Rumah keluarga Biantara terasa ramai seperti biasa, namun Abraham sudah bersiap lebih awal. Jas hitamnya rapi menempel di tubuh, dasinya sempurna, sepatu hitamnya mengilap. Ia melangkah cepat menuruni tangga, menoleh sekilas ke arah ruang makan yang masih terisi penuh dengan aroma roti hangat dan teh, tetapi tak sempat duduk.
“Asisten saya sudah menunggu, saya berangkat sekarang,” katanya singkat pada ibunya yang masih sibuk berbicara dengan pelayan.
Siska menghela napas, sudah biasa anaknya begitu. “Jangan lupa makan siang, Bian.”
Abraham hanya mengangguk, tangannya meraih map kerja, lalu berjalan cepat menuju pintu utama.
Di halaman depan, mobil hitam mewah sudah menunggu dengan sopir pribadi dan asistennya. Abraham hendak membuka pintu belakang ketika terdengar suara berlari dari dalam rumah.
“Tuan Bian!” suara Hanum memanggil lantang tetapi terdengar lembut. Nafasnya sedikit memburu karena berlari kecil membawa sesuatu di tangannya.
Abraham spontan menghentikan langkah, keningnya berkerut. Tatapannya beralih ke arah Hanum yang tergopoh mendekat dengan kotak makan kecil berbalut kain.
“Ada apa?” tanyanya datar, meski sorot matanya menahan heran. Hanum tersenyum tipis, meski wajahnya masih merah karena terburu-buru. Dia menyerahkan kotak itu dengan kedua tangannya.
“Ini … bekal untuk Tuan. Saya tahu tadi Tuan tidak sempat sarapan. Mungkin bisa dimakan di mobil. Tolong jangan lewatkan, meskipun hanya roti, perut tetap harus terisi.”
Abraham terdiam, tatapannya turun pada kotak bekal itu, lalu naik lagi ke wajah Hanum yang begitu tulus. Ada kehangatan aneh menjalari dadanya.
“Asisten saya bisa membelikan sesuatu di jalan,” katanya mencoba tetap dingin.
“Tetapi … makanan dari rumah lebih sehat,” sahut Hanum pelan, hampir ragu, namun matanya tetap berani menatap. “Saya tidak ingin Tuan jatuh sakit.”
Seketika Abraham tidak bisa berkata-kata. Kata-kata sederhana itu, ketulusan yang tak dibuat-buat, membuatnya merasakan sesuatu yang sudah lama ia lupakan sejak lama, perh…
Ibu Susu Bayi Sang Duda
13. Kotak bekal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Kasmiwati P Yusuf
yeeee..si tuan mati rasa..ngelirik roti ap org yg buat ny sih..bucin kmu awas yaaa...🤭🤭
2026-02-05
0
Lastri Naila
kenapa ceritanya maniiiis sekali ...bahasanya keren thor😍😍😍😍
2025-10-24
1
Ima Kristina
Meski bentuknya sederhana tapi rasanya mantap karena dibuat dengan tulus
2025-12-08
0