Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Episode 1

Lampu-lampu kota memantul di kaca gedung tinggi, menciptakan kilau yang indah, ironis bagi seorang gadis yang hidupnya baru saja dilelang.

Tasya berdiri di depan pintu suite hotel mewah lantai tiga puluh. Gaun tipis yang dikenakannya terasa seperti ejekan. Transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang gemetar.

Di belakangnya, pamannya menggenggam lengannya kuat.

“Paman, tolong…” suara Tasya bergetar. “Jangan lakukan ini. Aku akan kerja apa saja. Aku bisa bantu perusahaan—”

“Diam!” bentak sang paman.

Bibinya menyilangkan tangan, wajahnya tanpa rasa bersalah.

“Perusahaan ini hampir bangkrut karena orang tuamu dulu. Sekarang kamu gantinya.” Bentak, Milan.

Merlin, anak mereka tersenyum sinis.

“Lagian kamu cuma anak pungut. Harusnya bersyukur bisa laku seratus miliar.”

Di dalam kamar itu, seorang pria tua duduk di kursi empuk dekat meja kaca. Rambutnya memutih. Senyumnya menjijikkan. Kontrak sudah tergeletak rapi di atas meja.

“Masukkan dia,” katanya santai.

Tasya meronta. “Aku mohon! Jangan!”

Namun, jarum suntik menembus lengannya. Cairan dingin mengalir ke tubuhnya. Pandangan Tasya mulai kabur saat pintu didorong terbuka dan tubuhnya dilempar masuk.

Pintu tertutup terkunci dari luar, langkah kaki menjauh tanpa ragu.

“Paman! Bibi! Tolong buka!” Tasya memukul-mukul pintu, tangannya lemah karena obat.

Tak ada jawaban, dan ketika dia berbalik perlahan. Pria tua itu berdiri, matanya menjalar rakus di balik gaun transparan yang kini terasa seperti hukuman.

“Aku sudah membayar seratus miliar untukmu,” katanya, suaranya berat dan serak. “Dan kontrak kerja sama itu akan menyelamatkan perusahaan keluarga pamanmu. Kau harus merasa terhormat.”

Tasya mundur.

“Jangan mendekat…”

Pria itu tertawa pelan dan melangkah maju.

Tasya berlari mengitari ruangan. Jantungnya berpacu. Obat bius membuat tubuhnya limbung, tapi ketakutan memberinya tenaga. Pria tua itu mencoba menangkapnya. Tangannya hampir menyentuh bahu Tasya namun,

Prang!

Tanpa sengaja, Tasya meraih vas bunga kristal di atas meja dan mengayunkannya sekuat tenaga. Vas itu menghantam kepala pria tua itu.

Suara pecahan menggema, tubuh pria itu roboh. Darah mengalir dari pelipisnya, Tasya terdiam dan tangannya gemetar.

“A-aku tidak…” napasnya memburu. Namun, ia tak punya waktu untuk menyesal. Dengan tangan gemetar, ia mencari tas pria itu. Sebuah kartu akses hotel dan kartu hitam tanpa nama jatuh ke lantai.

Tasya meraihnya, dia membuka pintu dan berlari. Namun, di ujung sana Paman dan bibinya masih berdiri. Seolah memastikan transaksi selesai.

Tasya membeku, tak mungkin ia lewat dari sana. Dengan panik, ia melihat sebuah pintu kamar terbuka sedikit. Seorang pria berjas hitam baru saja keluar dari sana dan berjalan cepat ke arah lift.

Berarti kini kamar itu kosong, pikir Tasya. Tanpa berpikir panjang, ia masuk dan menutup pintu perlahan.

Lampu kamar redup, dia bersandar pada pintu, mencoba menenangkan napasnya. Namun, aroma alkohol kuat menyeruak di udara. Perlahan, Tasya menoleh ke arah ranjang dan seketika darahnya seolah berhenti mengalir. Ada seorang pria yang terbaring di sana dan tak sadarkan diri.

Di luar kamar, pengawal yang tadi keluar sebenarnya hanya memastikan lorong aman. Tak ada yang tahu bahwa seorang gadis panik telah masuk ke dalam kamar tuannya.

Di atas tempat tidur king size itu, pria yang tadi ia kira tak sadarkan diri mulai bergerak. Tangannya yang besar dan berurat menarik dasinya kasar, seolah benda itu mencekiknya. Hawa panas menyelimuti ruangan, bukan karena suhu, melainkan karena sesuatu yang tidak beres.

Tasya perlahan menoleh, dan dunia seolah berhenti. Pria itu telah duduk setengah bangun. Tubuhnya kekar dan tegap. Kemeja putihnya terbuka di bagian dada, memperlihatkan bidang dada yang tegas. Lengan-lengannya dipenuhi tato gelap yang menjalar hingga pergelangan tangan.

Namun, bagi Tasya, semuanya terlihat kabur. Pandangannya berbayang akibat obat bius yang masih mengalir di dalam darahnya, obat yang disuntikkan Merlin ke lengannya beberapa menit lalu.

Kepalanya terasa berat dan dunia berputar. Ia memegang pelipisnya.

