“Biar aku saja, Ma,” ujar Lara sambil meletakkan cangkir tehnya di meja. Suara bel apartemen kembali berbunyi, keras, berkali-kali, dengan ritme terburu-buru seolah orang yang menekan tombol itu tidak punya kesabaran sama sekali.
Madame Dayana menoleh dengan raut heran. “Siapa pagi-pagi begini? Kita tidak mengenal siapa pun di kota ini.” Nada suaranya dingin, seperti biasa ketika menghadapi sesuatu yang tiba-tiba dan tidak sesuai etika.
Mereka memang tidak menunggu kedatangan siapa pun. Semua kerabat dan kenalan mereka ada di London dan Prancis. Dan Liam sudah keluar sejak pukul delapan pagi karena ada pertemuan dengan klien baru. Setelah desain gedung untuk Pak Darmawan menjadi sorotan, banyak pengusaha besar mulai berebut menjadwalkan konsultasi dengannya. Jadwal Liam penuh, teleponnya sibuk sejak kemarin, jadi mustahil bel yang ditekan kasar itu berasal dari suaminya. Lagipula, untuk apa Liam memencet bel jika dia bisa masuk dengan pasword. Suaminya itu tidak mungkin lupa pada pasword apartemen mereka, sekalipun lupa, Liam pasti menghubungi ponsel Lara.
Bel kembali berbunyi, lebih keras, seperti gempuran.
“Tidak sopan sekali…” gumam Madame Dayana, menghela napas.
Lara bangkit dari kursi mini bar. Ada rasa tidak nyaman yang merayap perlahan ke tengkuknya, semacam firasat buruk yang tidak bisa ia abaikan. Ia berjalan menuju pintu apartemen, langkahnya tenang, tetapi dadanya mulai berdebar.
Bel ditekan lagi. Panjang. Menusuk telinga.
Lara menghela napas pelan sebelum membuka pintu, hanya sedikit, sekadar untuk melihat siapa yang berdiri di baliknya.
Namun baru saja celah itu terbuka, Lara langsung membeku.
Dila berdiri paling depan, wajahnya pucat namun matanya berkilat aneh. Di sampingnya, Bu Liana tampak tegang, sementara Pak Rahman berdiri kaku dengan rahang mengeras seperti seseorang yang telah menahan amarah terlalu lama.
Untuk beberapa detik, tidak ada yang bersuara. Hanya tatapan, tajam, dingin, dan penuh sejarah yang tidak pernah benar-benar selesai. Lara be…
Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah
Bab: 65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments
partini
ga muter muter muter ko bangus 👍👍
2025-11-29
0
Dewi Yanti
plis lara jangan diem aja lawan, jangan lemah ngadepin keluarga yg toxic gt. klo lemah km di tindas
2025-11-29
0
gaby
Emang muter2 thor. Untuk menutupi muter2nya, alangkah baiknya Lara dibuat jg wanita kuat yg ga mudah ditindas siapapun. Kalo muter2 isinya cm penindasan Lara yg cm bisa diem aja, bikin bosen
2025-11-29
1