Malam di Istana Buckingham terasa teramat mencekam. Udara dingin yang membebat seluruh penjuru istana seolah membeku di dalam ruang rapat besar milik Ratu Lizzeebeeth.
Lampu-lampu gantung kristal memancarkan cahaya kekuningan yang temaram, memantul di atas meja kayu mahoni panjang yang dikelilingi oleh para perwira tinggi militer, dewan bangsawan, dan pejabat senior kerajaan.
Di ujung meja, Pangeran Alistair Blackwood berdiri tegap. Namun, ketenangan formalitas yang biasanya membungkus dirinya kini runtuh sepenuhnya. Tatapan matanya yang tajam dan menyala menghujam lurus pada Ratu Lizzeebeeth yang duduk di kursi kebesarannya.
"Apa maksud Ibu menghidupkan kembali aturan lama itu?!" protes Alistair dengan suara bariton yang menggelegar, memotong pembacaan dekrit tugas yang sedang berlangsung di hadapan para petinggi. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan amarah yang meledak.
Ratu Lizzeebeeth sama sekali tidak terkejut. Dengan keanggunan yang luar biasa kaku dan dingin, wanita paruh baya itu menyunggingkan senyuman manis—senyuman diplomatik yang dipoles rapat-rapat untuk menyembunyikan bisa di dalamnya.
"Maka dari itu kau harus kembali dengan keberhasilan, Alistair," sahut Ratu Lizzeebeeth dengan nada suara yang teratur, bagai mengelus permukaan kaca yang licin.
Sang Ratu merentangkan tangannya pelan, menatap para pejabat kerajaan yang membisu di sekeliling mereka.
"Itu hanya aturan kuno keluarga kita, Nak. Ibu sangat percaya kau akan berhasil, dan enam bulan ke depan akan menjadi bukti kemenanganmu. Ibu justru membantumu agar istri non-bangsawanmu itu semakin yakin bahwa jika kau pergi ke daerah konflik... itu artinya kau adalah pria sejati yang mampu melindungi keluarga kecilmu. Ibu hanya menginginkan yang terbaik untuk putra tunggal Ibu."
Pernyataan manis itu terdengar begitu indah di telinga para petinggi militer yang mengangguk-angguk setuju. Namun bagi Alistair, setiap kata yang keluar dari bibir ibunya terasa bagai duri beracun yang menusuk jantungnya.
"T…
His Royal Vow
#21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments