Zhi Chen menggendong tubuh Xiao Xiao yang tak sadarkan diri dengan sangat erat. Ia tidak memedulikan baju perangnya yang kini ternoda oleh darah istrinya. Setiap detik terasa seperti selamanya saat ia memacu kudanya kembali menuju paviliun utama, diikuti oleh Gu Po yang telah meringkus Wang Han.
"Tabib! Panggil semua tabib istana sekarang juga!" raung Zhi Chen begitu sampai di depan gerbang paviliun.
Mao yang melihat kondisi majikannya langsung menjerit histeris. Seluruh paviliun yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi hiruk-pikuk. Xiao Xiao dibaringkan di atas ranjang kayu cendana. Wajahnya yang biasa terlihat cerdas dan penuh perhitungan kini sepucat kertas, dengan napas yang pendek dan tersengal.
Zhi Chen duduk di pinggir tempat tidur, menatap telapak tangan Xiao Xiao yang menghitam karena luka bakar. Ia mengambil kain bersih dan air hangat, mencoba membersihkan darah di bahu Xiao Xiao dengan tangan yang gemetar.
"Aku begitu bodoh," gumam Zhi Chen, suaranya parau. "Bagaimana bisa aku lebih mempercayai lembaran kertas daripada pengabdianmu selama ini?"
***
Di aula sidang darurat yang dihadiri langsung oleh Kaisar pada malam buta itu, Gu Po membawa bukti-bukti yang ditemukan di gudang mesiu. Tidak hanya mesiu, tetapi juga sisa sumbu yang diputuskan oleh tangan Xiao Xiao dan segel Suku Utara yang terjatuh dari saku kaki tangan Wang Han.
Wang Han berdiri di tengah aula dengan tangan terikat, namun wajahnya masih menunjukkan keangkuhan.
"Ayahanda, ini semua adalah jebakan Zhi Chen dan wanita itu!" teriak Wang Han.
Kaisar berdiri, matanya memancarkan kemarahan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ia melemparkan surat-surat "pengkhianatan" Xiao Xiao yang tadi diberikan Zhi Chen ke wajah Wang Han.
"Zhi Chen memang sempat meragukannya, tapi bukti di gudang itu tidak bisa berbohong!" bentak Kaisar. "Kau bekerja sama dengan Suku Utara untuk meledakkan istanamu sendiri? Kau ingin membunuhku demi takhta ini?"
"Hamba..." Wang Han kehilangan kata-kata saat me…
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa
Episode 40 : Penyesalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments