Wulan berjalan mondar-mandir di ruang tamu dengan raut wajah gelisah. Jari-jarinya bertautan erat, sesekali digigitnya ujung kuku untuk meredakan rasa cemas yang mendera. Sementara itu, di atas sofa, Ratna tampak acuh tak acuh, justru sedang asyik tertawa kecil sembari menempelkan ponsel ke telinganya.
“Iya, Jeng... Tenang saja, nanti malam aku transfer sisa uangnya. Tapi aku harus minta dulu sama anak laki-lakiku yang jadi manajer sukses itu, ya? Iya, iya... pokoknya pastikan kalau semuanya aman, tidak ada masalah, dan investasinya berhasil untung besar!” ucap Ratna dengan sombong.
Setelah beberapa menit berbasa-basi, Ratna mematikan sambungan teleponnya dengan senyum semringah. Semenjak diboyong ke Jakarta dan mulai lancar menggunakan ponsel pintar, Ratna jadi sering menelepon ke sana kemari. Ia mulai bergaul dengan wanita-wanita yang mengaku sebagai sosialita modal nekat.
Tentu saja, semua itu berkat andil Wulan. Wulan yang sengaja memperkenalkan Ratna pada lingkaran pergaulan itu agar ibu mertuanya tidak terlihat kampungan dan melupakan masa lalu mereka di kampung.
“Wulan! Kamu ini kenapa, sih? Duduk sini, jangan mondar-mandir terus mirip setrikaan dari tadi. Memangnya kakimu nggak capek, apa?” Ratna menepuk-nepuk ruang kosong di sofa sebelah tempat duduknya.
Wulan menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah jendela besar yang menampilkan kegelapan malam.
“Aku lagi memikirkan mas Harsa, Ibu... Ini sudah larut malam dan dia belum pulang juga. Perasaanku mendadak nggak enak,” sahut Wulan sembari melirik ke arah pintu luar.
Ratna berdecak pelan, lalu menyeruput teh hangatnya dengan santai. ”Bukannya kamu sendiri tadi yang bilang supaya Ibu nggak usah khawatir? Kamu bilang Harsa pasti akan pulang dengan tangan kosong tanpa membawa si Rania itu, kan? Kenapa sekarang malah kamu yang panik ketakutan begitu?”
Wulan terdiam, lalu menelan ludahnya dengan susah payah. Memang benar, tadi dia yang dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa Rania tidak akan mau menemui Ha…
Mari Bercerai, Mas!
Bab. 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments
ollyooliver
lagi? wah...gw curiga nih harsa diam" pake uang perusahan. aduh..harsa..harsa, kasihan banhet nasibmu dikadalin dua wanita laknat ..tapi kalau lo pintar juga ..gk mungkin masuk perangkap mereka. gw masih heran..kok bisa dia jadi manajer. otak iya perlu, tapi cara dia mengiyakan segala sesuatu yg menurut otak pekerja kantor itu gk wajar pasti langsung ditolak..lah ini🫠 gw cukup kasihan juga sih sama harsa...kesalahannya pd rania meski gk sampai selingkuhan beneran tapi ada 1 persen untuk memperbaiki rumah tangganya lah ini, haduwwwww..bakal dibayar berkali" lipat😌
2026-05-29
0
ollyooliver
gw mmng mau rania bercerai dengan harsa tapi bukan brrti wulan bisa menang selangkah lebih maju dengan menyentuh harsa.....kalau itu terjadi..wowwww
itu akan semakin membuktikan bahwa wulan lebih dari segalanya dari rania. meski bener harsa mabuk, apa rania akan percaya? gk!
udah berapa skornya nih rania dan wulan..tapi masih unggul wulan kan?😌
2026-05-29
0
Ranny
wau sok jadi orka ya nyonya tua bangka sampai sok-sokan ikut investasi yg ada bukan untung malah buntung kena investasi bodong 😄😄😄
2026-07-01
0