Skenario

Mila akhirnya meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja Bu Cindy hari ini, memulai masa one month notice yang terasa seperti hitung mundur menuju kebebasan sekaligus ketidakpastian.

Meski sempat dicecar mengenai alasan di balik keputusan mendadaknya, Mila tetap bergeming pada jawaban klise bahwa ia ingin mencari suasana baru di tempat lain.

Bu Cindy menatapnya dengan selidik yang tajam, seolah sedang mencoba membedah rahasia di balik ekspresi datar Mila. Namun, keraguan kepala personalia itu tidak lagi relevan bagi Mila. Beban yang ia panggul di luar dinding Mandhala jauh lebih besar daripada sekadar urusan birokrasi kantor.

Sekarang, di dalam mobil yang melaju ke arah timur Jakarta, Mila menatap deretan toko yang berpendar di balik kaca jendela. Blazer kerjanya terasa sesak, seolah oksigen di dalam kabin mobil menipis seiring dengan semakin dekatnya mereka ke rumah Mama.

"Kalau mama tanya nanti, kamu mau jawab apa?" tanya Arya tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

"Maksudnya?"

"Seberapa jujur kita sama mama kamu."

Mila menyandarkan kepalanya ke headrest. Ia sudah memikirkan ini sejak seminggu lalu, dari berbagai sudut, dan kesimpulannya selalu sama.

"Aku nggak mau cerita soal malam itu."

Arya diam sebentar mencerna jawaban Mila. "Jadi, versi apa yang kamu mau?"

"Versi yang normal." Mila menggigit bibirnya. "Bilang aja kita ketemu lagi di kantor, ternyata kita masih punya perasaan satu sama lain, terus kita pacaran dan... kebablasan. Gitu aja. Orang tua nggak perlu tau detail yang bisa bikin mereka kena serangan jantung."

"Oke." Arya mengangguk. "Skenario yang sama berlaku untuk orang lain juga?"

​"Keluarga dan teman dekat, iya. Jauh lebih normal kalau orang lain lihat kita sebagai pasangan bodoh yang gagal menahan diri, daripada korban kecelakaan yang terpaksa menikah karena nggak punya pilihan," bisik Mila getir. "Untuk orang luar, mereka nggak perlu tau aku hamil duluan. Kita bisa karang cerita tentang kelahiran prematur atau apa nanti."

Arya tampak rag…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Rain Aricia

Rain Aricia

Yg hamidun gini banyak buanget ga sih, kek miris aja nengoknya. Tapi ini si Arya bener2 mau tanggung jawab, dan secara finansial dia juga udah matang. Lancar2 ya kelen nikahnya
Lop yo Arr dh mau tanggung jawab ama Mila❤️

2026-07-01

0

HR_junior

HR_junior

jangan sampai Kisah bunda n papah km smapi terdengar mamah km Lo mil..kubur sedalam2nya jngn SMpai km buka..biarlah crita itu hilang biar mama km gak tau.kasihn mma km Bakaln tambah hancur

2026-05-03

0

Aegis

Aegis

maknya mila tau gak si, si arya anaknya pelakor? kalo tau bakal perang keknya🥴

2026-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!