Angkasa berdiri mematung di ambang pintu, keningnya berkerut dalam melihat kedatangan Nara yang begitu mendadak di tengah malam buta. Suara deru mesin mobil di halaman rumahnya seolah membawa firasat yang tidak menyenangkan. Baru saja ia hendak menyapa, Nara sudah melangkah masuk dengan terburu-buru, wajahnya tertunduk dalam sambil menggendong Raya yang sudah tertidur pulas di pundaknya. Tanpa sepatah kata pun, Nara melewatinya begitu saja, meninggalkan aroma kesedihan yang pekat di udara.
Di luar, Xavier terlihat menurunkan koper besar dari bagasi mobil. Gerakannya lambat, seolah beban yang ia angkat jauh lebih berat daripada sekadar tumpukan pakaian. Ia melangkah menghampiri Angkasa yang masih terjebak dalam kebingungan luar biasa.
"Ada apa ini, Xavier? Kenapa mendadak sekali? Kalian mau menginap?" tanya Angkasa, suaranya sarat akan nada menyelidik.
Xavier menggeleng pelan, matanya menghindari kontak mata dengan sang mertua. "Enggak, Yah. Setelah ini aku langsung pulang. Aku datang hanya mengantar Nara dan Raya saja," terang Xavier dengan suara yang terdengar serak, seolah ada bongkahan besar yang mengganjal di tenggorokannya.
Merasakan ada sesuatu yang tidak beres, Angkasa menatap lekat-lekat mata menantunya itu. Sebagai pria yang sudah makan asam garam kehidupan, ia tahu bahwa tatapan kosong Xavier adalah tanda dari sebuah badai yang baru saja menerjang.
"Ada masalah? Terjadi sesuatu di antara kalian?" tanya Angkasa lagi, kali ini lebih tegas.
Xavier kembali menggeleng cepat, mencoba memaksakan senyum tipis yang terlihat sangat getir. "Enggak ada, Yah. Nara hanya rindu rumah orang tuanya saja. Ya sudah, Yah, aku pulang dulu," ucap Xavier singkat. Ia segera berbalik, masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh lagi. Mobil mewah itu meluncur membelah kegelapan malam, meninggalkan kepulan debu dan ribuan tanya yang berputar-putar di benak Angkasa.
Dengan rasa penasaran yang membuncah, Angkasa menutup pintu depan dan segera melangkah menuju kamar putrinya. Di sana, ia mel…
Papa Tiri Anti Bakteri
Hati Yang Sepi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
d'she wu
uluh....uluh....si mas ganteng lg gegana ya krn bobok sendirian lagi 🙁
coba deh kau runtut kejadian hari ini knp nara auto berubah sikap, syukur² kau bs lekas menyimpulkan bila perlu cek ulang cctv dlm rumah sapa tau terekam saat istrimu mencuri dengar percakapanmu dgn bokapmu bro
2026-02-04
6
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
gulai apa ini. gulai nangka, ayam, sapi?
2026-02-04
5
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nara kayak nyiapin diri mending pulang duluan ke rumah orangtua nya sebelum di pulangin vier gasih, mana nara belum sembuh dr trauma cerai sm zeno trus bayangin di cerai sm vier 😅 vier lagian kenapa buruan ngeh sih, yg baca gregetan slnya 🤣
2026-02-04
1