Setelah Terra berada di luar, cukup jauh dari rumah orang tuanya, dia berhenti. Napasnya tersengal. Dadanya masih berdebar. Dan kemudian, air matanya jatuh.
Dia menangis di pinggir jalan, di depan rumah megah yang tidak lagi menjadi rumahnya.
Ponselnya bergetar. Lagi. Kali ini bukan dari ibu atau ayahnya.
Dash.
Pesan singkat itu akhirnya datang. Pesan yang mungkin begitu diharapkan Terra saat ini.
[Masih hidup?]
Terra menatap layar ponselnya, air mata masih mengalir tapi dia tersenyum melihat pesan itu. Lalu dia mengetik balasan.
[Masih. Sekarang aku akan pergi ke tempat tinggal baruku.]
Beberapa detik kemudian, balasan masuk.
[Cepatlah pulang ke apartemen. Sampai berjumpa besok di kampus.]
Terra tersenyum di tengah tangisnya. Dia merasa semuanya akan baik-baik saja ketika melihat pesan Dash yang lumayan perhatian.
*
*
Terra masih berdiri di pinggir jalan, menatap layar ponsel yang meredup. Senyum tipis masih ada di bibirnya, meski pipinya masih basah karena air mata.
Pesan Dash memang singkat, tapi selalu seperti itu. Tidak pernah berlebihan, tapi selalu datang di saat yang tepat.
Dia tahu Dash bukan tipe orang yang suka basa-basi atau mengumbar kata-kata manis. Tapi justru dari pesan-pesan pendek itulah Terra bisa merasakan perhatiannya.
Terra menyeka air matanya dengan punggung tangannya, lalu menarik napas dalam-dalam. Dia menatap rumah megah di depannya sekali lagi.
Lampu-lampu di dalam masih menyala, tapi tak ada bayangan orangtua atau siapapun yang keluar mengejarnya. Mungkin mereka juga lelah.
Mungkin mereka menganggap ini hanya drama di mana Terra akan kembali dengan mudah ke sana. Tapi Terra tahu, kali ini berbeda, dia tak akan kembali lagi.
Terra berbalik dan mulai berjalan menyusuri trotoar. Jalanan mulai sepi, hanya sesekali mobil melintas.
Apartemen Dash tidak terlalu jauh, sekitar lima belas menit berjalan kaki. Langkahnya pelan, membiarkan pikirannya melanglang buana.
Dia masih memikirkan pertengkaran sengit dengan ayahnya tadi. Ayahnya marah…
THE CEO’S SECRET SON
DASH TERRA—Akhirnya Benar-benar Pergi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
Pandin Beatrix
Terra sangat sayang dengan ibunya tapi ibunya sangat lemah tidak bisa membelanya, tapi masih ada prof. Dash yang penuh perhatian padamu Terra 😍
2026-04-13
1
V_eRiL
lanjut lagi kak Zarin 😁😁😉
2026-02-22
0
Yuni Fahroni
🫶🫶🫶
2026-04-23
1