“Nggak usah diangkat, Ran! Biarkan saja si Karso itu kelabakan,” cetus Tasya menahan pergelangan tangan Rania saat melihat layar ponsel yang terus berkedip. “Aku yakin seratus persen dia meneleponmu cuma karena mau minta maaf karena mangkir sidang hari ini. Alasan dia nggak datang sudah jelas pasti karena perempuan itu.”
Rania terdiam menatap layar ponselnya yang masih bergetar hebat. Di sampingnya, Jonathan hanya menghela napas panjang dan memilih untuk mundur satu langkah. Ia melipat kedua tangannya di dada, menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Rania tanpa berniat ikut campur lebih jauh dalam urusan rumah tangga yang hampir karam itu.
“Terserah kamu, Ran. Kalau kamu memang mau mengangkatnya, siap-siap saja telingamu sakit mendengarkan alasan busuknya lagi,” ucap Tasya lagi, nadanya terdengar sangat jengkel.
Rania mengembuskan napas berat. Ada rasa lelah yang teramat sangat, namun rasa penasaran juga menggelitik benaknya.
Perlahan, jari lentiknya menggeser tombol hijau ke atas, lalu menempelkan ponsel itu ke telinga.
“Ya, Mas. Ada apa?” tanya Rania, suaranya terdengar sangat dingin, datar, dan tanpa emosi.
“Rania... tolong aku, Ran!”
Suara di seberang telepon sama sekali tidak terdengar seperti Harsa yang biasanya sombong dan ketus. Suara pria itu pecah, terisak hebat diiringi deru napas yang panik dan ketakutan.
Rania mengernyitkan dahi, seketika merasa ada yang tidak beres. “Mas Harsa? Kamu kenapa?”
“Ran... aku mohon datang ke kantor polisi sekarang, Ran! Aku... aku ditangkap polisi pagi ini! Mereka menuduhku melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar lima puluh miliar! Ini semua jebakan, Ran! Papamu... Papamu yang melakukan ini semua padaku!” teriak Harsa histeris dari balik telepon.
Rania tersentak kaget. Matanya membelalak sempurna menatap Tasya dan Jonathan secara bergantian. “Ditangkap polisi? Penggelapan uang?”
“Iya, Ran! Tolong bicara sama Papa kamu! Minta dia cabut laporannya, Ran! Aku bisa hancur kalau masuk penjara! Aku mohon... demi pernikahan k…
Mari Bercerai, Mas!
Bab. 57
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments
Jax Maxll
Respon dri Ibu Harsa dan Wulan pasti Menjelekkan Rania, jgn pertemukan Rania dengan keluarga Toxic itu thor. Greget aku liatnya, semoga Rania selalu Tersenyum dan Bahagia dikelilingi Orang tua dan Teman2nya. duh ga sabar buat baca bab berikutnya, semangat Thor
2026-05-31
1
ollyooliver
selama satu tahun gk ada nafkah batin? ini seharusnya secara logika, harsa udah celap celup sama wulan..nafkah lahir aja bisa diberikan..mustahil kalau nafkah batin gk ada..dan harusnya itu ada. jelas ceritanya harus seperti itu. baru masuk akal
2026-05-31
0
Nelita Nopitasari
akhirnya aku bisa komen pertama
crazy up thor
2026-05-31
1