Mila melirik ke ruangan Arya melalui dinding kaca saat ia tiba pagi ini. Dan ternyata ruangan itu kosong. Lampu di sana mati, kursi masih rapi, laptop-pun tidak ada.
Mila mengerutkan kening.
Biasanya kalau Arya ada meeting pagi, dia akan memberi tau Mila sehari sebelumnya. Atau setidaknya kirim email atau WA.
Ia meletakkan tas di meja, lalu matanya tertuju pada selembar sticky note kuning yang menempel di monitor komputer.
Tulisan tangan Arya yang rapi dan sedikit miring ke kanan itu berbunyi :
Saya meeting sama komisaris sampai siang. -A
Mila menatap note itu beberapa detik, lalu entah kenapa ia merasakan dorongan untuk segera melepaskan kertas tipis itu dari monitor dan menyelipkannya di bawah keyboard.
Biar tidak terlalu terlihat.
Biar tidak terlalu mengganggu.
Mila tidak suka perasaan aneh yang muncul setiap kali ia melihat tulisan tangan itu. Terlalu familiar. Terlalu personal untuk sesuatu yang sebenarnya bisa saja dikirim lewat email atau pesan singkat seperti biasa.
Dan untungnya, pagi itu kantor cukup sibuk untuk mengalihkan perhatiannya.
Sampai akhirnya jam 11 lebih sedikit, notifikasi dari akun bank masuk ke email. Gaji sudah keluar, rasanya beban di pundak hilang setengah.
Ia langsung mentransfer uang kos ke rekening Bu Dena, juga mengirim uang bulanan untuk Mama dan Bimo. Dan seperti biasa, uang di rekeningnya hanya tersisa remah-remah.
Saat ia hendak berjalan ke pantry untuk membuat mie instan, suara familiar itu terdengar dari belakang.
"Mila."
Ia menoleh.
Arya berdiri di dekat lift, masih memakai jas lengkap dengan dasi yang rapi. Di tangannya, tersampir sebuah paper bag premium berwarna coklat dengan logo restoran Jepang yang mereka pesan saat lembur kemarin.
"Pak? Udah selesai meeting?" tanya Mila sambil berjalan mendekat.
"Baru aja." Arya mengangkat paper bag di tangannya. "Ini... kelebihan beli. Kamu belum makan siang kan?"
Mila melirik paper bag, lalu ke wajah Arya. "Kelebihan beli?"
"Iya. Tadi meeting sambil makan. Saya kelebihan order, kepence…
In Between
Bento Box 2.0
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments
@dadan_kusuma89
Mila, biarkul hal-hal kecil, tapi jika terjadi berkali-kali atau berulang-ulang, maka bisa saja menjadi candu. Begitu juga dengan yang kau alami saat ini. Sama seperti aku yang trrus-terusan memikirkan @PrettyDuck 😁
2026-04-17
0
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Giaman mau makan enak sedangkan uang gajian baru cair langsung Blass masuk ke kantong Orang lain dan adiknya
Yang aneh kenapa Bimo ga kuliah sambil nyambi kerja kan Dia sudah cukup dewasa dan mampu buat ngurangin beban kakaknya.. lah ini parahnya kebangeta manjanya palingan uangnya juga buat poya².😤
2026-08-05
0
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
aku rasa sih iya Arya sengaja itu. mereka memang memasang dinding pembatas yg tinggi tapi kyk aku bisa lihat ada lubang dibiarkan menganga di sana buat tempat mereka saling memperhatikan dan ngasih perhatian
2026-04-15
0