jantungnya entah mengapa berdetak kencang karena ketakutan yang tak beralasan. Ia merasa seolah sedang ditatap oleh malaikat maut. Riana dan Lidya pun tertegun, merasakan ada sesuatu yang salah dengan pria yang selama tiga tahun ini mereka injak-injak.

Terpopuler

Comments

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

mantapppppp....

2026-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Hinaan Tiga Tahun dan Bangkitnya Sang Naga
2 Bab 2: Satu Triliun Dolar di Ujung Jari
3 Bab 3: Pembersihan Internal di Menara Naga
4 Bab 4: Penyesalan Riana dan Titik Balik Sang Tabib Dewa
5 Bab 5: Utang Nyawa Sang Jenderal dan Token Emas Hitam
6 Bab 6: Harga Sebuah Kesombongan
7 Bab 7: Hukum Rimba di Ujung Kota dan Terobosan Qi
8 Bab 8: Evolusi di Puncak Salak dan Teror Tak Kasat Mata
9 Bab 9: Umpan yang Salah
10 Bab 10: Badai Darah di Klub Lotus dan Akhir Sebuah Ikatan
11 Bab 11: Konsolidasi Kekuatan dan Utusan Sombong dari Ibukota
12 Bab 12: Bayangan Masa Lalu dan Gerbang Puncak Awan
13 Bab 13: Perjamuan Berdarah dan Hancurnya Pedang Angin
14 Bab 14: Interogasi Berdarah dan Bayangan Sang Dalang
15 Bab 15: Menembus Jantung Ibukota dan Hancurnya Segel Naga
16 Bab 16: Pembantaian di Istana Dewangga dan Utusan Bayangan
17 Bab 17: Benturan Dua Dunia dan Lolosnya Sang Bayangan
18 Bab 18: Penguasa Bayangan dan Retakan Spasial Kunlun
19 Bab 19: Hukum Rimba Kunlun dan Padamnya Api Biru
20 Bab 20: Gerbang Seribu Tebing dan Hukum Perdagangan Darah
21 Bab 21: Paviliun Bintang Jatuh dan Monopoli Kualitas Sempurna
22 Bab 22: Manajemen Risiko dan Runtuhnya Raksasa Seribu Tebing
23 Bab 23: Panen Spiritual dan Undangan Penguasa Kota
24 Bab 24: Formasi Petir yang Membeku dan Runtuhnya Sang Penguasa
25 Bab 25: Ekspansi Korporat di Dunia Kultivasi
26 Bab 26: Menembus Batas Domain Dalam
27 Bab 27: Altar Pengorbanan
28 Bab 28: Hancurnya Sang Grandmaster
29 Bab 29: Menantang Tirani Alam Atas
30 Bab 30: Monopoli Skala Dimensi
31 Bab 31: Kiamat di Nusantara City dan Kembalinya Sang Kaisar
32 Bab 32: Pembedahan Anatomis Sang Dewa
33 Bab 33: Perang Titik Nol dan Hujan Meteor Anti-Dewa
34 Bab 34: Benturan Dua Paradigma dan Gugurnya Sang Dewa Palsu
35 Bab 35: Eskalasi Korporasi Kosmik dan Meriam Pembedah Langit
36 Bab 36: Jembatan Perbatasan Emas
37 Bab 37: Fondasi Ekspedisi
38 Bab 38: Kamuflase Optik
39 Bab 39: Kota Awan Besi
40 Bab 40: Hukum Kelangkaan
41 Bab 41: Akuisisi Agresif
42 Bab 42: Penetrasi Pasar Massal
43 Bab 43:Pemutusan Hubungan Kerja Massal
44 Bab 44: Rapat Pemegang Saham Berdarah
45 Bab 45: Audit Sumber Daya Manusia
46 Bab 46: Audit Kinerja dan Strategi Ekspansi ke Sektor Sebelas
47 Bab 47: Sabotase Pasar Sektor Sebelas dan Kemarahan Dewa Naga
48 Bab 48: Tiga Jenderal Kiamat
49 Bab 49: Lompatan Dimensi
50 Bab 50: Teratai Tulang Giok
51 Bab 51: Utusan yang Sombong
52 Bab 52: Hiperinflasi dan Surat Gugatan untuk Kaisar
