Mobil Joko Prasetyo berhenti mendadak di depan sebuah gedung biliar di pusat kota Bandung. Rem diinjak terlalu keras, membuat suara gesekan ban terdengar tajam. Ia langsung membuka pintu tanpa mematikan mesin sepenuhnya.
Di sampingnya, wali kelas Arif ikut turun, wajahnya tegang.
“Di dalam?” tanya Joko singkat.
“Ya. Kami mendapat laporan dia sering di sini,” jawab guru itu.
Joko tidak menunggu lagi. Ia melangkah masuk dengan cepat.
Lampu di dalam ruangan redup, suara bola biliar saling bertabrakan terdengar bersahut-sahutan. Musik keras mengisi udara. Di sudut ruangan, beberapa pemuda dengan pakaian mencolok berdiri mengelilingi meja.
Di tengah mereka, Arif Prasetyo berdiri sambil memegang stik biliar. Rambutnya diwarnai sebagian, pakaiannya longgar dan penuh aksen mencolok, jauh berbeda dari seragam sekolah yang seharusnya ia kenakan.
Joko berhenti beberapa langkah dari mereka.
Tatapannya langsung mengunci Arif.
“Arif.”
Suara itu tidak keras, tetapi cukup membuat semua orang menoleh.
Arif membeku sesaat. Wajahnya berubah, jelas tidak menyangka ayahnya akan muncul di tempat itu.
Pemuda-pemuda di sekitarnya saling pandang, beberapa mundur perlahan.
“Pak…” Arif mencoba bicara, tetapi kata-katanya terhenti.
Joko melangkah maju, menarik kerah bajunya tanpa banyak bicara.
“Kamu ikut saya.”
Arif mencoba melepaskan diri. “Saya tidak mau—”
Belum selesai, Joko sudah menariknya keluar. Tidak ada ruang untuk perlawanan.
Wali kelas mengikuti dari belakang.
Tidak ada yang berani menghalangi.
Di dalam ruang kantor sekolah, suasana jauh berbeda. Tidak ada musik, tidak ada suara bising. Hanya keheningan yang menekan.
Arif duduk di kursi, tubuhnya bersandar malas, seolah semua ini tidak penting. Wajahnya masih menunjukkan sisa sikap menantang.
Joko berdiri di depannya, napasnya berat.
Wali kelas duduk di samping, mencoba menjaga situasi tetap terkendali.
“Arif,” kata guru itu dengan suara tenang, “ujian akhir sudah dekat. Ini bukan waktunya untuk bermain.”
Tidak ada jawaban.
“Kamu b…
Dicerai Karena Mandul, Menikah Perwira Dapat Tiga Anak
Episode 56
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
mimief
arif mulai kehilangan pegangan hidup dia pas Wulan ga ada.
segenap hati mau menolak Wulan. tapi bagaimana pun juga dia yg udah ngebesarin dr kecil.
2026-06-05
0
Ma Em
Emang Wulan selalu bawa keberuntungan , Joko pun tanpa Wulan hdp nya berantakan biar mereka yg selalu menganggap remeh Wulan merasakan hdp nya susah .
2026-05-07
0
Maryani Maryani
baru nambah satu bab..gak muncul bab berikutnya
2026-05-07
1