Bab 078 - Hampir Berhasil
Seminggu setelah Warung Makan Tang dibuka, Wulan menempelkan pengumuman kecil di dekat kasir.
Dibutuhkan pekerja perempuan. Rajin, bersih, jujur. Diutamakan bisa memasak atau membuat adonan. Gaji dibicarakan.
Dewi membaca tulisan itu sambil mengelap tangan. "Mbak benar-benar mau tambah orang?"
"Harus. Kita berdua tidak cukup. Kamu sudah bekerja dari pagi sampai malam, aku juga. Kalau begini terus, badan kita bisa rusak."
"Tapi mencari orang yang cocok sulit."
"Itu sebabnya harus mulai dicari sekarang."
Dalam tiga hari, lima orang datang bertanya. Yang pertama seorang ibu tua yang sebenarnya baik, tetapi tangannya sering gemetar. Wulan khawatir ia tidak kuat menghadapi ritme warung. Yang kedua terlalu banyak bertanya soal apakah boleh membawa pulang makanan setiap hari sebelum membahas pekerjaan. Yang ketiga matanya terus melirik laci uang. Yang keempat datang terlambat saat janji wawancara. Yang kelima terang-terangan berkata ia tidak mau mencuci piring.
Wulan menolak semuanya dengan sopan.
Dewi makin kagum. Dulu ia sendiri sering tidak enak hati menolak orang. Tetapi Wulan berbeda. Sikapnya lembut, namun batasnya jelas.
"Mbak, kalau saya jadi Mbak, mungkin sudah menerima salah satu karena sungkan."
Wulan tersenyum. "Sungkan bisa membuat usaha rusak. Kita boleh baik, tapi jangan bodoh."
Kalimat itu tertanam di hati Dewi.
Sementara itu, di SMA Negeri 1 Bandung, Siti Aminah sedang duduk di ruang guru dengan wajah lelah. Selama beberapa minggu terakhir, Arif Prasetyo benar-benar menguras tenaganya. Anak itu tidak seperti bayangan yang ia susun selama bertahun-tahun. Ia dulu hanya melihat Arif dari jauh atau saat sesekali bertemu, berpakaian rapi, nilai bagus, terlihat pintar. Ia mengira kalau suatu hari Arif kembali ke sisinya, hidup mereka akan menjadi keluarga kecil yang membanggakan.
Kenyataannya, Arif pemarah, manja, boros, dan sulit diatur. Ia minta uang jajan besar, mengeluh makanan Siti tidak enak, dan setiap kali diminta belajar selalu…
Dicerai Karena Mandul, Menikah Perwira Dapat Tiga Anak
Episode 78
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
Ma Em
Andika orang nya terlalu serius dan tegas masa Andika bicara Wulan terlalu kaku , Wulan malu malu seperti anak perawan padahal sdh janda lho tapi msh malu malu meong , kapan Andika dan Wulan jadi serius menuju pelaminan kalau begitu caranya 😄😄
2026-06-01
0
Jetva
DOKTER KOQ NPD..??🤔 BAHAYAAAA😔😔
2026-06-29
0
sunaryati jarum
Kalian salah mau memfitnah Wulan ? Kalian sendiri yang rugi.Arif kau kok ikut menyalahkan Wulan kau tidak bersyukur dan merasa berhutang Budi pada Wulan, karena telah merawatmu dengan kasih sayang sejak bayi , berarti sifatmu menurun dari kedua orang tuamu yang tidak bisa membedakan benar dan salah.Siti guru tapi hatinya culas.Joko dokter otaknya di pantas maka syarat bau kotoran.Kamu tidak bisa menghentikan mengirim uang ke Wulan sebelum genap sesuai kesepakatan perjanjian,kamu bisa dihukum.Wulan itu pinter dan cerdik mengalahkan kalian yang guru dan dokter, apalagi backingnya seorang perwira,kalian berani mengusik karir habis!!!
2026-06-01
2