Zanna memasuki rumahnya setelah hari ini full dengan rapat dan jalan-jalan berdua Nala saja. Bukan karena ingin melepaskan penat, tapi dirinya ingin melihat sejauh apa perkembangan hubungan Nala dan Gaza.
“Nek…” panggil Zanna sembari mengedarkan pandangan ke ruang tamu dan ruang keluarga.
Zanna kembali berlari ke halaman belakang, biasanya menjelang sore hari Neneknya memilih bersantai di halaman belakang.
Benar saja, wanita tua itu duduk di kursi yang memperlihatkan hamparan bunga-bunga yang ditanam oleh Menantunya.
“Nek…” Zanna segera duduk di samping Neneknya. “Sepertinya hubungan Kak Gaza dan Nala belum membaik deh,” adu Zanna. Gadis itu bahkan lupa menyalami neneknya.
“Memang kakakmu gak bisa diandalkan.” Puspa menghentak tongkatnya kesal.
Zanna ikut diam, keduanya berpikir keras bagaimana bisa memperbaiki hubungan Gaza dan Nala, jika terus begini keinginannya untuk menimang cicit akan semakin lama.
“Ada apa sih? Pulang-pulang langsung teriak-teriak seperti orang kesetanan.” Maya datang dengan segelas teh di tangannya, ia meletakkan teh hangat tersebut di meja di samping Puspa.
“Biasa anak muda, tadi ketemu cowok ganteng.” Puspa menyentil Zanna, ia takut Maya akan merecoki dan mengganggu rencananya dan Zanna.
Maya ikut duduk, ia melirik Zanna yang berkeringat bahkan nafasnya belum benar-benar stabil karena habis berlari.
“Betul?” tanya Maya.
Zanna mengangguk. “Dokter, Bu. Ibu mau punya menantu dokter ‘kan?” tanya Zanna. “Biar Zanna aja yang nikah sama dokter, Ibu jangan bayangkan Kak Gaza lagi yang nikah sama Kak Anggia. Kan sudah ada Nala.” Zanna berbicara dengan cepat seolah tak memberi kesempatan untuk Ibunya mencela.
“Siapa yang bilang begitu?” protes Maya.
“Lah? Ibu yang bilang! Ibu ‘kan membayangkan kalau Kak Anggia yang menikah dengan Kak Gaza?” Zanna menaikan nada suaranya, entah kenapa jika dia mengingat itu ada sedikit rasa kesal.
“Kamu salah paham, Na, siapapun jodoh Gaza yah Ibu terima. Hanya saja Ibu menyayangkan saja kenapa bukan Anggia.” Suara Ma…
Mas Dosen, Ayo Cerai!
Bab 24. Nenek Mulai Bertindak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
Anonim
Kok gitu ya Bu Maya tidak bisa menghargai perasaan Nala
Cerai saja Nala dari sisi msnapun keberadaan mu gak ada artinya bsik dari Gaza maupun bu maya
2026-02-02
0
Rusmini Mini
bencana apa bahagia ya....datangnya nenek Puspa
2026-01-26
0
Hani Ekawati
Iya ih Maya nyebelin banget jadi ibu mertua
2026-01-24
0