“Aku harus … pergi…” gumamnya pelan.

Di sisi lain, pria itu menyadari kehadiran orang asing di kamarnya. Tatapannya liar, namun ia berusaha keras untuk tetap sadar dan otot rahangnya menegang.

Seseorang telah membiusnya setelah pertemuan penting malam ini, pertemuan yang memaksanya muncul di depan publik untuk kedua kalinya sepanjang hidupnya yang tiga puluh dua tahun.

Ia jarang terlihat dan jarang memberi wajah pada namanya. Dan malam ini, ia juga menjadi korban.

“Siapa … kamu…” suaranya rendah dan berat, tertahan oleh kesadaran yang setengah hilang.

Tasya tersentak.

“A-aku minta maaf … aku salah kamar,” jawabnya cepat. “Aku akan pergi.”

Ia berbalik, berniat membuka pintu. Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang, sebuah genggaman kuat menangkap pergelangan tangannya.

Tubuh Tasya tersentak. Pria itu bergerak cepat meski kesadarannya terancam hilang. Ia menarik Tasya dan dalam satu gerakan, mendorongnya ke atas kasur.

Tasya terkejut, napasnya tercekat.

“Lepaskan aku!” serunya lemah, mencoba melepaskan diri.

Namun, tenaga mereka sama-sama tidak stabil. Obat di tubuh Tasya membuat gerakannya lambat, sementara obat dalam tubuh pria itu mengacaukan kewarasannya.

Tatapan pria itu menelusuri wajah Tasya yang samar dalam pandangannya.

“Siapa yang mengirimmu…” gumamnya, suaranya serak.

Tasya menggeleng cepat.

“Tidak ada … aku hanya—”

Kata-katanya terpotong saat kepalanya semakin berat. Penglihatannya semakin buram. Ia tidak lagi yakin mana kenyataan dan mana bayangan.

Pria itu menutup mata sesaat, mencoba melawan efek racun dalam darahnya. Namun, tubuhnya terasa panas, pikirannya kacau, nalurinya tak terkendali.

Tatapan mereka bertemu, keduanya sama-sama tidak sepenuhnya sadar. Sama-sama terjebak dalam racun yang mengalir di tubuh mereka.

Tasya mencoba bangkit.

“Aku harus pergi…” bisiknya, suaranya pecah.

Namun, genggaman pria itu terlalu kuat. Tenaganya jauh lebih besar dibanding tubuh Tasya yang melemah karena obat bius. Setiap gerakan Tasya terasa lambat, berat, seolah tubuhnya bukan lagi miliknya sendiri.

Pria itu mengangkat tangan, menyentuh wajah Tasya.

Sentuhan itu membuat Tasya tersentak.

“Jangan…” lirihnya.

Pandangan Tasya kabur. Wajah pria di atasnya hanya bayangan samar, rahang tegas, napas berat, kulit hangat yang terasa membakar. Ia tak bisa melihat dengan jelas siapa dia.

Pria itu menunduk, napasnya menyentuh kulit Tasya. Ada sesuatu yang tidak wajar dalam gerakannya. Ada dorongan liar yang bukan lahir dari kesadaran utuh.

Tasya memberontak, air mata mulai mengalir.

“Lepaskan aku … tolong…”

Namun, setiap tangisnya seperti tak mampu menembus kesadaran pria itu. Racun yang menguasai pikirannya mengaburkan batas benar dan salah. Naluri yang terdistorsi membuatnya bertindak bukan sebagai dirinya.

Pria bukan sedang sadar, dia bukan sedang menjadi dirinya sendiri. Namun, bagi Tasya, alasan itu tak mengurangi rasa takut.

Rasa sakit menjalar. Tubuhnya menegang, dia menangis, memohon, mencoba mendorong, tetapi tenaganya habis sedikit demi sedikit.

Tangis Tasya teredam di antara dinding tebal kamar hotel mewah itu. Di luar, Berlin tetap membeku, tak peduli pada dua manusia yang sama-sama dikhianati oleh orang-orang di sekitar mereka.

"Tolong berhenti ... itu sakit, kamu menyakitiku," mohon Tasya, tetapi tak digubris oleh pria itu.

Sementara pria itu, dalam kesadaran yang retak, seolah terjebak dalam kegelapan yang membisikkan kekuasaan dan kemenangan, seakan melihat musuh yang harus ditundukkan, bukan seorang gadis yang tak berdaya.

'Mama ... Papa, Tata telah gagal...' bisik Tasya dalam hati, memohon dan memberontak pun kini tak ada gunanya lagi, pria itu telah berhasil merengut sesuatu yang berharga darinya. Sesuatu yang sangat dijaga olehnya.

Terpopuler

Comments

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

karya yang bagus thor , semangat 💪


kakak2 jangan lupa mampir ya di karya pertamaku ☺️
judul : kisah si gadis miskin

terimakasih🙏

2026-07-18

1

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor 👍

Halo kkak2 , jangan lupa mampir di karya pertamaku ya.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏

2026-08-04

0

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 , mampir juga ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏

2026-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Bab 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 S2 tentang Arabelle ...
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Bab 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
S2 tentang Arabelle ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!