Dash membawa Terra dengan pelan. Tangannya kokoh menggendong Terra. Dia juga memberinya sandaran yang stabil. Begitu sampai di kamar, Terra duduk di tepi ranjang.
Dash tidak pergi. Ia berlutut di depan Terra, satu tangan mengusap punggung tangan Terra, dan yang lainnya mengusap pipinya.
Terra menepis tangan itu. “Jangan sentuh aku.”
“Kenapa kau tak bisa tidur semalaman? Kau pucat,” kata Dash. “Apakah sudah dikonsultasikan ke dokter?”
“Aku tak bisa karenamu! Pergilah dari sini agar aku bisa tidur dengan nyenyak!” bentak Terra.
“Pelayanmu sudah mengatakan padaku. Kau jarang bisa tidur di malam hari. Bahkan sebelum aku di sini. Apa kata dokter?” tanya Dash, tak ambil pusing dengan penolakan Terra.
“Kukatakan sekali lagi! Itu bukan urusanmu. Bayiku sehat dan itulah yang terpenting!” Mata Terra melebar tajam.
“Bayi kita. Itu bayi kita. Aku menyumbang benihku,” jawab Dash. “Aku hanya ingin—“
“Keluar dari sini!” potong Terra. “Aku muak melihatmu.”
Dash menghela napas panjang. “Baiklah. Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapanmu.”
Lalu Dash berbalik keluar. Dia tak ingin emosi Terra semakin memuncak, karena itu berpengaruh pada bayinya.
Terra menitikkan air matanya ketika pintu kamarnya ditutup oleh Dash. “I hate you,” bisik Terra, sembari menghapus air matanya. Hatinya masih sakit karena Dash. Entah kenapa terasa sulit untuk memaafkannya.
Tapi kemudian, pintu terbuka lagi. Dash melihatnya dari ambang pintu. Dia melihat Terra menangis.
Pria itu menghampirinya. Lalu mengulurkan tangan, menyeka air mata di pipi Terra dengan ibu jarinya.
Gerakannya lembut. Sangat lembut dan sangat berhati-hati
"Kau tidak perlu memilih antara membenciku atau mencintaiku sekarang," kata Dash. "Kau hanya perlu ... membiarkanku ada di sini. Aku mencintaimu, dan itu yang akan kubuktikan selama aku bersamamu.”
Terra menggigit bibirnya. Ia ingin percaya. Dia sangat ingin percaya. Tapi rasa sakit yang ditinggalkan Dash masih begitu terasa. Masih berdenyut setiap kali dia mengingat malam di…
THE CEO’S SECRET SON
DASH TERRA—Tetap Tak Pergi Meski Diusir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
mery harwati
Scarlet abaikan perintah Dash agar tak menemui Terra, kau pernah berada diposisi Terra, jadi seharusnya kau lebih memahami apa yang Terra rasakan Scarlet, jangan cuma diam menunggu Terra memaafkan Dash, anakmu yang salah Scarlet, terlalu mengacuhkan Terra & rasa cintanya 😠
2026-04-19
1
V_eRiL
sabar Terra, jangan kuras tenagamu dgn marah² ya 😊😊 baby boy pasti merasakan apa yg kau rasakan sekarang jd tenangkan hati dan pikiranmu 😊😊
2026-04-19
2
Pandin Beatrix
Abaikan saja dia Terra jangan pikirkan lagi, ayo jalani saja kehidupan pribadimu seperti sebelumnya, kekantor jalani aktivitas mu seperti biasa, jangan stres sendiri kasian dedek bayinya
2026-04-20
0