Lembur

Mila berdiri di depan meja Arya dengan tangan bersedekap depan dada. "Bapak numpang nginep di kantor ya?"

"Sembarangan kamu. Saya punya rumah," jawab Arya tanpa mengangkat pandangannya dari tumpukan kertas di meja.

Tuduhan ini bukan tanpa dasar. Satu minggu terakhir, Arya selalu datang lebih pagi dan pulang lebih larut dari siapa pun, termasuk Mila.

Kemarin Mila pulang pukul setengah enam sore, dan Arya masih di ruangannya dikelilingi setumpuk dokumen yang dibawa Reno, staff bagian umum.

Hari ini Mila datang jam enam pagi dengan niat mandi di gym kantor. Tapi begitu lift terbuka, lampu ruangan bosnya sudah menyala, dan Arya sudah duduk di sana dengan tumpukan dokumen. Jadi wajar saja kalau Mila curiga bosnya bermalam di kantor.

"Udah dua minggu Bapak lembur terus. Dokumen dari lantai direksi juga nggak ada habisnya." Mila menunjuk map-map tebal yang hampir menutupi meja. "Ini sih romusha namanya."

Arya menyandarkan tubuh di kursi. "Romusha yang dibayar."

Mila diam sejenak, memerhatikan wajah lelah Arya, lalu tanpa sadar menghembuskan napas berat.

"Kenapa napasnya gitu? Kok kayaknya malah kamu yang lebih capek daripada saya?" Arya terkekeh pelan.

"Yaudah deh. Saya mandi dulu ya, Pak."

Arya mendongak dan menatapnya keheranan. "Mandi?"

"Kosan saya mati air."

"Oh," Arya mengangguk lalu fokus lagi pada kegiatannya.

.

.

Di bawah shower gym kantor, Mila membiarkan air hangat membasahi rambutnya sambil pikirannya berputar-putar.

Kenapa Pak Lukman tiba-tiba memberi Arya pekerjaan sebanyak ini?

Karena insiden es krim dengan Gisella? Tidak mungkin. Terlalu receh. Pak Lukman bukan tipe orang yang mengurusi hal remeh seperti itu.

Atau mungkin ini karma? Arya sering mem-bully Mila dengan rentetan tugas di luar nalar. Mungkin ini cara alam membalas perbuatan tercelanya. Pikiran itu sedikit memberikan rasa puas di dada. Dunia terasa lebih adil jika demikian.

Tapi sepertinya juga bukan. Dunia tidak berjalan sesederhana itu.

Mila mengerutkan kening, mencoba mengingat-ingat percakapan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Oowhh ternyata Ayahnya Mila pergi ninggalin keluarganya... makanya Dia jadi tulang punggung keluarga....kasihan nasibnya harus di hancurkan sama laki² yang Dia cintai termasuk sama Arya.

Di tambah sekarang hubungan dengan Tyas masih ngegantung karna Mila belum siap buat nikah karna kendala Uang padahal coba jujur saja Mil sama Tyas apa adanya jangan mikirin harga diri segala kalau ujung²nya Kamu ga bisa kasih kepastiannya kapan siapnya.. dengan begitu Kamu bakal tau gimana reaksi Tyas dan keluaganya_ mereka bisa nerima dan lanjut atau sebaliknya memutuskan untuk ga lanjut hubungan mu dengan Tyas.

2026-08-05

0

RahmaYesi

RahmaYesi

Mila, kamu gimana sih? beli makan 500 ribu mampu, beli kuota lebih murah loh, Mil. ada tu paketan 100rb/bulan juga. Alesan banget ih kamu 🤭🤣

2026-07-22

0

@dadan_kusuma89

@dadan_kusuma89

Mila, sepertinya mantanmu itu masih sliwar-sliwer di hatimu. Apalagi sekarang kau bertemu dia setiap hari. Kau harus mengurangi kontak mata dengannya kalau tak mau kembali tergoda.

2026-03-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!