Lara
Aku rindu pada tawa yang mengusungkan senyum, rindu pada bayang yang dulu tinggal diam di pelupuk waktu.
Aku rindu pada purnama yang dirindui sang pengagum, namun kini hanya langit kelabu yang menatapku bisu.
Kehilangan adalah senyap yang tak bisa dielakkan,
seperti dedaunan yang luruh saat musim enggan menetap.
Aku tahu, di tengah sendu sore, tak akan ada yang menyapa hati yang tergores luka.
Karena yang hilang tak selalu berpamitan,
dan yang pergi tak selalu meninggalkan jejak.
Ia hanya menguap, perlahan, seperti napas terakhir pada akhir cerita yang tak sempat ditulis ulang.
❄️❄️❄️
Akhir Pekan di Annecy.
Pagi itu, Annecy berdiri dalam diam musim dingin yang hampir berakhir. Langit berwarna abu-abu pucat seperti sapuan kuas yang menunggu matahari menambahkan sedikit warna. Salju tipis yang semalaman turun masih menempel di atap-atap rumah tua, membeku di pinggir jalan, dan perlahan mencair, meneteskan air dingin ke jalanan berbatu yang licin dan basah.
Lara berjalan dengan langkah pelan. Setiap helaan napasnya berubah menjadi kabut tipis yang langsung hilang tersapu angin. Syal abu-abu membalut lehernya, menutupi sebagian pipi yang memerah karena dingin. Namun dingin di udara tidak pernah sedingin sesuatu yang tinggal di dalam dadanya.
Hari itu ia tidak bekerja. Cafe de Lune tutup setiap hari Minggu, memberi kesempatan bagi para pekerjanya, dan dirinya, untuk bernapas. Meski bagi Lara, bernapas tidak selalu terasa mudah.
Ia berhenti di depan boulangerie kecil di sudut jalan. Aroma roti dan mentega yang baru dipanggang menyambutnya seperti selimut hangat. Ia masuk, memilih satu baguette sandwich sederhana. Selada segar, Brie lembut, dan irisan tipis daging sapi asap yang masih hangat. Pemilik toko tersenyum, dan Lara membalas dengan senyum sekilas—salah satu senyum yang jarang ia keluarkan.
Setelah membayar pesanannya dia keluar kembali ke udara dingin, ia berjalan menuju kanal, tempat sunyi favorit yang jarang didatangi orang di musim dingin. Bangku kayu di p…
Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah
Bab: 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments
Nina Rochaeny
Laras kmn otakmu
2026-03-08
0
Jetva
🙄perempuan botol🙄...
2026-01-28
0
Maple latte
baik kak, terima kasih atas kritiknya, akan author perbaiki untuk bab selanjutnya ya.
2025-11-10
1