Tiga hari kemudian setelah kedatangan Lara ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya Liam, Liam kembali muncul di kafe. Cuaca Annecy sore itu sedang dingin, membuat aroma kopi menghangatkan ruangan lebih dari biasanya. Kafe sedang lengang, hanya ada beberapa pelanggan yang duduk di pojok, sibuk dengan laptop masing-masing.
Liam melangkah ke meja bar, jaket tebalnya masih meneteskan sisa embun dari luar.
“Espresso seperti biasa?” tanya Lara tanpa menatap, tangannya cekatan menyiapkan portafilter.
“Tentu,” jawab Liam sambil menyandarkan siku di meja bar, menatap gadis itu dengan senyum kecil yang tak bisa ia sembunyikan. Sebenarnya dia tidak pernah benar-benar datang untuk kopinya. Kopi hanyalah alasan, Lara adalah tujuan sebenarnya.
Ketika espresso itu sudah jadi, Lara mendorong cangkir kecil itu ke arahnya. “Bagaimana ibumu? Apa dia sudah lebih baik?” tanyanya. Suaranya lembut, menunjukkan ketulusan yang membuat dada Liam sedikit menghangat.
“Dia jauh lebih baik dari terakhir kamu melihatnya,” kata Liam. “Itu juga karena kalian berdua sudah datang menengok. Sebenarnya…” Liam mengusap belakang lehernya, sedikit canggung. “…aku ke sini untuk menyampaikan undangan.”
“Undangan?” Lara mengerutkan kening. “Untuk apa?”
“Karena sudah keluar dari rumah sakit. Ibuku meminta aku menyampaikan bahwa dia ingin mengundangmu ke apartemen kami. Kalau kau berkenan, tentu saja.”
“Aku?” Lara terkejut, menunjuk dirinya sendiri seolah Liam salah sebut nama.
“Iya, kau.”
“Bagaimana dengan Bella? Dia juga diundang?” tanya Lara mencoba mencari celah untuk menolak dengan halus.
“Ya, tentu saja Bella juga diundang,” jawab Liam.
“Sayangnya aku tidak bisa, pulang kerja aku sudah memiliki janji dengan someone.” sahut Bella tiba-tiba, muncul dari dapur sambil membawa nampan. Ia menepuk bahu Lara pelan. “Tapi kamu harus pergi. Dia ibunya Liam. Masa kita berdua menolak?”
“Bella…” Lara mendesah, sudah bisa menebak bahwa sahabatnya itu sengaja memberi jalan bagi Liam.
“Come on, Lara. Tidak sopan kita berd…
Di Selingkuhi Tanpa Rasa Bersalah
Bab: 28
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments
Endang Supriati
mudah2an si dila engga bisa punya anak,klu hamil keguguran terus.tetangga rumah setiap hamil keguguran terus. padahal udh bedtress, engga ngapa2 in tetap aja klu sdh hamil 2 bln pasti keluar ydh 4 x keguguran.serem
2026-04-26
0
Evy
Latar belakang luar negeri...Janda tidak jadi soal.. kecuali di Indonesia ada sebagian orang yang menganggap janda itu aib...
2026-01-23
0
Mundri Astuti
dengerin tu lara, banyak yg sayang kamu, Liam bisa mengobati kamu
2025-11-16
1