Di balik dinding-dinding batu granit yang dingin dan menjulang tinggi di Istana Buckingham, terdapat sebuah ruangan tertutup yang tidak pernah tersentuh oleh publik maupun kamera media.
Sebuah ruang audiensi pribadi berhiaskan karpet merah darah dan potret-potret penguasa terdahulu—menjadi saksi bisu di mana takdir sebuah dinasti dan aliansi politik kerap ditentukan dalam kesunyian.
Ratu Lizzeebeeth Blackwood duduk anggun di atas kursi berukir emas yang dilapisi beludru gelap. Gaun sutra kasmir berwarna hitam membungkus tubuhnya yang kaku, sementara rantai mutiara lima tingkat melingkari lehernya, membiaskan pendar dingin di bawah temaram lampu gantung porselen.
Di usianya yang hampir berkepala enam, garis-garis di wajah sang Ratu tidak sedikit pun mengikis aura kekuasaan yang absolut dan manipulatif.
Di hadapannya, seorang pria paruh baya berseragam formal kerajaan—Ajudan Utama Istana bernama Sir Thomas—berdiri dengan kepala tertunduk cermat, memegang dokumen rahasia bersampul kulit hitam.
"Hidupkan hukum kuno keluarga," suara Ratu Lizzeebeeth mengalun tenang, dingin, dan begitu kaku, seolah sedang mendiktekan takdir. "Pewaris tahta yang menikahi wanita yang bukan berdarah bangsawan wajib menjalankan 'Royal Duty Tour' enam bulan penuh di zona konflik sebagai pembuktian kesetiaan. Dan Alistair harus segera dipersiapkan. Kirim Alistair dua minggu lagi ke Timur Tengah. Kita jalankan tradisi."
Sir Thomas meremas pelan dokumen di tangannya, matanya membelalak tipis sebelum kembali menunduk rapat.
"Apakah kita tetap pada rencana awal, Lady? Bagaimana kalau keluarga Desmon curiga? AJ Desmon adalah pebisnis berpengaruh di Los Angeles, jika dia menduga ada konspirasi—"
"Tidak mungkin," potong Ratu Lizzeebeeth cepat. Kekehannya yang halus dan sarat akan cemoohan memecah keheningan ruangan. "Aku sudah membangun citra dan relasi bersama mereka bukan sebentar. AJ Desmon bukan orang baru. Dia tidak akan tahu apa pun di balik dinding-dinding ini."
Ratu Lizzeebeeth menyandarkan pu…
His Royal Vow
##15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments