Bab 104 - Menyesal Vasektomi
Kegagalan Arif membuat rumah keluarga Prasetyo seperti terkena hujan yang tidak berhenti.
Nenek Yuni tidak lagi berani keluar terlalu lama. Setiap pergi membeli sayur, ia merasa semua orang menatapnya. Ada yang benar-benar bertanya, "Arif jadi masuk universitas mana?" dengan wajah polos yang terlalu polos. Ada juga yang hanya tersenyum, tetapi senyum itu membuatnya ingin melempar keranjang belanja.
Bapak Suparman berhenti bermain catur dengan teman-teman lamanya. Ia mengaku kurang enak badan, padahal yang sakit adalah harga dirinya. Selama bertahun-tahun ia bangga pada garis keluarga Prasetyo: punya anak dokter, punya cucu pintar. Sekarang anak dokternya bercerai dan dipukul orang, cucu pintarnya tidak lulus dan tinggal dengan gadis liar.
Joko semakin sering pulang larut. Bukan karena pekerjaan, melainkan karena ia takut menghadapi rumah kosong dan orang tua yang kecewa. Siti pun tidak lagi selembut dulu. Setiap percakapan mereka berubah menjadi saling menyalahkan.
"Kamu terlalu memanjakan Arif dengan uang," kata Siti.
"Kamu yang membiarkannya tinggal di tempatmu sebelum ujian. Kamu guru, seharusnya bisa mengawasi."
"Aku mengawasi semampuku. Dia anak yang sudah rusak kebiasaannya."
"Rusak oleh siapa?"
Pertanyaan itu selalu berhenti di udara.
Jawabannya terlalu menyakitkan: oleh mereka semua.
Suatu malam, setelah gagal membujuk Arif pulang lagi, Joko duduk sendirian di ruang konsultasi RSUD. Lampu meja menyala redup. Wajahnya di kaca jendela tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Ia membuka laci, mencari obat sakit kepala, lalu menemukan berkas medis lama miliknya.
Vasektomi.
Kata itu membuat tangannya berhenti.
Belasan tahun lalu, Siti datang kepadanya dengan mata penuh kekhawatiran. Saat itu Arif masih kecil dan baru mulai tinggal bersama Joko dan Wulan sebagai anak angkat. Siti berkata, kalau Wulan suatu hari punya anak kandung, Arif akan tersisih. Wulan mungkin terlihat lembut, tetapi darah tetap lebih kuat. Siti menangis, memohon aga…
Dicerai Karena Mandul, Menikah Perwira Dapat Tiga Anak
Episode 104
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Aku cuma bilang sukur untuk dokter bego seperti kamu,Joko.Penyesalan kamu tidak ada gunanya.Kesombongan ego kamu perlahan menghancurkan hidupmu
2026-06-12
2
Rahma Lia
dan penyesalan selalu di akhir pak dokter,,Klo d awal namanya pendaftaran🤣
2026-07-31
0
mimief
bayangin aja nyesek ya jok
apalagi jadi Wulan...
2026-06-21
1