Setelah Kakek Zhou akhirnya menyetujui permintaannya, Wu Zetian tak membuang waktu. Ia masuk ke rumah kecil yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh lelaki tua itu. Rumah itu sederhana, nyaris kosong, namun tetap terawat sebisanya. Zetian membuka lemari kayu tua yang berderit pelan saat dibuka. Di dalamnya, tergantung beberapa helai pakaian lama. Warna-warnanya telah memudar, namun masih bersih dan rapi.
Dengan teliti, Zetian memilih beberapa potong yang masih layak dipakai. Ia melipatnya dengan hati-hati, seolah takut merusak sesuatu yang berharga, lalu membungkusnya menggunakan kain panjang yang ia temukan di sudut lemari.
“Kita tidak perlu membawa banyak barang, Kek,” ucap Zetian lembut sambil tersenyum kecil. “Yang penting kakek nyaman.”
Kakek Zhou mengangguk perlahan.
“Benar juga. Kakek ini sudah tua, tak butuh banyak hal lagi.”
Nada suaranya tenang, namun Zetian bisa merasakan kelegaan yang tersembunyi di balik kata-kata itu. Ia tahu, menerima bantuan bukanlah hal yang mudah bagi seseorang yang sepanjang hidupnya terbiasa berdiri sendiri.
Setelah semuanya siap, mereka pun melangkah keluar. Zetian menutup pintu rumah kecil itu dengan perasaan campur aduk. Ada rasa haru, ada pula sedikit kesedihan. Namun lebih dari itu, ada keyakinan bahwa keputusan ini adalah yang terbaik.
Mereka kembali ke kediaman Wu Zetian dengan langkah pelan. Sesampainya di sana, Zetian langsung menuju kamar kosong di sisi rumah. Kamar itu tak ia gunakan, namun ukurannya cukup luas dan mendapat cahaya matahari pagi.
Ia menyingsingkan lengan baju dan mulai bekerja. Sapu kayu bergerak perlahan menyusuri lantai, mengangkat debu yang telah lama mengendap. Sarang laba-laba di sudut ruangan ia bersihkan satu per satu. Tangannya sedikit gemetar karena kelelahan, namun ia tetap telaten.
Ranjang kayu sederhana ia lap hingga bersih. Seprai lama ia lepaskan dan dijemur di halaman, membiarkan angin dan matahari membersihkannya. Bantal ia tepuk-tepuk hingga kembali mengembang, meski tidak sem…
Garis Tangan Nona Kedua
Kedatangan Ningning
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments
🧚Shi Yin 🧚
kenapa kakek tidak tinggal dengan cucunya saja? kenapa pilih tinggal di hutan 🤔
2026-03-27
0
tinie
lalu bagaimana ,
dgn para koruptor
jika zhetian terlalu lama di hutan
makan para Mentri akan semakin tak beraturan
2026-06-24
0