17. kau tetap istriku.

Aroma harum kopi dan roti panggang kembali memenuhi ruang makan besar keluarga Biantara. Hanum sibuk menyiapkan beberapa sarapan lainnya, sementara Siska membaca koran dengan tenang. Abraham sudah duduk di kursi utama, kemeja putihnya rapi, dasi tergantung longgar di leher, menunggu sarapan yang baru saja diletakkan Hanum di hadapannya.

“Silakan, Tuan Abraham,” ucap Hanum lembut, lalu buru-buru menunduk. Abraham hanya mengangguk, mengambil sendok dan mulai makan tanpa banyak kata. Namun, di sudut matanya, ia sempat menangkap bayangan Hanum yang sedang mengusap dagu Kevin agar tidak belepotan dengan botol asi. Ada senyum kecil yang nyaris tak terlihat muncul di wajahnya, namun cepat ia sembunyikan. Suasana pagi itu terasa damai, hingga suara bel pintu besar mengisi ruangan.

Seorang pelayan masuk dengan sopan. “Nyonya, ada tamu bernama Rania. Dia mengatakan ingin bertemu Tuan Abraham.”

Hanum sontak menoleh, keningnya berkerut samar. Abraham menghentikan gerakan sendoknya, menegakkan tubuhnya, tatapannya dingin menatap pelayan. “Rania?” ulangnya lirih, seolah nama itu menyeretnya ke masa lalu. Tak lama, seorang wanita anggun masuk. Rambut hitamnya terurai sebahu, gaun sederhana tapi elegan membalut tubuhnya. Wajahnya cantik, dewasa, dengan senyum yang ramah namun ada kesedihan yang membayang.

“Bibi…” suara Rania bergetar pelan. “Aku baru saja kembali dari luar negeri. Baru semalam aku tahu kabar Alma … aku sungguh tidak menyangka. Aku datang untuk menyampaikan belasungkawa.”

Suasana meja makan sontak membeku. Hanum menunduk, menahan rasa asing yang menjalari dadanya. Nama Alma, wanita yang tak pernah ia kenal langsung, tapi begitu sering terdengar dalam rumah ini, kembali hadir di hadapannya. Alma, istri pertama Abraham.

Siska meletakkan korannya, tersenyum sopan. “Silakan duduk, Rania. Sudah lama sekali kau tidak datang ke rumah ini.”

Rania mengangguk, lalu menatap Abraham dengan mata yang berkaca-kaca. “Aku benar-benar menyesal, Bian. Aku tahu, Alma sangat mencintaim…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Lusi Hariyani

Lusi Hariyani

nah gitu dong bian km hrs tegas sm org yg akn menghina istrimu dia itu akn jd pelakor jgn ksh harapan

2025-09-26

1

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

rania maksud hati ingin mengucapkan bela sungkawa dan berharap dudanya bian tp ternyata bian sudah menikah🤣

2025-09-26

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hah... Hanum harus sekolah kepribadian biar lebih tanggu.. kalau dia tetap jd istri lemah.. segudang suami yg dia punya bakalt raib di gondol pelakor kalau istrinya tdk bisa membela harga dirinya juga menjaga suaminya.. 🤦‍♀️

