Dokter itu berhenti tepat di hadapan mereka. Sorot matanya teduh, namun ada sesuatu yang berat bersembunyi di sana. Ia menghela napas pelan, seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan sesuatu yang tak pernah mudah diucapkan siapa pun.
“Maaf, Pak … Bu …,” ucap Dokter lebih dulu. Nada suaranya rendah, penuh empati. Kata maaf itu saja sudah cukup membuat lutut Mama tiri Kirana melemas.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” lanjut dokter itu, suaranya tetap terjaga profesional. “Tim kami melakukan semua tindakan yang bisa dilakukan sesuai prosedur.”
Mama tiri Kirana menatap dokter itu tanpa berkedip. Seolah berharap dengan menatap begitu, kalimat selanjutnya bisa berubah arah. Namun takdir tidak pernah bisa ditawar.
“Namun … takdir berkata lain." Dokter itu berhenti sejenak. “Bayi Tissa … tidak dapat kami selamatkan.” Dunia seakan berhenti berputar.
Suara dengungan AC, langkah kaki perawat, bahkan detak jam di dinding, semuanya lenyap dari kesadaran Mama tiri Kirana. Yang tersisa hanya satu kalimat itu, berulang-ulang, menghantam kepalanya tanpa ampun.
“Tidak …,” gumam Mama lirih. “Tidak … tidak mungkin .…”
Tubuhnya goyah. Tangannya yang tadi terulur ke arah dokter kini jatuh lunglai. Jika Papa tidak segera memeluknya, perempuan itu mungkin sudah ambruk ke lantai rumah sakit yang dingin.
Tangis Mama tiri Kirana pecah. Bukan lagi isakan tertahan, melainkan tangis keras yang keluar dari dasar jiwa seorang ibu yang kehilangan.
Papa memeluknya erat. Satu tangannya mengusap punggung istrinya, sementara yang lain menahan tubuh itu agar tetap berdiri. Wajah Papa memucat. Rahangnya mengeras, matanya berkaca-kaca, namun tak ada air mata yang jatuh. Seolah kesedihan itu terlalu besar untuk sekadar ditumpahkan.
Kirana berdiri mematung. Kata-kata dokter itu terasa menggema di kepalanya. Bayi Tissa … tak dapat diselamatkan.
Dadanya terasa sesak. Napasnya mendadak pendek. Tangannya refleks kembali mengusap perutnya, kali ini dengan gerakan lebih protektif. Dunia sea…
Berondongku Suamiku
Bab Sembilan Puluh Dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Ayna Adam
Km memang pria tidak bertanggung jawab Irfan
Untung saja Kirana batal nikah denganmu
Semoga Tisaa lekas sadar dari koma,meskipun Tissa jahat tapi dia harus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi
2026-01-04
5
Linfaurais
Gila sih jahat banget irfan, pacar anakku gen z aja gaji 9,7 ktnya cm cukup buat satu org apalagi ini tissa cm dksh 1jt, pengen apa ngidam gk diturutin, hamil besar ke rmh emaknya HP gk diaktifin
2026-01-04
1
Ilfa Yarni
ya begitu hajar dia dasar laki2 yg ga bertanggung jawab baru dr dia kmn aja tuh bilkuannya ada disisi istri udah mau mwlhirkan malah pergi bikin babak belur dia biar sadar sedikit
2026-01-04
0