Siang hari itu, matahari menyerang kota dengan garangnya. Irfan memarkir mobil di depan sebuah toko baju pengantin sederhana, yang kaca depannya dipenuhi manekin memakai gaun putih dari model tahun entah kapan. Tissa turun dari mobil dengan wajah datar, lebih tepatnya wajah yang sedang menahan rasa tidak puas.
Begitu pintu toko berbunyi cling, suasana dalam langsung terasa, lampu putih terang, lantai keramik yang sedikit retak di ujung, dan deretan gaun menggantung yang sudah sedikit kusam warnanya. Penjualnya pun seorang ibu-ibu yang tampak santai sambil memainkan ponsel.
Tissa berhenti di depan pintu, tidak bergerak.
Irfan menoleh. “Kenapa? Masuk, lah.”
Tissa mengerutkan hidungnya, seakan mencium aroma yang tidak disukainya. “Fan … ini toko baju?”
“Iya, kan mau cari kebaya,” jawab Irfan santai.
Tissa menatapnya lama, mata berkedip lambat, seakan mempertimbangkan apakah Irfan serius atau cuma bercanda.
“Fan …,” ucap Tissa akhirnya, pelan tapi penuh tekanan. “Kita ini mau menikah.”
“Iya, makanya kita beli baju pernikahan.”
“Terus kamu bawa aku ke toko baju begini?” Tissa menunjuk ke sekitar dengan dua jari. “Ini toko baju biasa, Fan. Bukan butik. Nikah itu sekali seumur hidup. Masa aku pakai kebaya yang warnanya bahkan beda setengah shade dari yang aku mau?”
Irfan menghela napas. “Ini bagus, kok. Modelnya banyak. Pilih aja dulu.”
Tissa melotot. “Fan. Kamu itu manajer. Masa beliin calon istri baju dari toko yang kalau manekinnya jatuh aja mungkin pecah?”
Ibu pemilik toko menoleh sekilas dari balik meja kasir, tapi Irfan cepat tersenyum minta maaf sebelum ia menjawab Tissa lagi.
“Sudah mending aku mau beliin,” katanya sedikit ketus. “Kirana kemarin aja beli sendiri bajunya.”
Mendengar nama Kirana, Tissa mendengus keras. “Aku bukan Kirana, Fan. Dia itu bodoh.”
Irfan langsung memutar badan, menatap Tissa dengan alis naik. “Hei, jangan begitu. Dia bukan bodoh.”
“Ya iya, lah,” balas Tissa cepat. “Siapa coba yang rela bayar sendiri semua, padahal yang mau nikah itu laki-la…
Berondongku Suamiku
Bab Tujuh Belas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya menurutku wajar & normal kok yg di lakuin irfan, karena aku sm suami juga pas nikah semua terbudget, maksimal buat baju brp, buat rias berapa, buat sovenir brp dll kalo cpp cpw sama sama kerja dan memang dana berdua pola pikir irfan ni sebenernya normal & mikir masih ada kehidupan setelah menikah, supaya punya tabungan buat tempat tinggal & hidup sehari2 😊 masalahnya kan irfan ngelepasin kirana yg sebenernya udah setara malah milih tissa yg kayaknya dia mau nya princess treatment berasa calon nya pewaris aja jd ya jadi senjang 🤣 nah si kirana malah dapet nya yg pewaris ya jatohnya dia yg sebenernya mau sederhana malah jd ke upgrade semua nya 🤣
2026-08-06
0
Tamirah
Kalau Kirana bingung dgn harga kebaya dan perhiasan yg dibelikan Samudra karena harga nya selangit,bahkan Kirana penasaran siapa Samudra yg sebenar nya.
Sedangkan Tisa heran kenapa gak dibawa kebutik tapi diajak ke toko pakaian biasa.Buat penasaran para readers....!!!
2026-06-05
0
Ilfa Yarni
ga papa Kirana km ga jadi sama irfan beda jauh sama sam walaupun kalian nikah kontrak tar lama2 jg kalian salingencintai dan aku rasa tisa ga bakal bahagia dgn irfan atu malah sebaliknya irfan menyesal nikah sama tisa
2025-12-04
0