Nala tersenyum senang saat mobil yang ia dan Gaza kendari memasuki komplek perumahan yang tampak serpua dengan yang lain, mencerminkan gaya minimalis dan modern. Warnanya didominasi warna abu-abu dan putih tulang.
Nala turun dari mobil, ia menyusuri jalan bebatuan yang langsung menuju pintu kayu rumahnya. Jendela rumah yang selalu tertutup rapat, seolah tak ingin menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan di rumahnya.
Semua konsep dan tatanan rumah mereka adalah pilihan Gaza yang sangat menyukai keteraturan. Sedangkan Nala, ia hanya mengikuti saja kemauan Gaza.
“Kamu mau tidur di lantai atas atau bawah?” tanya Gaza saat membuka pintu rumah, dalam sekejap hawa panas segera menyambar keluar seolah selama ini lelah terkurung.
“Di atas saja,” jawan Nala kemudian masuk setelah pintu berhasil terbuka lebar. Ia tak menunggu Gaza, ia membiarkan suaminya membawa semua barangnya.
Langkah keduanya terdengar menggema saling mengejar saat memasuki ruangan yang terasa pengap. Gaza mengikuti langkah Nala yang menaiki tangga menuju ke kamarnya. Kemana lagi tempat Nala bisa merasa jadi dirinya sendiri.
Nala membuka pintu kamar, tapi Gaza yang melangkah masuk. Kamar yang penuh warna-warna cerah sangat cocok dengan kepribadian Nala yang ceria. Harusnya ceria, tapi Gaza sudah lama tak melihat Nala tertawa lepas, apalagi saat bersama dirinya.
Srekkk!
Gaza menggeser gorden hingga cahaya matahari sore segera menembus jendela memasuki kamar Nala. Seketika cahaya jingga menari-nari di lantai keramik menimbulkan pola abstrak.
“Kamu mau mandi? Tapi ini sudah sore. Besok pagi saja.” Gaza meletakkan tas kecil Nala di sudut kamar.
Nala tak beranjak, ia masih berdiri tak jauh dari pintu kamarnya. Ia melihat semua pergerakan Gaza, ini pertama kali Gaza masuk ke kamarnya. Biasanya pria itu berdiri di depan pintu dengan sebelah tangannya yang dimasukkan ke dalam saku.
Gaza yang melihat Nala diam, berjalan mendekat. Ia mengelus pelan pipi Nala.
“Aku mandi sebentar, malam ini aku tidur disini. Kamu m…
Mas Dosen, Ayo Cerai!
Bab 21. Usaha Gaza
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
Qothrun Nada
betul,hakim akan langsung ketok palu mengabulkan permohonan penggugat,3 bulan berturut-turut gk dpt nafkah batin bisa langsung gugat, apalagi ini udah 1 tahun
2026-01-14
1
Tamirah
Berusaha untuk mendekati istri karena nafkah batin bisa menjadi alasan untuk pengajuan perceraian .
2025-12-28
0
astr.id_est 🌻
nala udah terbiasa dengan sikap gaza yg dingin, rasanya aneh ya gaza tiba2 bae n romantis
2026-01-03
0