2026-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 01. Pengkhianatan
2 02. Ditinggalkan dan diceraikan
3 03. Sebulan kemudian
4 04. Dua Minggu kemudian
5 05. Bayangan itu masih tersimpan meskipun tak bisa disentuh lagi
6 06. Terpaksa menikah demi Anak
7 07. pesta pernikahan mantan suami
8 08. Dia istriku!
9 09. menyesal?
10 10. Dibuang tak terhina
11 11. Suami idaman banget!
12 12. Menyesal pun tiada artinya.
13 13. Kotak bekal
14 14. Kejar cinta suamimu, Hanum.
15 15. pelan pelan saja
16 16. Perasaan itu sulit untuk dicerna.
17 17. kau tetap istriku.
18 18. Calon pelakor
19 19. Mas!
20 20. pelakor harus di lawan biar nggak ngelunjak.
21 21. malam ini dia bintangnya.
22 22. Harus jadi istri yang setara dengan suami.
23 23. Suami istri itu tidur bersama bukan terpisah.
24 24. Ini rumah kita!
25 25. Pemilik Sketsa itu...
26 26. Aku iri pada anakku.
27 27. kecupan kening yang tertinggal.
28 28. Ulat Bulu ...
29 29. Alma?
30 30. pemandangan yang indah
31 31. Siapa gadis itu sebenarnya?
32 32. Tiba ... Tiba
33 33. Bayangan?
34 34. Hanum or Alma
35 35. Hanum, kamu rumahku.
36 36. Jangan berhenti mencoba.
37 37. berhenti menyebut nama Alma! karena istriku saat ini Hanum.
38 38. malam pesta ultah
39 39. Karma
40 40. Sampai kapan dia akan terus mencari Masalah.
41 41. Staf kecil
42 42. Restoran
43 43. Beberapa bulan kemudian
44 44. Disandera
45 45. Balasan untuk mereka
46 46. Hari yang manis
47 47. Hamil?
48 48.Dua hari berlalu
49 49. 5 bulan kemudian
50 50. Hanum
51 51. Rumah sakit
52 52. Galih
53 53. Bayi Kembar
54 54. Beberapa bulan berlalu.
55 55. Keesokan harinya
56 56. Masuk Sekolah
57 57. waktu terus berjalan
58 58. Semua akan sembuh pada waktunya
59 59. Kalau hari itu tidak ada perpisahan maka tidak ada pertemuan ini.
60 60. Semua akan indah pada waktunya
61 Pengumuman
62 Pengumuman
Episodes

Updated 62 Episodes

1
01. Pengkhianatan
2
02. Ditinggalkan dan diceraikan
3
03. Sebulan kemudian
4
04. Dua Minggu kemudian
5
05. Bayangan itu masih tersimpan meskipun tak bisa disentuh lagi
6
06. Terpaksa menikah demi Anak
7
07. pesta pernikahan mantan suami
8
08. Dia istriku!
9
09. menyesal?
10
10. Dibuang tak terhina
11
11. Suami idaman banget!
12
12. Menyesal pun tiada artinya.
13
13. Kotak bekal
14
14. Kejar cinta suamimu, Hanum.
15
15. pelan pelan saja
16
16. Perasaan itu sulit untuk dicerna.
17
17. kau tetap istriku.
18
18. Calon pelakor
19
19. Mas!
20
20. pelakor harus di lawan biar nggak ngelunjak.
21
21. malam ini dia bintangnya.
22
22. Harus jadi istri yang setara dengan suami.
23
23. Suami istri itu tidur bersama bukan terpisah.
24
24. Ini rumah kita!
25
25. Pemilik Sketsa itu...
26
26. Aku iri pada anakku.
27
27. kecupan kening yang tertinggal.
28
28. Ulat Bulu ...
29
29. Alma?
30
30. pemandangan yang indah
31
31. Siapa gadis itu sebenarnya?
32
32. Tiba ... Tiba
33
33. Bayangan?
34
34. Hanum or Alma
35
35. Hanum, kamu rumahku.
36
36. Jangan berhenti mencoba.
37
37. berhenti menyebut nama Alma! karena istriku saat ini Hanum.
38
38. malam pesta ultah
39
39. Karma
40
40. Sampai kapan dia akan terus mencari Masalah.
41
41. Staf kecil
42
42. Restoran
43
43. Beberapa bulan kemudian
44
44. Disandera
45
45. Balasan untuk mereka
46
46. Hari yang manis
47
47. Hamil?
48
48.Dua hari berlalu
49
49. 5 bulan kemudian
50
50. Hanum
51
51. Rumah sakit
52
52. Galih
53
53. Bayi Kembar
54
54. Beberapa bulan berlalu.
55
55. Keesokan harinya
56
56. Masuk Sekolah
57
57. waktu terus berjalan
58
58. Semua akan sembuh pada waktunya
59
59. Kalau hari itu tidak ada perpisahan maka tidak ada pertemuan ini.
60
60. Semua akan indah pada waktunya
61
Pengumuman
62
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!