53 Bab 53: Gerbang Tol Udara dan Evaluasi Kinerja Dewa Sejati
54 Bab 54: Runtuhnya Era Dewa
55 Bab 55: Restrukturisasi Planet
56 Bab 56: Penagih Utang Kosmik dan Akuisisi Aset Terapung
57 Bab 57: Krisis Likuiditas Kosmik dan Regulasi Pasar Antargalaksi
58 Bab 58: Planet Nexus-9 dan Realitas Pahit Modal Awal
59 Bab 59: Akuisisi Biro Intelijen
60 Bab 60: Disrupsi Rantai Pasokan
61 Bab 61: Buka Toko Besar-besaran
62 Bab 62: Memborong Toko Saingan
63 Bab 63: Sektor Perak dan Tuan Muda Sombong di Malam Lelang
64 Bab 64: Perang Harga di Ruang VIP dan Inti Nova
65 Bab 65: Perekrutan Jalur Cepat
66 Bab 66: Cincin Tuan Muda
67 Bab 67: Gerbang Dimensi Kuantum
68 Bab 68: Armada Pengantar Paket
69 Bab 69: Bajak Laut
70 Bab 70: Pemutakhiran Armada dan Tantangan Sektor Emas
71 Bab 71: Sektor Emas dan Proposal yang Menghina
72 Bab 72: Tanda Tangan Paksa
73 Bab 73: Sektor Hitam
74 Bab 74: Antivirus Pabrik Kuno
75 Bab 75: Hak Akses Admin dan Sistem Keamanan Otomatis
76 Bab 76: Meriam Penagih Utang
77 Bab 77: Lini Produksi Rahasia
78 Bab 78: Cuci Gudang Dewa Penjaga
79 Bab 79: Monster Kiamat
80 Bab 80: Membeli Urat Nadi Spiritual
81 Bab 81:Tim Penagih Utang
82 Bab 82: Hari Penggusuran Istana
83 Bab 83: Rapat Umum Pemegang Saham Semesta
84 Bab 84: Tembok Dimensi dan Penurunan Nilai Aset
85 Bab 85: Kontrak Konsultan dan Asrama Murid Luar
86 Bab 86: Perjanjian Kerahasiaan
87 Bab 87: Hukum Penawaran dan Permintaan
88 Bab 88: Modal Usaha dan Pemusatan Latihan Pekerja Baru
89 Bab 89: Kunjungan Tetua dan Tantangan Ujian Sekte
90 Bab 90: Manajemen Waktu dan Strategi
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1: Hinaan Tiga Tahun dan Bangkitnya Sang Naga
2
Bab 2: Satu Triliun Dolar di Ujung Jari
3
Bab 3: Pembersihan Internal di Menara Naga
4
Bab 4: Penyesalan Riana dan Titik Balik Sang Tabib Dewa
5
Bab 5: Utang Nyawa Sang Jenderal dan Token Emas Hitam
6
Bab 6: Harga Sebuah Kesombongan
7
Bab 7: Hukum Rimba di Ujung Kota dan Terobosan Qi
8
Bab 8: Evolusi di Puncak Salak dan Teror Tak Kasat Mata
9
Bab 9: Umpan yang Salah
10
Bab 10: Badai Darah di Klub Lotus dan Akhir Sebuah Ikatan
11
Bab 11: Konsolidasi Kekuatan dan Utusan Sombong dari Ibukota
12
Bab 12: Bayangan Masa Lalu dan Gerbang Puncak Awan
13
Bab 13: Perjamuan Berdarah dan Hancurnya Pedang Angin
14
Bab 14: Interogasi Berdarah dan Bayangan Sang Dalang
15
Bab 15: Menembus Jantung Ibukota dan Hancurnya Segel Naga
16
Bab 16: Pembantaian di Istana Dewangga dan Utusan Bayangan
17
Bab 17: Benturan Dua Dunia dan Lolosnya Sang Bayangan
18
Bab 18: Penguasa Bayangan dan Retakan Spasial Kunlun
19
Bab 19: Hukum Rimba Kunlun dan Padamnya Api Biru
20
Bab 20: Gerbang Seribu Tebing dan Hukum Perdagangan Darah
21
Bab 21: Paviliun Bintang Jatuh dan Monopoli Kualitas Sempurna
22
Bab 22: Manajemen Risiko dan Runtuhnya Raksasa Seribu Tebing
23
Bab 23: Panen Spiritual dan Undangan Penguasa Kota
