Utusan Permaisuri turun dari kereta kuda dengan wajah angkuh. Ia adalah Kasim Li, orang kepercayaan Permaisuri yang dikenal bermulut tajam. Di belakangnya, beberapa pelayan membawa nampan berisi kain-kain sutra yang terlihat mahal.
Kasim Li berjalan mendekati gerbang Paviliun Teratai Hitam yang masih tertutup. Ia berdehem keras, menunggu pintu dibuka dengan segera.
"Buka pintu! Utusan Permaisuri datang membawa titah!" seru Kasim Li dengan suara melengking.
Mao yang berada di balik gerbang melirik ke arah Xiao Xiao dengan cemas. Namun, Xiao Xiao hanya memberikan isyarat agar Mao tetap tenang dan membuka pintu sedikit saja—hanya cukup untuk berbicara tanpa membiarkan mereka masuk.
Krieeet...
Pintu terbuka sedikit. Xiao Xiao berdiri di sana, masih dengan cadar tipis yang menutupi wajahnya agar identitas aslinya tetap terjaga di mata orang luar.
"Ada keperluan apa Kasim Li datang ke paviliun yang 'terlupakan' ini?" tanya Xiao Xiao dengan nada tenang, namun terselip sindiran halus.
Kasim Li terkejut karena "Liu Xiu" mengenali namanya, padahal ia baru beberapa hari di istana. Ia tidak tahu bahwa Xiao Xiao sudah mencatat setiap detail orang penting dari penjelasan Mao kemarin.
"Nyonya Muda, Permaisuri mendengar bahwa Anda memiliki ramuan yang luar biasa. Beliau ingin Anda menyerahkan seluruh sisa ramuan itu ke Istana Utama sekarang juga sebagai bentuk pengabdian," ujar Kasim Li sembari memberi kode agar para pelayannya maju membawa kain sutra. "Sebagai gantinya, ini ada sedikit kain untuk Anda."
Xiao Xiao melirik kain-kain itu, lalu tersenyum di balik cadarnya. "Kain sutra tidak bisa dimakan, Kasim Li. Dan pengabdian tidak bisa dibangun di atas perut yang lapar. Sampaikan pada Permaisuri, ramuan itu adalah milik pribadi dan saat ini stoknya sedang habis karena bahan-bahannya sangat mahal."
Wajah Kasim Li memerah. "Kau berani menolak permintaan Permaisuri? Kau tahu apa konsekuensinya?"
"Saya tidak menolak, saya hanya menyatakan fakta bisnis," balas Xiao Xiao san…
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa
Episode 12 : Utusan Permaisuri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments
tinie
wah wah permaisuri
sangat kejam
2026-06-28
0
Siti Solikah
wah permaisuri mengerikan ya
2026-04-01
0