BAB 54

Arka sibuk memperhatikan sekeliling sambil beberapa kali berdecak kagum. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di bandara, tempat yang menurutnya begitu besar, luas dan megah. Selama ini, ia hanya bisa melihat bandara di HP atau TV, tapi hari ini, beruntungnya dia karena bisa menginjakkan kaki langsung di bandara.

Rasanya sudah sangat tidak sabar, ingin masuk ke dalam pesawat, lalu merasakan alat tranformasi udara itu bergerak naik, terbang di angkasa.

Sambil berjalan dituntun Ibunya, ia membaca nama-nama maskapai penerbangan yang ada disana. Tak luput juga, jadwal penerbangan, hingga denah lokasi bandara, ia baca juga. Melihat ibu-ibu berfoto, ia jadi kepingin juga.

"Ibu," panggil Arka.

"Iya, Nak," sahut Zea sambil menoleh. Keduanya masih terus berjalan, mengekor di belakang Naka. Sementara di belakang mereka, ada Rizal yang menarik 2 buah koper ukuran sedang dan kecil.

"Ibu, apa aku boleh minta difoto? Nanti mau aku tunjukin ke teman-teman, juga Mas Ilham."

"Boleh," Zea tersenyum. Ia memperhatikan sekeliling, mencari view yang bagus untuk dijadikan tempat foto. Sampai akhirnya, matanya menatap sebuah spot yang lumayan bagus. Menepuk bahu Naka, memintanya berhenti sebentar. "Arka minta difoto."

"Nanti aja setelah check in. Foto di boarding lounge bagus, kelihatan pesawatnya."

"Benarkah?" Arka terlihat tak sabar.

"Iya." Naka tersenyum, mengusap pelan kepala Arka.

Rizal tidak ikut ke Jombang, laki-laki itu masih harus ke kantor, mengurusi semntara pekerjaan Naka. Bagaimanapun, Naka masih berstatus direktur, belum dipecat, jadi masih punya tanggungjawab.

Sesampainya do boarding lounge, Arka langsung menagih janji foto. Ia berdiri di dekat jendela kaca, dengan background pesawat di belakangnya. Ia baru tahu jika alat transaksi yang terlihat kecil di udara itu, aslinya sangat besar.

Sembari menunggu pesawat, Naka yang duduk di sebelah Zea, menggenggam tangannya. Menyunggingkan senyum saat wanita itu menoleh padanya.

"Kenapa?" Zea ikut senyum melihat Naka tersenyu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

emang zaman sekarang masih ada kata malu yaaa! kayaknya zaman sekarang tuh, pada tak punya urat malu deh 😂 gara2 Fb Pro, smeua orang urat malunya pada putusss. yakin deh, kalau lihat konten2 emak2 tuh, malah malu sendiri 😂

2026-04-09

0

Bunda Idza

Bunda Idza

waduh ada gebrakan lagi sak pak tua.... semoga genggaman tangan itu tak akan terlepas meskipun banyak badai menghadang...
sempet khawatir dibandara terjadi insiden, habis mereka asyik pacaran trus anaknya gak keawasi... semetara anaknyakan super ingin tau banyak hal, semoga tidak lah ...

2026-04-09

1

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

tenanneeeee...takutnya tuh omongan kamu manis di awal saja lho nak, biasa kan? biasanya tuh masa2 mengejar semangat, kalau sudah mendapatkan apa yang di mau , sudah tak penasaran lagi. apalagi papa kamu kayak sengkuniii 😂

2026-04-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!