24
Bab 24: Formasi Petir yang Membeku dan Runtuhnya Sang Penguasa
25
Bab 25: Ekspansi Korporat di Dunia Kultivasi
26
Bab 26: Menembus Batas Domain Dalam
27
Bab 27: Altar Pengorbanan
28
Bab 28: Hancurnya Sang Grandmaster
29
Bab 29: Menantang Tirani Alam Atas
30
Bab 30: Monopoli Skala Dimensi
31
Bab 31: Kiamat di Nusantara City dan Kembalinya Sang Kaisar
32
Bab 32: Pembedahan Anatomis Sang Dewa
33
Bab 33: Perang Titik Nol dan Hujan Meteor Anti-Dewa
34
Bab 34: Benturan Dua Paradigma dan Gugurnya Sang Dewa Palsu
35
Bab 35: Eskalasi Korporasi Kosmik dan Meriam Pembedah Langit
36
Bab 36: Jembatan Perbatasan Emas
37
Bab 37: Fondasi Ekspedisi
38
Bab 38: Kamuflase Optik
39
Bab 39: Kota Awan Besi
40
Bab 40: Hukum Kelangkaan
41
Bab 41: Akuisisi Agresif
42
Bab 42: Penetrasi Pasar Massal
43
Bab 43:Pemutusan Hubungan Kerja Massal
44
Bab 44: Rapat Pemegang Saham Berdarah
45
Bab 45: Audit Sumber Daya Manusia
46
Bab 46: Audit Kinerja dan Strategi Ekspansi ke Sektor Sebelas
47
Bab 47: Sabotase Pasar Sektor Sebelas dan Kemarahan Dewa Naga
48
Bab 48: Tiga Jenderal Kiamat
49
Bab 49: Lompatan Dimensi
50
Bab 50: Teratai Tulang Giok
51
Bab 51: Utusan yang Sombong
52
Bab 52: Hiperinflasi dan Surat Gugatan untuk Kaisar
53
Bab 53: Gerbang Tol Udara dan Evaluasi Kinerja Dewa Sejati
54
Bab 54: Runtuhnya Era Dewa
55
Bab 55: Restrukturisasi Planet
56
Bab 56: Penagih Utang Kosmik dan Akuisisi Aset Terapung
57
Bab 57: Krisis Likuiditas Kosmik dan Regulasi Pasar Antargalaksi
58
Bab 58: Planet Nexus-9 dan Realitas Pahit Modal Awal
59
Bab 59: Akuisisi Biro Intelijen
60
Bab 60: Disrupsi Rantai Pasokan
61
Bab 61: Buka Toko Besar-besaran
62
Bab 62: Memborong Toko Saingan
63
Bab 63: Sektor Perak dan Tuan Muda Sombong di Malam Lelang
64
Bab 64: Perang Harga di Ruang VIP dan Inti Nova
65
Bab 65: Perekrutan Jalur Cepat
66
Bab 66: Cincin Tuan Muda
67
Bab 67: Gerbang Dimensi Kuantum
68
Bab 68: Armada Pengantar Paket
69
Bab 69: Bajak Laut
70
Bab 70: Pemutakhiran Armada dan Tantangan Sektor Emas
71
Bab 71: Sektor Emas dan Proposal yang Menghina
72
Bab 72: Tanda Tangan Paksa
73
Bab 73: Sektor Hitam
74
Bab 74: Antivirus Pabrik Kuno
75
Bab 75: Hak Akses Admin dan Sistem Keamanan Otomatis
76
Bab 76: Meriam Penagih Utang
77
Bab 77: Lini Produksi Rahasia
78
Bab 78: Cuci Gudang Dewa Penjaga
79
Bab 79: Monster Kiamat
80
Bab 80: Membeli Urat Nadi Spiritual
81
Bab 81:Tim Penagih Utang
82
Bab 82: Hari Penggusuran Istana
83
Bab 83: Rapat Umum Pemegang Saham Semesta
84
Bab 84: Tembok Dimensi dan Penurunan Nilai Aset
85
Bab 85: Kontrak Konsultan dan Asrama Murid Luar
86
Bab 86: Perjanjian Kerahasiaan
87
Bab 87: Hukum Penawaran dan Permintaan
88
Bab 88: Modal Usaha dan Pemusatan Latihan Pekerja Baru
89
Bab 89: Kunjungan Tetua dan Tantangan Ujian Sekte
90
Bab 90: Manajemen Waktu dan Strategi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!