Langit di atas ibukota tampak mendung, seolah-olah awan kelabu turut meratapi jatuhnya sang pewaris takhta. Meskipun Wang Han dinyatakan bersalah, prosedur pemakaman pangeran tetap dilaksanakan demi menjaga martabat keluarga kekaisaran, walau tanpa kemegahan pesta. Kaisar memutuskan untuk menguburkannya di sudut pemakaman kekaisaran yang paling sunyi.
Xiao Xiao berdiri dengan anggun di samping Zhi Chen. Tubuhnya memang belum pulih sepenuhnya, namun ia memaksa diri untuk hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus penanda kemenangan. Ia kini menempati Paviliun Teratai Hitam miliknya sendiri yang baru saja selesai dipugar~sebuah kediaman megah yang menandakan status otonomnya.
Di hadapan peti mati yang sedang diturunkan, mantan Permaisuri~yang diizinkan keluar dari Istana Dingin hanya untuk hari ini~berdiri dengan pakaian berkabung yang lusuh. Rambutnya yang dulu tertata rapi kini tampak kusam. Matanya yang cekung menatap peti mati putranya dengan kebencian yang berkobar, bukan kesedihan.
Saat matanya beralih dan menangkap sosok Xiao Xiao yang berdiri tenang di samping Zhi Chen, tangannya mengepal hingga kukunya melukai telapak tangannya sendiri.
"Kau ... jalang kecil yang menghancurkan masa depan putraku," desisnya dalam hati. "Zhi Chen mungkin bisa membunuh Wang Han, tapi aku akan memastikan kau mendapatkan nasib yang lebih hina dari kematian."
Setelah upacara yang dingin itu berakhir, Xiao Xiao merasa pening. Udara musim dingin yang lembap membuat lukanya kembali berdenyut. Saat ia hampir limbung, sebuah tangan yang kuat namun lembut menopang sikunya dengan sigap.
Bukan Zhi Chen, melainkan Pangeran Kedua, Zhi Alun.
"Hati-hati, Adik Ipar," ujar Zhi Alun dengan suara rendah yang menenangkan. "Kau baru saja kembali dari gerbang kematian. Jangan biarkan udara pemakaman ini menarikmu kembali ke sana."
Xiao Xiao menatap Zhi Alun dan tersenyum tipis. "Terima kasih, Kakak Kedua. Saya hanya sedikit lelah."
Zhi Chen yang baru saja selesai berbicara dengan…
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa
Episode 44 : Pemakaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments
sahabat pena
udah jatuh dan hancur masih blm tobat jg nih permaisuri.. blm kapok2 nya.
2026-01-19
5