Wu Zetian meninggalkan kios obat itu dengan langkah tenang, namun isi pikirannya sama sekali tidak ringan. Di balik jubah hitam panjang yang membungkus tubuhnya dan cadar gelap yang menutupi wajah, langkah kakinya terdengar mantap menyusuri jalanan pasar yang mulai lengang. Di tangan kirinya, ia menggenggam sebuah kantong kain besar yang terasa berat. Setiap koin adalah hasil jerih payah, strategi, dan risiko yang ia ambil dengan penuh kesadaran.
Begitu ia sampai di tepi pasar, Wu Zetian menaiki kudanya dengan gerakan lincah. Kuda hitam itu meringkik pelan sebelum akhirnya melaju cepat mengikuti arah tali kendali yang ia tarik. Angin sore menerpa jubahnya, membuat kain tebal itu berkibar seperti bayangan gelap yang melintas di antara kerumunan. Tujuannya kali ini bukanlah tempat yang biasa ia kunjungi. Ia mengarahkan kudanya ke sebuah sudut kota yang jarang disinggahi orang. Daerahnya dipenuhi oleh bangunan-bangunan kusam, lorong sempit, dan udara yang terasa lebih berat dari biasanya.
Tak butuh waktu lama hingga ia tiba di sebuah rumah besar dengan nuansa gelap yang berdiri di hadapannya. Bangunan itu tampak tua, dindingnya menghitam oleh usia dan asap, jendelanya sempit dengan jeruji besi tebal. Aura tempat itu membuat siapa pun enggan berlama-lama di sekitarnya. Wu Zetian turun dari kudanya dan menepuk leher hewan itu pelan sebelum melangkah masuk ke dalam rumah tersebut.
Di balik pintu kayu besar, suasana berubah drastis. Udara di dalam terasa pengap dan berbau campuran besi, keringat, serta sesuatu yang amis. Di depan sebuah meja kayu panjang berdiri seorang perempuan muda dengan riasan tebal. Matanya menelisik setiap orang yang masuk dengan tatapan penuh perhitungan. Ia adalah kasir rumah budak itu.
Wu Zetian melangkah mendekat, lalu berbicara dengan suara berat. Ia telah mengubah suaranya menggunakan sihir angin.
“Panggilkan pemilik tempat ini,” ucapnya singkat dan tegas.
Perempuan itu mengangkat alis, tampak menilai dari ujung kepala hingga kaki.
“Ada keperl…
Garis Tangan Nona Kedua
Budak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments