Pukul empat subuh, saat semua masih memilih terlelap dalam dekapan hawa sejuk Desa suak Hati, Gaza justru terjaga. Ia berdiri tepat di samping Nala. Ia kira pertengkaran mereka akan membuat Nala memilih tidur terpisah, tapi justru istrinya tanpa ragu tidur di sampingnya.
Tangan Gaza terulur, ia ingin menyentuh pipi lembut Nala. Tapi dengan cepat ia menarik kembali tangannya. Takut jika tindakannya justru mengganggu tidur lelap Nala.
Gaza berbalik, ia mengenakan jaket hitam yang telah ia siapkan tadi. Pergerakannya perlahan, tubuhnya masih demam, tangannya masih perih dan kepalanya masih terasa pusing. Tapi ia tetap memaksakan diri.
Sekali lagi, Gaza berbalik. Menatap Nala yang meringkuk seolah sedang melindungi dirinya sendiri. Seolah takut, Gaza bisa menyakitinya kapan saja.
Perlahan Gaza berlutut di samping Nala. Ia menatap setiap pahatan wajah Nala. Mata yang sembab dan bibir yang masih memerah karena bengkak, ulah Gaza semalam.
“Kamu terlihat lelah, Maaf Sayang. Berada di dekatku justru membuatmu merasakan semua ini.” Suara Gaza terdengar lemah dan nyaris putus asa.
Ia mendekat, menyentuh pipi Nala dengan ujung hidungnya. Ia menghirup dalam aroma tubuh Nala. Ia tahu, setelah ini ia akan merindukan semua tentang istrinya.
“Setelah ini, bebaslah seperti yang kamu inginkan. Pulanglah, jika kamu merasa lelah dan dunia luar tak seindah rumah yang aku sediakan. Tapi jika kamu nyaman, maka tinggallah, tapi hanya sesaat,” bisik Gaza.
Nala mengerutkan keningnya, seolah ucapan itu berhasil mengusir mimpi indahnya. Gaza menjauh, menarik jarak dan membawa kakinya melangkah keluar dari ruangan yang kemarin terasa hangat.
Dani melihat Gaza keluar, wajahnya masih pucat, matanya memerah bukan karena badannya masih demam. Tapi ia berat meninggalkan Nala, tapi bertahan pun akan membuat keduanya sama-sama sakit.
“Yakin mau pulang, gak tunggu kamu sehat dulu?” tanya Dani sembari mengambil ransel milik Gaza.
“Gak, aku nyusahin aja di sini. Kasihan Nala dan Zanna. Kamu kalau masih m…
Mas Dosen, Ayo Cerai!
Bab 71. Pergi dan Bebas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
Aisyah Ranni
wajarlah si Nala masih labil pikiran nya,seolah2 suami terlalu gak percaya padahal suami posesif sangat jarang ditemui di zaman sekarang,Keep Fighting Gaza,semoga Nala segera sadar akan perasaannya karena masih belia jadi masih labil pemikiran ny
2026-01-20
0
Herman Lim
nah Nala gimn pasti merasa kosong kan padahal kemarin ngotot klo Gaza ga percaya padahal biar pun Gaza tau kamu aktif tapi di juga diam takut klau terganggu tapi skrg Gaza kasih kebebasan tapi malah sedih gmn toh sih Nala
2026-01-20
0
Maya Lara Faderik
dari awal pernikahan mereka memang hampar dan membingungkan keduanya... keegoan dan gensi ..pemaksaan dan keras kepala,tersakit dan menyakiti sebab itu ingin mempertahankan tetapi penuh ego dan sombong dengan perasaan sendiri
2026-01-20
0