Malam kian menjulang tinggi, jarum jam telah melewati angka tujuh, namun suasana di kantor Nara masih terasa mencekam oleh keheningan yang dipaksakan. Lampu-lampu ruangan yang mulai meredup seolah menjadi saksi bisu betapa kerasnya Nara mencoba melarikan diri dari kenyataan. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, jemarinya memijat pelipis yang terasa berdenyut nyeri. Berkali-kali ia mencoba memfokuskan matanya pada layar monitor yang menampilkan deretan angka-angka audit, namun pikirannya terus saja tergelincir pada satu nama, Xavier.
Lagi-lagi, ia menyibukkan diri dengan pekerjaan yang sebenarnya bisa diselesaikan besok. Ini adalah mekanisme pertahanan diri terburuknya, ia lebih memilih tenggelam dalam tumpukan dokumen daripada harus pulang dan berhadapan dengan hatinya yang sedang berantakan. Tatapannya kemudian beralih pada ponsel yang tergeletak pasif di atas meja. Layarnya berkedip, menampilkan deretan pesan dari Xavier yang ia abaikan sejak sore tadi.
Setiap kata dalam pesan itu terasa seperti duri yang menvsuk hatinya. Namun, jauh di lubuk hati yang paling dalam, ada rasa rindu yang mencoba merangkak naik, sebuah keinginan untuk didengar dan dipeluk. Nara mengembuskan napas panjang, akhirnya ia menyerah pada keletihannya sendiri. Ia mengemasi peralatan kerjanya dengan gerakan lunglai, seolah seluruh energinya telah habis terkuras oleh konflik batin yang tak kunjung usai.
Nara melangkah keluar dari kantor menuju area parkir yang mulai sepi. Ia memasuki mobilnya, menyalakan mesin, dan segera membelah jalanan ibu kota yang masih padat oleh sisa-sisa kemacetan. Namun, kakinya tidak mengarahkan pedal gas menuju rumah orang tuanya. Ia butuh waktu. Ia butuh ruang untuk bernapas tanpa bayang-bayang Angkasa yang terus menuntut penjelasan atau Jingga yang menatapnya penuh simpati.
Ia akhirnya memutuskan untuk mampir ke sebuah kafe favoritnya yang terletak di sudut kota yang agak tersembunyi. Mungkin malam ini, aroma biji kopi yang dipanggang dan suasana kafe yang asing bis…
Papa Tiri Anti Bakteri
Keadaan Zeno
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
jumirah slavina
JANGAN MAU JARA
J A N G A N M A U !!!!!!
2026-02-05
19
jumirah slavina
apaan sih Jenong., pulang sonoh...
merusak pemandangan aja....
2026-02-05
9
Syifa Azhar
hello....sekarang baru bilang sayang,kemana aja selama ini kamu zeno,saat anak kandungmu sendiri mencari perhatian dan berharap kasih sayangmu?dengan tega kamu mengabaikannya dan lebih memilih anak orang lain,setelah kenyataan ter-ungkap kamu merasa si paling jadi korban,dan merasa menyayangi raya, bangun bang bangun jangan tidur kelamaan karena raya sudah punya papa baru yang lebih segalanya meski hanya papa sambung tapi perhatian dan kasih sayangnya melebihi papa kandung😬
2026-02-05
2